20:00 . Air Terjun Kedung Peti, Wisata Alam Tersembunyi di Bojonegoro   |   19:00 . Pemkab Bojonegoro Targetkan 11.000 unit RLTH Rampung Direhab Hingga Tahun 2023   |   18:00 . Pasca Idul Fitri, 2 Tempat Wisata Bojonegoro ini Ramai Pengunjung   |   17:00 . Lebih Mudah, Bayar Iuran JKN-KIS Lewat Aplikasi Mobile JKN   |   16:00 . Patroli PMI Bojonegoro Himbau Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan   |   15:00 . 40 Peristiwa Kebakaran Dari Januari Hingga Saat Ini   |   14:00 . Ladu, Jajanan Tempo Dulu Saat Lebaran di Kanor   |   13:00 . Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi, Dinas-Dinas Lakukan Kajian Ulang   |   12:00 . Pimpin Apel Hari Pertama Pasca Lebaran, ini Pesan Bupati Bojonegoro   |   11:00 . Bingung Cara Melaporkan Peserta JKN-KIS yang Meninggal Dunia? Begini Solusinya...   |   10:00 . Antisipasi Kekeringan BPBD Imbau Warga Hemat Air Bersih   |   08:00 . Berawal dari Hobi Cosplay, Hingga Menjadi Usaha Kostum   |   07:00 . Waktu Ideal untuk Bermain dengan Kucing   |   17:00 . Trend Baju Lebaran 2021, Model Simpel Praktis Era New Normal   |   15:00 . Penjual Hampers Habiskan 1500 Paket Selama Ramadan   |  
Tue, 18 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Perempuan Asal Bojonegoro Diamankan Satpol PP Tuban di Eks Lokalisasi Gandul

blokbojonegoro.com | Saturday, 17 April 2021 10:00

Perempuan Asal Bojonegoro Diamankan Satpol PP Tuban di Eks Lokalisasi Gandul

Reporter: Ali Imron/blokTuban.com

blokBojonegoro.com - Seorang perempuan berinial RP (18) asal Kabupaten Bojonegoro diamankan petugas Satpol PP Kabupaten Tuban di eks lokalisasi Gandul Desa Gesing, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban Jawa Timur, pada Jumat (16/4/2021) siang.

Perempuan berbaju motif bunga itu terindikasi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) di Tuban. Ia kepergok petugas patroli sendirian di rumahnya. Saat ditanya jawabannya bertele-tele, akhirnya dibawa petugas.

"Dari usia perempuan ini masih anak-anak karena kurang dari 18 tahun," ujar Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Tuban, Sugeng Sutoto kepada reporter blokTuban.com, Sabtu (17/4/2021).

Dari pengakuan RP, ia menikah siri dengan pemuda asal Desa Gesing berinial KK (26) pada bulan Desember 2020 lalu. RP memiliki latar belakang keluarga keras dan dililit hutang.

Hal itulah yang mendorongnya meninggalkan rumah dengan harapan bisa bekerja layak di Kabupaten Tuban. Setelah sah menjadi istri, RP sering di rumah sendirian. Saat itulah ia mengaku sering membuka jasa layanan kepada lelaki hidung belang.

"Pengakuannya kalau suaminya tidak ada uang, justru RP yang memenuhi kebutuhan keluarga," imbuhnya.

Karena belum genap usia 18 tahun, Satpol PP tidak serta merta menjustifikasi RP sebagai PSK. RP kemudian dibawa ke Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tuban.

Petugas Dinsos Tuban kemudian komunikasi dengan Dinsos Bojonegoro untuk disambungkan keluarga. Tak butuh waktu lama, ayah RP dan petugas Dinsos Bojonegoro tiba dan menjemput RP untuk dibawa pulang.

"Kami beri edukasi supaya RP tidak bekerja lagi dengan melayani hidung belang," pungkasnya. [ali/mu]

Tag : pendidikan, kesehatan, satpol pp

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat