14:00 . Mbah Galong dan Sejarah Desa Sambong   |   12:00 . Temui Suporter Persibo, Begini Tanggapan Anggota DPRD Bojonegoro   |   10:00 . Suporter yang Mengatasnamakan Bojonegoro Bersatu Gelar Demo   |   08:00 . Sudah Mendaftar, Persibo Bojonegoro Pastikan Ikuti Liga 3   |   07:00 . Hasil Penelitian Ungkap Penderita Mata Minus Meningkat selama Pandemi, Terutama Anak-Anak   |   19:00 . Gowes Bareng Upaya PEPC Eratkan Silaturahim   |   18:00 . Kunjungi KEK Singhasari, AMSI Ditawari Bangun Klaster Media Siber   |   17:00 . Bupati Bojonegoro Pastikan Persibo Daftar Liga 3 Besok   |   14:00 . Pandemi Covid-19, Dinpora Minta Atlet Tetap Berlatih   |   13:00 . Pelaku IKM dan UMKM Gelar Senam Minggu Ceria Bangkitkan Ekonomi Kecil   |   12:00 . Pagu PPDB Belum Terpenuhi, Jalur Ini Jadi Solusi   |   10:00 . Harga Cabai Rawit Mulai Merangkak Naik di Pasaran   |   09:00 . STAI Attanwir Semakin Berkembang   |   08:00 . Yanuar Amni Optimis Tangani Persibo   |   07:00 . Waspada, Nobar EURO Harus Taati Prokes   |  
Mon, 14 June 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Olah Sayur Jadi Berbagai Cemilan, Penjualan Hingga Mancanegara

blokbojonegoro.com | Sunday, 16 May 2021 10:00

Olah Sayur Jadi Berbagai Cemilan, Penjualan Hingga Mancanegara

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Sayuran menjadi salah satu sumber gizi paling penting bagian tubuh manusia. Bahkan bisa dikatakan mengkonsumsi banyak sayuran menjadikan hidup jauh lebih sehat.

Nyatanya tidak semua orang tertarik mengkonsumsi sayuran, melihat peluang tersebut, Sukisno warga asal Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro berinisiatif mengolah sayuran menjadi camilan yang menarik.

Berbagai jenis sayuran yang ia tanam di pekarangan rumah seperti sayur bayam, kangkung, daun pepaya, singkong hingga beluntas diolah menjadi keripik sayuran yang memiliki cita rasa lezat sekaligus bernilai jual tinggi.

"Keripik yang kami produksi ini bagian dari pemanfaatan lahan pekarangan yang kami olah menjadi camilan," tutur Sutikno.

Bahan baku sehari-hari dalam proses pembuatan keripik aneka sayuran ia peroleh dari pasar tradisional seperti tepung tapioka, minyak bahkan garam.

Demi memenuhi pemesanan pelanggan setia,

dalam sehari pria asal Desa bogo ini mampu memproduksi sekitar 20 kilogram keripik bayam, serta 35 hingga 37 kilogram keripik singkong.

"Bahan baku lainnya saya ambil dari pasar tradisional, sehari keripik bayam produksi 20 kilogram. Sedangkan singkong 1 kuintal ini bisa menghasilkan 35-37 kilogram," jelas pria asal Desa bogo.

Pria asal Bogo menjelaskan, untuk pemasaran ia tidak hanya memasarkan produknya di retail modern tetapi juga pusat oleh-oleh bahkan hingga Mancanegara. Harga camilan sayur dengan brand Kraaooz ini dijual mulai seharga Rp4.000 hingga Rp25.000 per bungkus.

Tak kalah menarik omzet yang ia peroleh dari hasil penjualan produksi camilan olahan sayuran ini cukup menggiurkan mulai dari Rp30 juta bahkan Rp50 juta per bulannya.

"Penjualan sudah bisa ekspor hingga luar Negeri, harganya variasi mulai dari Rp 4.000 hingga Rp25.000. Omzet bisa puluhan juta per bulan," pungkasnya. [liz/lis]

 

 

Tag : Kuliner, masakan, cemilan

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Monday, 31 May 2021 12:00

    Rekrutmen CPNS dan PPPK Bojonegoro 2021

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda

    Pendaftaran CPNS dan PPPK Ditunda Sesuai dengan Surat Kepala BKN bernomor 4761/B-KP.03/SD/K/2021 tanggal 28 Mei terkait beberapa peraturan penundaan pendaftaran CPNS maupun PPPK yang belum di tetapkan oleh pemerintah serta masih ada beberapa usulan revisi...

    read more