07:00 . Gejala Serangan Jantung, Ini Perbedaannya pada Wanita dan Pria   |   03:01 . Tawarkan Suasana Baru, Go Fun Buka Kembali Hari Ini   |   19:00 . Serap Aspirasi, Komisi B Peduli Nasib Petani   |   16:00 . Gaji Buruh Tertunda Disnaker Bojonegoro Turun Tangan   |   15:00 . SMKN 5 Bojonegoro Berbagi Takjil   |   14:00 . Layani Penumpang Non Mudik, Bus di Terminal Rajekwesi Mulai Beroperasi   |   13:00 . Komisi C Akan Selidiki Masalah Demo Karyawan PT Shou Fong Lastindo   |   12:00 . Disinyalir THR Kecil, Karyawan PT Shou Fong Lastindo Mogok Kerja   |   11:00 . Larangan Mudik, Tinggal Dua Kereta yang Tetap Jalan   |   09:00 . Jelang Lebaran, Diana Hargianti Rutin Berbagi Kepada Sesama   |   08:00 . PWI Bojonegoro dan Pertamina EP Cepu Berbagi Bersama Yatim   |   07:00 . Alami Diabetes Selama Kehamilan, Waspada 4 Efek Berikut pada Janin   |   19:00 . Bus AKDP Masih Diperbolehkan Operasi, Begini Persyaratannya   |   18:00 . DKR Balen Berikan Santunan Anak Yatim   |   17:00 . Terminal Sepi, Bus Tidak Ada yang Beroperasi   |  
Sat, 08 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Gandeng Lazismu, RSA Wujudkan Filantropi Berkesinambungan

blokbojonegoro.com | Tuesday, 27 April 2021 18:00

Gandeng Lazismu, RSA Wujudkan Filantropi Berkesinambungan

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Berbagai inovasi dan pembengembangan kelembagaan dilakukan Rumah Sakit 'Aisyiyah (RSA) Kabupaten Bojonegoro. Selain meluncurkan aplikasi Halo RSA, pihak rumah sakit juga menggandeng Lazismu sebagai bentuk mewujudkan Filantropi berkesinambungan, dengan ditandainya peresmian Kantor Layanan Lazizmu RS ‘Asiyiyah Bojonegoro (KLL RSA), Selasa (27/4/2021).

Wadir Administrasi dan Keuangan RS 'Aisyiyah Bojonegoro, Iin Rahayu menuturkan, RS ‘Aisyiyah Bojonegoro bersinergi dengan Lazizmu dalam upaya penghimpunan serta pendistribusian dana zakat dan juga infaq yang diamanahkan oleh karyawan RSA, dokter dan juga keluarga pasien di RSA.

"Oleh karena itu pelayanan kepada muzakki maupun mustahik harus dilakukan secara baik dan profesional. Bertepatan dengan 15 Ramadhan 1442 Hijriyah atau 27 April 2021, dilaksanakan peresmian Kantor Layanan Lazizmu RS ‘Asiyiyah Bojonegoro (KLL RSA)," tuturnya.

Menurutnya, dengan adanya KLL RSA ini harapannya kedepan program filantropi di RSA akan terus berkembang. Dari dana zakat serta infaq yang diamanahkan, KLL RSA akan mempunyai banyak kesempatan untuk melaksanakan kegiatan sosial baik di internal RSA (pasien kurang mampu) dan atau di lingkungan sekitar.

Filantropi ini sejatinya tindakan seseorang yang mencintai sesama manusia serta nilai kemanusiaan, sehingga menyumbangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk menolong orang lain. Dalam memberikan dukungan bagi sektor kesehatan, pelaku filantropi kesehatan itu berperan sebagai donatur atau penyumbang, lembaga perantara dan pelaksana program.

Pelaku filantropi kesehatan baik individu maupun institusi, berkontribusi pada perwujudan dan peningkatan kualitas kesehatan dalam masyarakat lewat upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan suportif. "Filantropi kesehatan juga bisa mendukung dan melengkapi sistem pembiayaan kesehatan melalui sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," terang Bu Iin.

Dicontohkan Bu Iin, pemerintah tidak menanggung biaya tidak langsung dalam pelayanan kesehatan. Biaya tersebut misalnya terkait pada kebutuhan non-medis pasien, seperti transportasi pasien, dan biaya penunggu keluarga pasien.

Sehingga bagi pasien yang tidak mampu, biaya ini dapat memberatkan dan berpotensi dalam menghalangi pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan. "Disinilah filantropi bisa mendukung indirect cost sehingga bisa jadi penopang dan pendukung sistem JKN yang dikembangkan pemerintah. Semoga kedepan KLL RSA bisa terus memberikan manfaat untuk masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya," jelasnya.

Seperti diketahui, Muhammadiyah merupakan organisasi masyarakat Islam yang didirikan tahun 1912, merupakan salah satu contoh organisasi agama yang menyediakan pelayanan sosial. Pasalnya Muhammadiyah mengelola puluhan ribu lembaga pendidikan tingkat pra sekolah hingga perguruan tinggi, ratusan Rumah Sakit, rumah bersalin dan ribuan panti sosial yang tersebar di seluruh wilayah nusantara. Sehingga ini menjadi contoh tradisi tua dari Filantropi berbasis komunitas yang menyediakan pelayanan sosial di Indonesia.

Sedangkan Lazismu (Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah) merupakan lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya, baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

Melalui spirit kreatifitas dan inovasi, Lazismu senantiasa menproduksi program-program pendayagunaan yang mampu menjawab tantangan perubahan dan problem sosial masyarakat yang berkembang.

"Berdirinya Lazismu dimaksudkan sebagai institusi pengelola zakat dengan manajemen modern yang dapat menghantarkan zakat menjadi bagian dari penyelesai masalah (problem solver) sosial masyarakat yang terus berkembang," pungkasnya. [zid/ito]

Tag : filantropi, rsa, bojonegoro, kll

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat