07:00 . Gejala Serangan Jantung, Ini Perbedaannya pada Wanita dan Pria   |   03:01 . Tawarkan Suasana Baru, Go Fun Buka Kembali Hari Ini   |   19:00 . Serap Aspirasi, Komisi B Peduli Nasib Petani   |   16:00 . Gaji Buruh Tertunda Disnaker Bojonegoro Turun Tangan   |   15:00 . SMKN 5 Bojonegoro Berbagi Takjil   |   14:00 . Layani Penumpang Non Mudik, Bus di Terminal Rajekwesi Mulai Beroperasi   |   13:00 . Komisi C Akan Selidiki Masalah Demo Karyawan PT Shou Fong Lastindo   |   12:00 . Disinyalir THR Kecil, Karyawan PT Shou Fong Lastindo Mogok Kerja   |   11:00 . Larangan Mudik, Tinggal Dua Kereta yang Tetap Jalan   |   09:00 . Jelang Lebaran, Diana Hargianti Rutin Berbagi Kepada Sesama   |   08:00 . PWI Bojonegoro dan Pertamina EP Cepu Berbagi Bersama Yatim   |   07:00 . Alami Diabetes Selama Kehamilan, Waspada 4 Efek Berikut pada Janin   |   19:00 . Bus AKDP Masih Diperbolehkan Operasi, Begini Persyaratannya   |   18:00 . DKR Balen Berikan Santunan Anak Yatim   |   17:00 . Terminal Sepi, Bus Tidak Ada yang Beroperasi   |  
Sat, 08 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Peringatan Hari Kartini PAC IPPNU Kanor Gelar Bedah Film

blokbojonegoro.com | Sunday, 25 April 2021 22:00

Peringatan Hari Kartini PAC IPPNU Kanor Gelar Bedah Film

Kontributor: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Masih dalam serangkaian peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April, berbagai kegiatan turut diperingati kaum wanita di seluruh Indonesia. Tak terkecuali PAC IPPNU Kecamatan Kanor juga turut menggelar bedah film Kartini. Minggu, (25/04/2021). 

Film ini mengisahkan perjuangan nyata seorang Kartini, pahlawan wanita yang paling populer di Indonesia. Di Indonesia pada awal tahun 1900 Masehi, wanita tidak diperbolehkan memperoleh pendidikan yang tinggi. Bahkan untuk para ningrat sekalipun. 

"Wanita ningrat Jawa saat itu hanya diharapkan menjadi Raden Ayu dan menikah dengan seorang pria ningrat," ungkap Pemateri bedah film Kartini, Intan Setyani. 

Kartini tumbuh dengan melihat langsung bagaimana Ibu Kandungannya yang bernama Ngasirah, menjadi orang terbuang di rumahnya sendiri. Dianggap pembantu hanya karena tidak memiliki darah ningrat. 

"Sang Ayah Raden Sosroningrat yang amat mencintai Kartini dan keluarganya tidak berdaya melawan tradisi saat itu. Kartini terus berjuang sepanjang hidupnya untuk memperjuangkan kesetaraan hak pendidikan terutama bagi kaum wanita," imbuhnya. 

Bersama kedua saudarinya, Roekmini dam Kardinah. Kartini membuat sekolah untuk kaum miskin dan menciptakan lapangan kerja bagi rakyat di sekitar Jepara. 

"Film Kartini ini merupakan perjalan yang penuh emosian dari sosok kaum pergerakan wanita Pribumi yang saat itu harus melawan tradisi yang dianggap sakral. Bahkan menentang keluarganya sendiri untuk memperjuangkan kesetaraan hak bagi semua orang di Indonesia," paparnya. 

Hal senada juga disampaikan oleh pemantik bedah film Kartini, Maulina Alfiyana, menurutnya film yang diproduksi pada tahun 2017 tersebut dinilai mampu memperkuat karakter baik generasi muda, khususnya perempuan di Indonesia. 

"Kita ketahui bersama RA Kartini merupakan sosok yang mendobrak keterbatasan kaum perempuan di Indonesia," sambung Maulina Alfiyana. 

Pihaknya juga berharap, acara nonton bareng film Kartini tersebut nantinya mampu memberikan edukasi kepada generasi muda Nahdatul Ulama (NU) mengenai kesetaraan gender dalam bidang pendidikan. 

Selain itu, generasi muda perempuan juga diharapkan lebih percaya diri untuk berkarya dan membangkitkan kualitas kehidupan di masa mendatang. 

"Sejatinya kedudukan laki-laki dan perempuan derajatnya sama sebagai manusia. Termasuk sama dan berhak atas akses pendidikan secara setara, yang membedakan perempuan dan laki-laki di hadapan Tuhan hanyalah ketakwaan," pungkasnya. [liz/lis]

 

Tag : IPNU, Ippnu, Kartini

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat