20:30 . Bojonegoro Siap Menjadi Kabupaten ODF Tahun 2021   |   20:00 . Panen Raya, Harga Gabah Anjlok, Petani Meradang   |   17:00 . Panen, Harga Gabah Turun   |   16:00 . Dua Pemuda Sukses Mewakili Bojonegoro di Ajang Pemuda Pelopor   |   14:00 . Meminimalisir Penyebaran¬† Covid-19, Petugas Gabungan Lakukan Penyemprotan Disinfektan¬†   |   13:00 . Tak Hanya Gabah, Harga Beras Juga Turun   |   12:00 . Pagu 26 SMA dan SMK di Bojonegoro Tak Terpenuhi   |   08:00 . Jebakan Tikus di Rengel Tuban Makan Korban   |   07:00 . Mitos, Ahli Buktikan Vaksin Covid-19 Tak Rusak Kualitas Sperma!   |   22:00 . Mantan Pemain Persibo Ditunjuk Arsiteki Persibo   |   21:00 . Diguyur Hujan, Tembakau di Sukosewu Tergenang Air dan Terancam Mati   |   19:00 . Bojonegoro Jadi Lokasi Produksi Film Nasional   |   18:00 . Dharmo Squad: Latihan Dua Minggu Raih Juara Thengul X HipHop Dance   |   17:00 . Pengakuan Nasabah Agar Aman Manfaatkan Pinjol   |   16:00 . Pemkab Bojonegoro¬† Berikan Penyuluhan Pencegahan Perkawinan Usia Dini dan KDRT di Tambakrejo   |  
Tue, 22 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 1.455.065 Orang

blokbojonegoro.com | Monday, 19 April 2021 09:00

Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 1.455.065 Orang

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Perkembangan pasien sembuh per 18 April 2021, jumlahnya sudah melebihi angka 1,4 juta orang atau angka tepatnya bertambah menjadi 1.455.065 orang dengan persentasenya di angka 90,7%. Angka kesembuhan kumulatif ini meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 4.873 orang.

Terdapat lima provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Diantaranya Jawa Tengah menambahkan 1.358 orang dan kumulatifnya 151.279 orang, DKI Jakarta menambahkan 969 orang dan kumulatifnya yang tertinggi mencapai 385.549 orang, Jawa Barat menambahkan 407 orang dan kumulatifnya 234.403 orang, Riau menambahkan 279 orang dan kumulatifnya 35.239 orang serta Banten menambahkan 249 orang dan kumulatifnya 42.975 orang.
 
Lalu, pada perkembangan program vaksinasi COVID-19 jumlah penerimanya meningkat melebihi 10 juta orang atau angka tepatnya 10.828.419 orang. Peningkatan ini dengan adanya tambahan penerima vaksin harian sebanyak 27.175 orang. Sedangkan yang menerima vaksinasi kedua jumlahnya meningkat menjadi 5.910.921 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berjumlah 40.349.049 orang.

Selanjutnya, melihat jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan, berkurang sebanyak 384 kasus dan jumlah totalnya menurun menjadi 105.859 kasus dengan persentasenya di angka 6,6%. Meski demikian pasien terkonfirmasi positif melalui metode pemeriksaan RT-PCR/TCM dan rapid antigen, bertambah sebanyak 4.585 kasus. Dengan jumlah kumulatifnya, atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga , mencapai 1.604.348 kasus.

Pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni DKI Jakarta menambahkan 950 kasus dan kumulatifnya masih yang tertinggi mencapai 399.075 kasus, Jawa Barat menambahkan 769 kasus dan kumulatifnya 266.887 kasus, Jawa Tengah menambahkan 396 kasus dan kumulatifnya 178.456 kasus, Riau menambahkan 330 kasus dan kumulatifnya 38.883 kasus serta Jawa Timur menambahkan 241 kasus dan 144.426 kasus.

Untuk pasien meninggal juga bertambah sebanyak 96 kasus dan kumulatifnya mencapai 43.424 kasus atau persentasenya di angka 2,7% dari pasien terkonfirmasi positif. Terdapat 5 provinsi dengan angka kematian tertinggi harian diantaranya Jawa Timur menambahkan 16 kasus dan kumulatifnya yang tertinggi sejumlah 10.377 kasus, DKI Jakarta menambahkan 13 kasus dan kumulatifnya 6.499 kasus, Bali menambahkan 10 kasus dan kumulatifnya 1.250 kasus, Jawa Barat menambahkan 9 kasus dan kumulatifnya 3.497 kasus, serta Jawa Tengah menambahkan 8 kasus dan kumulatifnya 7.602 kasus.

Selain itu, dari hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, spesimen selesai diperiksa RT-PCR/TCM dan rapid antigen per hari sebanyak 38.619 spesimen dan kumulatifnya 13.815.429 spesimen. Sementara jumlah kumulatif spesimen positif sebanyak 2.779.178 spesimen. Jumlah kumulatif spesimen negatif sebanyak 9.374.415 spesimen. Positivity rate spesimen harian di angka 17,54 % dan positivity rate spesimen mingguan (11 - 17 April 2021) di angka 16,77%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 55 spesimen.

Untuk jumlah orang yang diperiksa ada 31.280 orang dan kumulatifnya 9.280.005 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatifnya meningkat menjadi 7.675.657 orang termasuk tambahan sebanyak 26.695 orang. Sementara positivity rate orang harian di angka 14,66% dan positivity rate orang mingguan (11 - 17 April 2021) di angka 12,13%. Untuk jumlah suspek tercatat ada 61.694 kasus. Dan sebaran wilayah masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota.

Tag : vaksin, ingat pesan ibu, pakai masker, covid 19, virus corona, satgas covid 19, lawan covid 19, lawan corona, satgas, pembatasan kegiatan, jatah vaksin bojonegoro, jaga jarak, hindari kerumunan, cuci tangan pakai sabun, vaksinasi

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more