21:00 . Satgas PPA Kecamatan Kanor Berbagi Kasih Periode Triwulan 7   |   20:00 . Laka Tunggal, Truk Bermuatan Pakan Ayam Terguling   |   19:00 . Baru, Masyarakat Harus Waspada Varian Covid-19 Jenis Omicron   |   18:00 . Diterjang Angin, Puluhan Hektare Tanaman Padi di Bojonegoro Rusak   |   17:30 . Satu Langkah Lagi Menuju Wisuda, UNU Sunan Giri Gelar Yudisium   |   17:00 . Ekspor Cangkang Sawit Tembus Pasar Jepang, Kemendag: Cetak Transaksi USD 12 Juta   |   16:00 . Nikmatnya Lontong Sayur Ayam Kampung dekat Jembatan TBB   |   15:30 . Warga Keluhkan Air PDAM Mati dan Keruh   |   15:00 . Ikan Arengan atau Areng-Areng   |   14:00 . Akhir November, Pengiriman Barang di Kantor Pos Mendominasi   |   13:00 . Peringati Setengah Abad KORPRI, Bupati Bojonegoro Tekankan Inovasi Birokrasi   |   12:00 . Pohon Trembesi Jadi Saksi Ganasnya Bengawan Solo   |   11:00 . Jembatan KaRe Selesai Kapan?   |   10:00 . Warga Trauma, Penyebrangan Gemblo Tutup   |   09:00 . Kondisi Terkini Jembatan KaRe Pasca Tragedi Memilukan   |  
Mon, 29 November 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pertamina EP Asset 4 Gelar Management Walkthrough ke 3 Desa

blokbojonegoro.com | Friday, 20 November 2020 16:00

Pertamina EP Asset 4 Gelar Management Walkthrough ke 3 Desa

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Pertamina EP Asset 4 menggelar Management Walkthrough ke Field Cepu, Rabu hingga Kamis (18-19/10). Pada hari pertama, jajaran manajemen Asset 4 dan Field Cepu mengunjungi sumur dan fasilitas produksi yang ada di struktur Nglobo dan Ledok.

Asset 4 General Manager Deddy Syam dan Cepu Field Manager Afwan Daroni memimpin langsung kunjungan tersebut. "Kami ingin memastikan kondisi dan situasi di fasilitas produksi di Ledok dan Nglobo dalam kondisi baik," ucap Afwan.

Selain itu, Deddy dan rombongan mengunjungi sumur tua yang dikelola oleh masyarakat dan Wana Wisata Kedungpupur. Wana Wisata Kedungpupur sendiri merupakan salah satu Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang direalisasikan Pertamina EP sejak 2017 dan telah diserahterimakan ke Pemerintah Kabupaten Blora per Maret 2019.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan Pertamina EP berdiskusi dengan Dinas Pariwisata untuk membuat strategi agar wisata ini lebih  baik untuk memajukan ekonomi masyarakat di sekitar Wana Wisata Kedungpupur. Selain itu, diskusi juga menyinggung pengelolaan sumur tua yang harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan kerja dan lingkungan.

Agenda berlanjut di hari kedua dengan mengunjungi fasilitas produksi SPU Kawengan dan Rumah Singgah Teksas Wonocolo. Dalam kesempatan tersebut, manajemen Asset 4 bertemu dengan perwakilan Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dan Teksas Tour Management (TTM). Baik pihak BBS maupun TTM menceritakan bagaimana sejarah dan budaya masyarakat Wonocolo yang mengelola sumur-sumur tua. BBS dan TTM juga menjelaskan bagaimana upaya yang telah dilakukan untuk memberikan pemahaman terhadap para penambang tradisional di Wonocolo terkait pentingnya aspek HSSE.

"Kita perlu pendekatan yang baik terhadap para penambang, bapak-bapak sekalian (BBS dan TTM). Aspek keselamatan sangat penting, namun kita tidak bisa mengabaikan kebutuhan ekonomi masyarakat di Wonocolo," ujar Deddy.

Menurut Deddy, pemahaman itu butuh waktu. Misal dilakukan hari ini, tentu besok tidak langsung bisa berjalan. Yang paling penting tidak patah semangat untuk terus berupaya.

Deddy mencontohkan bagaimana agar jumlah penambang yang bersedia menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terus bertambah. "Misal BBS membagikan APD untuk para penambang, coba bahannya yang lebih nyaman namun tetap anti-bakar," tuturnya.

Eks General Manager Pertamina Algeria EP tersebut juga menyempatkan diri melihat kegiatan penambang di sumur D-80 yang menjadi sumur percontohan. Acara MWT dilanjutkan dengan kunjungan manajemen Asset 4 ke Field Sukowati.

MWT sendiri merupakan agenda rutin yang digelar manajemen Pertamina EP guna memastikan kondisi dan keandalan sumur maupun fasilitas produksi yang berada di wilayah kerja mereka dalam kondisi baik. Selain itu, meyakinkan tim di lapangan termasuk kontraktor mengerti hazard dan resiko dari pekerjaan sehingga memahami control measure-nya sehingga bahaya bisa diminimimalisasi dan tidak berdampak ke masyarakat. Pasalnya, bagi manajemen Asset 4, kerja sama tim dan komunikasi adalah hal yang sangat penting dalam pengelolaan operasi di lapangan, termasuk kesiapan dalam keadaan darurat.

Tag : pertamina, ep, asset 4, field, cepu, manajemen



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Tuesday, 23 November 2021 19:30

    Dewan Pers Verifikasi Faktual Media blokBojonegoro.com

    Dewan Pers Verifikasi Faktual Media blokBojonegoro.com Komisioner Dewan Pers, Agus Sudibyo melakukan proses verifikasi faktual untuk media blokBojonegoro.com, media lokal yang berkantor di Jalan KS Tubun Gang Srinayan No.3 Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Selasa (23/11/2021) sore....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 November 2021 14:00

    Resensi

    Dibalik Buku 00.00

    Dibalik Buku 00.00 Buku judul 00.00 merupakan karya kedua dari Anugrah Ameylia Falensia atau yang kerap dikenal dengan panggilan Amey atau cumi oleh teman-teman maupun para teman pembacanya....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more