20:00 . Air Terjun Kedung Peti, Wisata Alam Tersembunyi di Bojonegoro   |   19:00 . Pemkab Bojonegoro Targetkan 11.000 unit RLTH Rampung Direhab Hingga Tahun 2023   |   18:00 . Pasca Idul Fitri, 2 Tempat Wisata Bojonegoro ini Ramai Pengunjung   |   17:00 . Lebih Mudah, Bayar Iuran JKN-KIS Lewat Aplikasi Mobile JKN   |   16:00 . Patroli PMI Bojonegoro Himbau Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan   |   15:00 . 40 Peristiwa Kebakaran Dari Januari Hingga Saat Ini   |   14:00 . Ladu, Jajanan Tempo Dulu Saat Lebaran di Kanor   |   13:00 . Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi, Dinas-Dinas Lakukan Kajian Ulang   |   12:00 . Pimpin Apel Hari Pertama Pasca Lebaran, ini Pesan Bupati Bojonegoro   |   11:00 . Bingung Cara Melaporkan Peserta JKN-KIS yang Meninggal Dunia? Begini Solusinya...   |   10:00 . Antisipasi Kekeringan BPBD Imbau Warga Hemat Air Bersih   |   08:00 . Berawal dari Hobi Cosplay, Hingga Menjadi Usaha Kostum   |   07:00 . Waktu Ideal untuk Bermain dengan Kucing   |   17:00 . Trend Baju Lebaran 2021, Model Simpel Praktis Era New Normal   |   15:00 . Penjual Hampers Habiskan 1500 Paket Selama Ramadan   |  
Tue, 18 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Program Padi SRI Organik Pertamina EP Hasilkan Pendapatan Empat Kali Lipat

blokbojonegoro.com | Friday, 26 March 2021 21:00

Program Padi SRI Organik Pertamina EP Hasilkan Pendapatan Empat Kali Lipat

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Program Padi SRI Organik terus dikembangkan oleh Pertamina EP dengan menggandeng Aliksa. Hal ini tidak lepas keberhasilan hasil panen mitra binaan Pertamina EP Asset 4 Cepu Field Bina Alam Sri yang mencapai 9,3 ton per hektar (Ha) awal Maret 2021. 

“Hasil tersebut terhitung menggembirakan karena menurut data dari tim Aliksa secara umum produksi tertinggi 8,4 ton/Ha,” ujar Kautsar Restu Yuda, CSR Staff Pertamina EP Asset 4 Cepu Field, Jumat (26/3/2021). 

Hal tersebut diamini Direktur Aliksa, Alik Sutaryat. Ia menuturkan, sebegai perbandingan produktivitas padi konvensional terendah 4,5 ton/Ha. Sementara tertinggi 5,8 ton/Ha. 

"Produktivitas panen padi dengan metoda SRI Organik secara umum antara 6,3 hingga 8,4 ton/Ha,” ucapnya. 

 Keunggulan beras yang dipanen dari program SRI Organik tidak hanya dalam aspek produktivitas, namun juga harga jual. 

“Harga beras SRI Organik rata-rata di nilai Rp 15.000 per kilogram (Kg). Sedangkan beras konvensional hanya Rp 10.000 per Kg,” tambah Alik.

Jika dihitung pendapatan per hektar dalam satu musim tanam, maka petani SRI Organik memperoleh penghasilan 32.800.000/Ha. Sementara itu untuk petani konvensional hanya seperempatnya atau Rp8.200.000/Ha. 

Selain dari aspek keberhasilan produktivitas dan pendapatan, program ini juga berkembang secara luasan lahan. Mulai dari 2,6 hektare (ha) saat panen perdana menjadi 13,36 Ha pada awal 2021. 

"Bersama rekan-rekan Aliksa, kami menargetkan luasan lahan kelompok mencapai 20 Ha,” ucap Restu lagi. 

Restu berharap ketertarikan para petani di wilayah lain bertambah. Untuk saat ini program tersebut sudah meluas dari Desa Bajo ke desa-desa sekitar di Kecamatan Kedungtuban dan diharapkan bisa menjangkau kecamatan lain, khususnya ring satu perusahaan. [ito/col]

 

Tag : Pertamina, bantuan, padi, organik

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat