Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Masikin, Pedagang Pentol Legendaris dari tahun 80-an

blokbojonegoro.com | Thursday, 10 June 2021 14:00

Masikin, Pedagang Pentol Legendaris dari tahun 80-an

Kontributor : Uul Lyatin

blokbojonegoro.com -  Berawal dari tahun 80-an, Masikin seorang pedagang yang mengadu nasib dengan berjualan pentol keliling. Bapak dari 1 anak itu mengaku bahwa dirinya telah berdagang pentol dari zaman Presiden Soeharto hingga saat ini. Pentol legendaris yang laris dan memiliki cita rasa yang nikmat membuat para pelanggannya semakin bertambah.

Masikin adalah warga Desa Sumurcinde, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Ia menuturkan bahwa selama ini ia sering berpindah-pindah tempat untuk berjualan pentol. Hingga pada akhirnya ia menempatkan dagangannya di depan Bank di Jalan AKBPM Soeroko Bojonegoro.

"Dulu pernah di depan SMP 5, pindah di Jalan Pemuda, pindah lagi di SMP 7, pokoknya pindah-pindah terus, mencari yang banyak pembeli. Hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk di sini, depan bank," ujarnya.

Di usia yang ke 58 ini, dirinya mengaku masih bersemangat untuk mencari rezeki demi keluarganya. Dalam usahanya, beliau mengaku support istri adalah hal yang utama. Dengan begitu membuatnya dirinya untuk lebih bersemangat dan tak kenal kata lelah.

Masikin mengatakan, selama berjualan, ia banyak mendapatkan pelajaran dan ilmu dari luar. Bapak lulusan SD tersebut pandai dalam marketing dan pemasaran dagangannya. Ia mengaku bahwa telah banyak mencoba berbagai pekerjaan. Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk berjualan pentol keliling.

"Dulu saya pernah bekerja di pabrik, pernah juga jadi tukang bangunan. Setiap ada kerjaan yang halal, apapun itu saya kerjakan, demi mencari nafkah untuk menghidupi keluarga saya," ungkapnya.

Sementara itu, ayah satu anak tersebut telah berhasil menyekolahkan anaknya hingga SMA. Hingga saat ini anaknya telah berkeluarga dan ia mengaku mempunyai dua cucu dari anak nya.

Saat ini dirinya hanya tinggal bersama istrinya. Dengan bantuan istri, setiap hari ia menjual kan lebih dari 5kg daging pentol untuk di olahraga menjadi pentol yang nikmat.

Pentol Pak Masikin atau yang sering dikenal pentol gerobak coklat depan bank BRI telah banyak di kenali masyarakat sekitar. Selain rasanya yang khas dan nikmat, pentol tersebut dijual dengan harga yang cukup murah.

"Saya jual mulai dari Rp 250, ini semua pentol daging asli. Dari awal saya membuatnya ini menggunakan daging sapi, agar citra rasanya tidak berkurang, setiap hari saya masih mengolah pentol ini menjadi pentol favorit banyak masyarakat," tuturnya.

Pentol yang ia jual setiap hari senin hingga jum'at telah memiliki banyak pelanggan. Masikin berjualan dari pukul 8 hingga pentol tersebut habis. Ia mengaku tak membutuhkan waktu yang lama untuk berjualan. Karena banyak pelanggan, ia selalu mengolah pentol sesuai porsi agar selalu habis setiap harinya.

"Ya untuk usia saya selama berdagang, saat ini saya sudah cukup pandai melihat pasar, kalau waktunya sepi saya habiskan 3kg daging untuk saya oleh. Kalau ramai saya selalu menghabiskan 5kg daging untuk diolah," imbuhnya.

Masikin menuturkan, setiap harinya ia dapat mengantongi omset kotor dari Rp 500 hingga Rp 1 juta. Tak lupa ia selalu menyisihkan uangnya untuk bersedekah kepada orang yang lebih membutuhkan. Selain itu ia mengaku kalau dirinya rajin menabung hingga saat ini.

"Setiap hari saya selalu menyisihkan uang. Entah itu untuk saya tabung atau saya sedekahkan. Tabungan itu untuk ekonomi keluarga saya selama bulan Ramadhan, karena satu bulan tersebut saya istirahat total untuk beribadah," kata Masikin.

Masikin juga berpesan kepada anak muda saat ini agar selalu bersemangat untuk bekerja, belajar serta selalu bersemangat dalam mencari ilmu di manapun itu tempatnya, "Intinya jangan sering mengeluh, kita semua harus selalu bersemangat demi kebahagiaan keluarga kita," tutup Masikin. [uul/ito]

Tag : pentol, kuliner, bojonegoro

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini