19:00 . Sambut Peringatan HSN, Himatika Gelar Webinar Era Digital dengan Gus Romzi   |   18:00 . Khitan Massal Infaqo Attanwir Warnai Peringatan Maulid Nabi   |   17:00 . Baru Terbentuk, Pengkab ISSI Bojonegoro Berangkatkan Belasan Atlet Ikut Kejurprov   |   16:00 . Dinas PMD Bojonegoro Luncurkan Aplikasi Siap Desa   |   15:00 . Pemdes Ngampel Gelar Lomba Senam dan Berbagi Ratusan Sembako   |   13:00 . Harga Daging Ayam Merangkak Naik   |   12:00 . Puluhan Kader IPNU IPPNU Mengikuti Diklatama DKAC CBP KPP Balen   |   11:00 . PC IKA PMII Bojonegoro Dilantik PB IKA PMII   |   10:00 . PC IKA PMII Bojonegoro Resmi Dilantik   |   07:00 . Update 10 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia: Perbedaan dan Efek Sampingnya   |   18:00 . Dukung Potensi Atlet, Pemkab Bojonegoro Segera Luncurkan KPOB   |   13:00 . Kemendag Mengungkap 31.553 Depot Air Minum Tidak Higienis   |   12:00 . 34 Daerah di Jatim Masuk Asesmen Level 1   |   08:00 . DPRD Sepakati Kenaikan Tamsil GTT/PTT Hingga Realisasi Beasiswa dan Rehab Ruang Belajar   |   07:00 . Jangan Dijadikan Kebiasaan, Ini 3 Dampak Buruk Mengucek Mata   |  
Mon, 18 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Menengok Wujud Toleransi di Desa Kolong

blokbojonegoro.com | Friday, 25 December 2020 17:00

Menengok Wujud Toleransi di Desa Kolong

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Momentum Natal menjadi kegiatan yang dinanti untuk dirayakan oleh Umat Kristiani. Berbagai budaya dan tradisi dari masing-masing daerah menjadi ciri khas saat menyambut Natal.

Di Dusun Kedungdowo, Desa Kolong Kecamatan Ngasem masyarakatnya tanpak kebiasaan saling hormat-menghormati antar sesama pemeluk agama. Salah satunya dengan saling menyampaikan ucapan selamat pada perayaan hari raya masing-masing agama yang hidup dan diakui di bumi Pancasila ini.

Yohanes Parlan, Ketua Setasi Gereja Dusun Kedungdowo mengatakan, di perayaan Natal tahun lalu kaum nasrani yang ada di Dusun Kedungdowo selalu mengundang warga sekitar dan Perangkat Desa untuk ikut berkumpul guna duduk bersama di hari yang sakral bagi kaum kristiani. Guna untuk tasyakuran dan makan bersama.

"Tapi untuk Natal kali ini tidak bisa seperti tahun-tahun kemarin dikarenakan adanya pandemi ini, bahkan yang mengikuti ibadah di Gereja dibatasi, dari umur 12-60 tahun saja yang boleh ikut," ujar Parlan saat ditemui awak media.

Selain itu umat Islam di Desa Kolong ini sangat toleransi sekali. Dibuktikan dengan adanya penjagaan di gereja dari Barisan Ansor Serbaguna.

Sigit Prastiyoko anggota Banser mengatakan, tetangga memiliki posisi penting dalam Islam yang mesti mendapat perhatian. Baik terhadap tetangga menjadi tolak ukur orang itu beriman.

"Jadi meskipun kita berbeda kita harus menjunjung tinggi nilai toleransi terhadap semua manusia, khususnya tetangga kita sendiri seperti saat ini," ujar pria kelahiran tahun 2000 itu. [her/lis]

Tag : Natal, gereja, banser



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat