20:00 . Pendaftaran CASN Diundur Hingga Akhir Juni   |   19:00 . Polres Bojonegoro Bagikan Ratusan Paket Sambako untuk Petugas Medis   |   18:00 . Harga Daging Ayam Merangkak Naik   |   16:00 . DEN Bantu  Pembangunan Rendah Karbon Industri Hulu Migas   |   11:00 . Bojonegoro Terus Berbenah   |   08:00 . Dalane Bojonegoro Wis 'Nglenyer'   |   07:00 . Orangtua, Ini Pentingnya Bantu Anak Atur Emosi   |   22:00 . Menikmati Keindahan Bukit Atas Angin di Malam Hari   |   21:00 . Momentum Hari Bhayangkara Ke - 75 Polres Bojonegoro Gelar Donor Darah   |   20:00 . Jadikan Sedekah Sebagai Kunci yang Diberikan Orang Tua untuk Sukses   |   19:00 . Duh...! Terus Meningkat, Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di Bojonegoro 43 Orang   |   18:00 . Kurang Konsentrasi, Toyota Vios Tabrak Pembatas Jembatan di Mayangkawis   |   17:00 . Melalui Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Bupati Anna Imbau Terus Tingkatkan Prokes   |   16:00 . Mahasiswa Bidikmisi Unu Sunan Giri Tandatangani Kontrak Perjanjian   |   15:00 . Jelang Idul Adha, Penjual Tusuk Sate Mulai Menggelar Lapak   |  
Sat, 19 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pasien Sembuh di Indonesia Semakin Meningkat Mencapai 1.336.818 Orang

blokbojonegoro.com | Tuesday, 30 March 2021 11:00

Pasien Sembuh di Indonesia Semakin Meningkat Mencapai 1.336.818 Orang

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Perkembangan pasien sembuh per 29 Maret 2021, jumlahnya sudah melebihi angka 1,3 juta orang atau angka tepatnya bertambah menjadi 1.336.818 orang dengan persentasenya di angka 89,1%. Angka kesembuhan kumulatif ini meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 5.418 orang.

Terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Diantaranya Jawa Barat menambahkan 1.370 orang dan kumulatifnya 220.309 orang, DKI Jakarta menambahkan 1.008 orang dan kumulatifnya yang tertinggi mencapai 366.542 orang, Jawa Tengah menambahkan 896 orang dan kumulatifnya 124.835 orang, Kalimantan Timur menambahkan 300 orang dan kumulatifnya 58.585 orang, serta Jawa Timur menambahkan 283 orang dan kumulatifnya 127.092 orang.

Lalu, pada perkembangan program vaksinasi Covid-19 jumlah penerimanya meningkat melebihi 7 juta orang atau angka tepatnya 7.394.421 orang. Peningkatan ini dengan adanya tambahan penerima vaksin harian sebanyak 151.219 orang. Sedangkan yang menerima vaksinasi kedua jumlahnya meningkat menjadi 3.313.494 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berjumlah 40.349.051 orang.

Selanjutnya, melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, berkurang sebanyak 542 kasus dan jumlah totalnya menurun menjadi 123.694 kasus dengan persentasenya di angka 8,2%. Meski demikian pasien terkonfirmasi positif melalui metode pemeriksaan RT-PCR/TCM dan rapid antigen, bertambah sebanyak 5.008 kasus. Dengan jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama mencapai 1.501.093 kasus.

Pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni Jawa Barat menambahkan 1.610 kasus dan kumulatifnya 248.396 kasus, DKI Jakarta menambahkan 1.014 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 380.706 kasus, Jawa Tengah menambahkan 388 kasus dan kumulatifnya 167.664 kasus, Banten menambahkan 328 kasus dan kumulatifnya 36.490 kasus serta Kalimantan Selatan menambahkan 275 kasus dan kumulatifnya 27.394 kasus.

Untuk pasien meninggal juga bertambah sebanyak 132 kasus dan kumulatifnya mencapai 40.581 kasus atau persentasenya di angka 2,7% dari pasien terkonfirmasi positif. Terdapat 5 provinsi dengan angka kematian tertinggi harian diantaranya Jawa Tengah menambahkan 39 kasus dan kumulatifnya 7.246 kasus, Jawa Timur menambahkan 26 kasus dan kumulatifnya yang tertinggi sejumlah 9.854 kasus, DKI Jakarta menambahkan 22 kasus dan kumulatifnya 6.323 kasus, Bali menambahkan 7 kasus dan kumulatifnya 1.119 kasus, serta Jawa Barat menambahkan 6 kasus dan kumulatifnya 3.141 kasus.

Selain itu, dari hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, spesimen selesai diperiksa RT-PCR/TCM dan rapid antigen per hari sebanyak 46.933 spesimen dan kumulatifnya 12.558.963 spesimen. Sementara jumlah kumulatif spesimen positif sebanyak 2.566.204 spesimen. Jumlah kumulatif spesimen negatif sebanyak 8.333.795 spesimen. Positivity rate spesimen harian di angka 17,39% dan positivity rate spesimen mingguan (21 - 27 Mar) di angka 18,83%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 97 spesimen.

Untuk jumlah orang yang diperiksa ada 39.042 orang dan kumulatifnya 8.396.863 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 6.895.770 orang termasuk tambahan sebanyak 34.034 orang. Sementara positivity rate orang harian di angka 12,83% dan positivity rate orang mingguan (21 - 27 Mar) di angka 11,52%. Untuk jumlah suspek tercatat ada 59.473 kasus. Dan sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

Tag : dana, bos, sekolah, ingat pesan ibu, pakai masker, covid 19, virus corona, satgas covid 19, lawan covid 19, lawan corona, satgas, pembatasan kegiatan, vaksin, jatah vaksin bojonegoro, jaga jarak, hindari kerumunan, cuci tangan pakai sabun, vaksinasi

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more