17:00 . Trend Baju Lebaran 2021, Model Simpel Praktis Era New Normal   |   15:00 . Penjual Hampers Habiskan 1500 Paket Selama Ramadan   |   13:00 . Dihantam CB, Pengendara Supra Meninggal Seketika di Tempat   |   12:00 . 262 Pasangan Muda Ajukan Dispensasi Kawin   |   10:00 . Olah Sayur Jadi Berbagai Cemilan, Penjualan Hingga Mancanegara   |   08:00 . Kebakaran Hanguskan 10 Bidak Pasar Ayam Bojonegoro   |   07:00 . Tips Memperbaiki Kesehatan Keuangan Pasca Lebaran   |   19:00 . Ini Syarat Naik Kereta Api Jarak Jauh Saat Larangan Mudik   |   18:00 . Nabung Emas Jadi Pilihan Investasi Menguntungkan Selama Pandemi   |   16:00 . Produksi Minuman Herbal Kekinian Wanita Asal Kapas Raup Omzet Belasan Juta   |   14:00 . Lebaran, Penumpang Perahu di Tambangan Sarirejo Meningkat   |   11:00 . Korsleting Listrik, Rumah Warga Kuncen Ludes Terbakar   |   08:00 . Petugas Gabungan Perketat Titik Penyekatan Kedewan-Cepu   |   07:00 . Menjaga Kesehatan di Hari Idul Fitri di Masa Pandemi Covid-19   |   19:00 . Pasca Macet....!!! Jembatan Glendeng Ditutup   |  
Sun, 16 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pemuda Ngasem Kembagkan Pupuk Organik untuk Pertanian

blokbojonegoro.com | Tuesday, 23 March 2021 18:00

Pemuda Ngasem Kembagkan Pupuk Organik untuk Pertanian

Reporter: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Pupuk kompos atau pupuk padat organik memang tidak sepopuler pupuk kimia yang beredar di pasaran. Permasalahan yang sering terjadi adalah minimnya warga yang memanfaatkan dengan benar pupuk organik dari kotoran hewan ternak.

Para petani lebih tertarik menggunakan pupuk kimia karena dirasa lebih praktis dan mudah didapat. Berbeda halnya dengan pupuk padat yang perlu waktu dan tenaga untuk membuatnya, belum lagi sugesti yang mengatakan bahwa pupuk kimia memiliki dampak lebih baik dari pada pupuk organik.

Padahal sebenarnya pupuk organik mempunyai kualitas yang tidak kalah dalam hal pemberian nutrisi pada tanah dan tumbuhan. Hanya saja reaksi yang ditimbulkan pupuk organik memang lebih lambat dari pada pupuk kimia.

Pemuda asal Kecamatan Ngasem, Ahmad Arif (33) warga Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro berhasil melakukan berbagai inovasi, salah satunya membuat fermentasi pupuk kandang dari kotoran sapi.

"Dengan alat sederhana, alhamdulilah saya bisa membuat biogas, walaupun kapasitasnya masih sedikit," ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Dia menjelaskan, media tanam ini dihasilkan dari kotoran sapi, ini sebelumnya ditampung dalam wadah yang tertutup kemudian difermentasi selama kurang lebih 14 hari.

"Kotoran sapi yang ada tidak saya buang tapi saya manfaatkan menjadi pupuk kandang dengan ditambah abu sekam padi dan serbuk kayu, setiap minggu saya bisa memproduksi sekitar 1 kwintal pupuk kandang," katanya.

Dia mengaku, tidak ada kendala dalam pembuatan pupuk organik ini, akan tetapi masal muncul untuk pemasarannya, sehingga dia bekerjasama dengan para reseler yang lebih mahir dalam penjualan pupuk tersebut. [her/mu]

Tag : pupuk organik, pupuk kandang, cara membuat pupuk organik

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat