10:00 . LIVE: CERDAS DAN BIJAK DALAM BERMEDIA SOSIAL   |   07:00 . Jangan Panik, Ini Sebab Bayi Cegukan dan Cara Menghentikannya   |   20:00 . Pelaksana Desa Dander dan Ngunut Gelar FGD Program Penataan Sumber Air Bagi Masyarakat   |   19:00 . HJB ke-344, Nakes Puskesmas Temayang Terima Penghargaan   |   15:00 . Capaian Kinerja Pemkab Bojonegoro Terus Meningkat   |   14:00 . Beda Indikator, Penilaian Level Covid-19 di Bojonegoro Berbeda   |   12:00 . Hari Jadi Bojonegoro, Kejaksaan Negeri Terima Penghargaan dari Pemkab   |   10:00 . Bupati Beri Penghargaan Instansi, OPD Hingga Instansi Terbaik di Hari Jadi Bojonegoro 343   |   09:00 . Meski Zona Kuning, Petugas Terus Ingatkan Prokes Kepada Masyarakat   |   07:00 . Studi Buktikan Lingkungan Hijau dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Anak   |   06:00 . 5 Wilayah di Jatim Level 1, ini Aturan Baru dalam PPKM   |   21:00 . Resmikan Wisata Religi, Gus Ali Berziarah ke Makam Yek Ali di Sumberejo   |   20:00 . Peringkat Hasil SKD Pemkab Bojonegoro Masih Tunggu Instruksi BKN Pusat   |   19:00 . KADIN Bojonegoro Goes to Campus, Podcast di 2 Tempat   |   18:00 . Yuk...! Ikuti Webinar Cerdas dan Bijak dalam Bermedia Sosial   |  
Thu, 21 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Benarkah Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Terinfeksi COVID-19?

blokbojonegoro.com | Sunday, 06 June 2021 07:00

Benarkah Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Terinfeksi COVID-19?

Reporter: --

blokBojonegoro.com - Jika ada hal yang perlu menjadi perhatian selama pandemi COVID-19 ini berlangsung, maka ia adalah hubungan antara kurang tidur dan risiko COVID-19. Para ahli meyakini bahwa keduanya saling terkait. Analisis studi telah menemukan bahwa masalah tidur memengaruhi sekitar 40 persen orang selama pandemi, dan mereka yang terjangkit COVID-19 tampaknya memiliki tingkat gangguan tidur yang lebih tinggi.

Mengutip Huffpost, sebuah penelitian menunjukkan jika seseorang memiliki masalah tidur sebelum terkena virus Corona atau mengalami kelelahan setiap hari, maka ia memiliki risiko tinggi tidak hanya terinfeksi virus, tetapi juga memiliki penyakit yang lebih parah.

Kaitan Kurang Tidur dan Risiko COVID-19

Secara umum, gangguan tidur dan kelelahan kerja dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi virus dan bakteri. Itulah sebabnya para peneliti ingin mengeksplorasi apakah ada hubungan antara COVID-19 dan masalah tidur, serta stres.

Untuk penelitian yang dipublikasikan hasilnya di British Medical Journal of Nutrition, para peneliti menggunakan tanggapan terhadap survei online untuk petugas kesehatan yang berulang kali terpapar pasien dengan infeksi COVID-19. Survei berlangsung dari Juli hingga September 2020, dan terbuka untuk pekerja di Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat. Sekitar 2.884 petugas kesehatan menanggapi, dan 568 di antaranya tertular virus.

Detail pribadi yang dibagikan termasuk: gaya hidup, kesehatan, penggunaan obat resep dan suplemen makanan, ditambah informasi tentang seberapa banyak mereka tidur di malam hari dan tidur siang selama tahun sebelumnya; masalah tidur apa pun; kelelahan dari pekerjaan; dan paparan virus korona di tempat kerja.

Dalam penelitian tersebut, tingkat keparahan infeksi didefinisikan sebagai:

Sangat ringan, yakni tidak ada atau hampir tidak ada gejala.

Ringan, demam dengan atau tanpa batuk, tidak memerlukan pengobatan.

Sedang, demam, gejala pernapasan dan/atau pneumonia.

Parah, kesulitan bernapas dan saturasi oksigen rendah.

Kritis, kegagalan pernapasan yang membutuhkan bantuan mekanis dan perawatan intensif.

Rata-rata, responden tidur antara enam hingga tujuh jam setiap malam. Sekitar satu dari empat dari mereka yang dites positif COVID-19 melaporkan kesulitan tidur di malam hari dibandingkan dengan sekitar satu dari lima dari mereka yang tidak terinfeksi.

Sebanyak lima persen dari mereka dengan COVID-19 mengatakan mereka memiliki tiga atau lebih masalah tidur, termasuk kesulitan tidur atau perlu menggunakan pil tidur pada tiga malam atau lebih dalam seminggu, dibandingkan dengan tiga persen dari total mereka yang tidak terinfeksi.

Dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki masalah tidur, mereka yang memiliki tiga masalah tidur memiliki kemungkinan infeksi COVID-19 88 persen lebih besar. Setiap jam ekstra tidur di malam hari dikaitkan dengan kemungkinan infeksi COVID-19 12 persen lebih rendah.

Pekerja dengan kelelahan harian sekitar tiga kali lebih mungkin untuk mengatakan bahwa infeksi COVID mereka parah dan mereka membutuhkan masa pemulihan yang lebih lama.

Alasan Kurang Tidur Tingkatkan Risiko COVID-19

Tidak jelas mengapa insomnia dan kelelahan terkait dengan peningkatan keparahan COVID. Namun, para peneliti berhipotesis bahwa kurang tidur dan gangguan tidur dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dengan meningkatkan sitokin dan histamin pro-inflamasi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan keparahan penyakit.

Mereka juga menunjuk pada studi yang menghubungkan kelelahan dengan peningkatan risiko pilek dan flu serta kondisi jangka panjang, seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, penyakit muskuloskeletal, dan kematian dari semua penyebab. Studi semacam itu menunjukkan bahwa kelelahan dapat secara langsung atau tidak langsung memprediksi penyakit akibat stres kerja yang merusak sistem kekebalan dan mengubah kadar kortisol.

Gangguan pada siklus tidur-bangun nyatanya dapat memengaruhi metabolisme, kekebalan, dan bahkan kesehatan psikologis. Kurang tidur juga dapat membuat makanan padat kalori, lebih tinggi lemak, gula dan garam, lebih menarik, terutama selama masa stres dan atau pola kerja shift. Sehingga semua ini berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan. 

Jadi, kini kamu paham pentingnya kecukupan tidur untuk mencegah gejala COVID-19 yang lebih parah. Oleh karena itu, jika kamu tidak diwajibkan untuk bekerja di kantor, manfaatkanlah untuk mencukupi dan meningkatkan kualitas tidur. Begitu juga untuk mereka yang masih harus bepergian keluar selama pandemi, utamakanlah istirahat dan gaya hidup sehat lain serta protokol kesehatan untuk mencegah terjangkit COVID-19. 

Jika kamu membutuhkan saran untuk bisa mendapatkan tidur yang berkualitas, kamu bisa bertanya pada dokter di Halodoc mengenai hal ini. Dokter bisa memberikan saran tepat mengenai durasi tidur ideal untukmu atau bahkan tips-tips sehat lainnya untuk meningkatkan kualitas tidurmu. [lis]

Sumber: halodoc.com

Tag : Covid, pendidikan, Kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat