17:00 . Jelang Lebaran, Pendapatan Salon Meningkat   |   16:00 . 99,13 Persen Warga Bojonegoro Terintegrasi JKN-KIS   |   15:00 . Harga Jilbab Merangkak Naik, Jelang Lebaran Pembeli Juga Meningkat   |   14:00 . Kapolres Bojonegoro Imbau Warga Tidak Melakukan Takbir Keliling   |   13:00 . Jembatan Glendeng Ambles, Kapolsek Soko Tinjau Kembali   |   10:00 . SMK Migas Bojonegoro Bagi Takjil Kepada Masyarakat   |   09:00 . Jelang Lebaran, Jasa Ekspedisi Kebanjiran Paket Barang   |   08:00 . Chef Sarwan Berbagi dengan Yatim-Dhuafa Sarangan   |   07:00 . Cukup Makan Telur 1-2 Butir Sehari, Ini Efeknya Bila Berlebihan!   |   06:00 . Chef Sarwan Bersama Yatim dan Dhuafa   |   22:00 . Tiga Narapidana Lapas Bojonegoro Langsung Bebas Saat Lebaran   |   21:00 . Komisi A DPRD Bojonegoro Tanggapi Aduan Masalah Rekrutmen Perangkat Desa   |   20:00 . EMCL Salurkan Dukungan 1,320 Sembako di Wilayah Operasi   |   19:30 . PBNU Tetapkan Hari Raya Idul Fitri1 Syawal 1442 H Kamis 13 Mei 2021   |   19:00 . Tradisi Colok-colok Malam Songo Jelang Idul Fitri   |  
Wed, 12 May 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Desa ODF Mencapai 88%, Bojonegoro Masuk Penilaian KKS Kategori Wiwerda

blokbojonegoro.com | Thursday, 29 April 2021 11:00

Desa ODF Mencapai 88%, Bojonegoro Masuk Penilaian KKS Kategori Wiwerda

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Tahun 2021, Kabupaten Bojonegoro mencapai 88% desa Open Defecation Free (ODF) atau desa yang telah bebas dari Perilaku Buang Air Besar di Sembarang Tempat.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, dr Ani Pujiningrum M.Mkes dalam rapat pembentukan pengurus Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Bojonegoro tahun 2021-2023, Kamis (29/4/2021) di Ruang Partnership, Gedung Pemkab Bojonegoro Lantai 4.

"Tahun sebelumnya desa ODF 66%, di tahun 2021 ini 380 desa di Kabupaten Bojonegoro penduduknya 88,37% sudah ODF," kata dr. Ani.

Dengan capaian tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim terus mendorong Kabupaten Bojonegoro untuk meningkatkan angka tersebut,  salah satunya dengan masuk kategori penilaian Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat (KKS) pada kategori Wiwerda atau pada taraf Pembinaan.

dr. Ani menyebutkan, sebelumnya Bojonegoro ada dalam kategori Papada atau Pemantapan dengan kriteria minimal 2 Tatanan KKS an memenuhi 60% desa ODF. "Sedangkan pada Wiwerda ini, Kabupaten Bojonegoro telah memenuhi 4 Tatanan dengan desa ODF lebih dari 80%," imbuhnya.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro,  Djoko Lukito menambahkan, adanya penilaian KKS ini, mendorong terbentuknya FKS tahun 2021-2023, yang mana periode sebelumnya selesai 2020 karena pandemi Covid-19  baru bisa dilaksanakan reorganisasi.

Di dalam pengurus FKS ini, bukan dari unsur pemerintah,  melainkan dari organisasi profesi, organisasi masyarakat dan media yang mana langsung berkaitan dengan masyarakat. Sehingga, terbentuknya FKS ini menjadi mitra Pemkab dan wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi dan berpartisipasi dalam pembangunan Kabupaten Bojonegoro menuju Kabupaten Sehat.

"Penghargaan Swasti Saba merupakan apresiasi. Yang lebih utama adalah peran dari FKS dalam memberikan masukan dan sumbangansih kepada pemkab dalam pengambilan kebijakan," kata Djoko.

Adapun 4 Tatanan yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro, yakni Tatanan Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum, Tatanan Kawasan Sarana Lalulintas Tertib dan Pelayanan Transportasi, Tatanan Ketahanan Pangan dan Gizi, serra Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat dan Mandiri.

Di dalam pembentukan pengurus FKS Kabupaten Bojonegoro 2021-2023, selain Ketua, Sekretaris dan Bendahara, juga dibentuk bidang sesuai dengan Tatanan dalam KKS.

Tag : penilaian, swasti saba, bojonegoro, wiwerda, desa, odf, fks, kks

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat