08:00 . Efek Kepak Sayap Kupu-Kupu   |   17:00 . Akibat Luapan Kali Pacal, Jembatan Penghubung di Sidobandung Ambruk   |   16:00 . BKC Bersama Pemuda Tlogohaji, dan Babinsa Sinergi Perbaiki Rumah Mbah Urip   |   07:00 . Para Orang Tua Wajib Paham, Ini 4 Tanda Anak Cerdas   |   18:00 . Bupati Anna dan Kajari Imbau Pengelolaan Dana Bos Prioritaskan Integritas   |   17:00 . BMKG: Waspada Cuaca 3 Hari Mendatang   |   15:00 . 5 Organisasi Profesi Kesehatan Tolak RUU Kesehatan   |   13:00 . Putra Asal Bojonegoro, Belasan Tahun Mengabdi di Luar Jawa   |   10:00 . Diduga Pecah Ban, Truk Box Oleng Tabrak Pagar Koramil 0813-06 Bojonegoro   |   07:00 . Psikolog Ungkap Kesalahan Orangtua yang Bisa Hambat Potensi Anak, Pelajari Yuk Bun!   |   19:00 . Inilah Nama-Nama Mutasi Pejabat Pemkab Bojonegoro   |   18:00 . Sinergi Dinas PMD dan Bapenda Dampingi Desa Deteksi Dini Objek Pajak Terkendala   |   16:00 . Ini Spek Lengkap Toyota Rush, Kendaraan Camat se-Kabupaten Bojonegoro   |   15:00 . Stigma Buruk Menjadi Kendala dalam Penanggulangan HIV/AIDS   |   14:00 . Kasus HIV di Bojonegoro Mencapai 217 kasus, 2 Persen di Atarannya Anak-anak   |  
Sun, 04 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Baru Tanam Jagung Sudah Diserang Hama Pengerat

blokbojonegoro.com | Tuesday, 17 November 2020 10:00

Baru Tanam Jagung Sudah Diserang Hama Pengerat

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Petani jagung di selatan Bojonegoro harus bersabar, lantaran tanaman jagung yang baru muncul tunasnya, sudah diserang tikus.

Praktis, tanaman jagung tersebut hanya menyisakan lubang bekas tempat tanam biji jagung. Kondisi ini dialami sejumlah petani di Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, salah satunya, Nyari (53) warga Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon.

Ia mengatakan, tanaman jagung miliknya diserang hewan pengerat setelah selesai tanam. Dia memperkirakan, hama tikus merebak dikarenakan sedikitnya hewan pemangsa hama tersebut.

"Jagung baru ditanam tapi beberapa hari banyak lubang di bekas gejikan (lubang untuk biji jagung), jadi jagung yang tumbuh ya ngeblok-ngeblok (mati)," keluhnya.

Berbagai upaya pun telah dilakukan para petani untuk mengatasi hama tikus ini. Namun semua usaha petani sia-sia, bahkan sudah dua musim ini hama tikus masih menyerang.

"Musim tanam kemarin sempat para petani menanganinya dengan cara manual yaitu dengan diburu, bahkan dikumpulkan dalam satu hari bisa dapat 50 ekor di satu ladang," ungkap Srianto (23) Petani Asal Dusun Gondang Desa Nglampin Kecamatan Ngambon.

Dia mengatakan, cukup kesulitan membasmi hama tikus ini, para petani sudah melakukan berbagai cara, mulai dari pemberian umpan racun tikus, namun hasilnya masih nihil.

"Kami berharap pemerintah memberi solusi kepada para petani dalam mengatasi hama tikus serta memperhatikan nasib petani yang kian merugi akibat serangan hama tikus ini," ungkapnya. [her\mu]

Tag : petani, hama , tikus



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat