18:00 . Tanah Samping Kali Avour Longsor, Ratusan Hektar Sawah Terendam   |   18:00 . Video Tanggul Sungai di Kanor Jebol   |   17:00 . Inilah Juara Turnamen Bulu Tangkis Piala Bupati Ormada Bojonegoro   |   16:00 . Tanggul Jebol, Beberapa Desa di Kanor Terkena Dampak   |   15:00 . Dinpora Berharap Mahasiswa Bojonegoro Lebih Mencintai Daerah   |   14:00 . Tanggul Penahan Kali Avour di Kanor Jebol   |   13:00 . Kemendag Lepas Ekspor Produk Unggulan Desa dari NTB Senilai Rp700 Juta   |   12:00 . Tren Turun, Bengawan Solo Masih Siaga II   |   11:00 . Selamat Jalan Mbah Yai Imam, Husnul Khotimah   |   10:00 . Reses Masa Sidang 1 Politis Fraksi Garuda DPRD Bojonegoro Dengarkan Keluhan Warga Kanor   |   09:00 . Tandatangani Pakta Integritas, Dinsos Siap Wujudkan Pelayanan Terbaik   |   08:00 . Tanggul Bengawan Solo di Kanor Ambruk   |   07:00 . Ahli Kesehatan Mental Bagikan 3 Tips Untuk Kelola Stres, Apa Saja?   |   21:00 . Dekatkan Layanan Kesehatan, Bupati Resmikan Puskesmas Malo   |   20:00 . Mendag: Melalui G20 Promosikan Keragaman Budaya, Potensi Investasi dan Pariwisata   |  
Sat, 22 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pladu, Warga Sekitar Bendung Gerak Panen Ikan

blokbojonegoro.com | Tuesday, 15 June 2021 15:00

Pladu, Warga Sekitar Bendung Gerak Panen Ikan

Kontributor: Herman Bagus
 
blokBojonegoro.com - Meningkatnya curah hujan dalam tiga hari terahir membuat debit air di sungai Bengawan Solo di Bojonegoro pada Senin (15/6/2021)  malam meningkat tajam. Kondisi tersebut membuat air berubah menjadi keruh, akibatnya ikan yang ada di sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut mabuk. 
 
Warga setempat menyebut fenomena ikan mabuk atau teler itu dengan istilah pladu. Pladu secara alami terjadi ketika dalam rentang waktu lama kondisi panas lalu tiba-tiba hujan deras.
 
Seperti yang terjadi di bantaran sungai Bengawan Solo, banyak warga berdatangan untuk menangkap ikan-ikan mabuk akibat fenomena paldu tersebut. Mereka beramai-ramai menangkap ikan di pinggir sungai yang lagi teler akibat kejadian tersebut, hal ini terjadi di Bendung Gerak Kalitidu.
 
Nur Rohman salah seorang pencari ikan dari Dukuh Berjo, Desa Padang, Kecamatan Trucuk, mengatakan berbagai jenis ikan yang ada di sungai tersebut seperti bader (tawes), jendil (patin) dan udang, serta beberapa jenis ikan air tawar yang lain, dengan mudah dapat ditangkap warga.
 
"Ikannya teler, mabuk atau sekarat, tidak mati, sehingga menyembul ke permukaan air dan mudah ditangkap. Kalau seperti itu kondisi ikannya kan lemas," ujar pria asal Dukuh Berjo tersebut.
 
Banyak ikan yang mabuk, kejadian ini sejak sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian seperti ini hampir setiap tahun terjadi karena setiap awal musim hujan dan debit air Bengawan Solo naik. 
 
"Setiap warga bisa menghasilkan lebih dari lima kilo gram ikan. Jika beruntung, bisa mendapatkan ikan berukuran besar, hingga 20 kilogram satu ekornya," ujar lelaki tersebut.
 
Bahkan dirinya mendapatkan ikan yang mabuk di bantaran kali Bengawan Solo lebih dari tiga ember dibawa pulang ke rumahnya. Ikan-ikan tersebut nantinya di masak dan di kasihkan kepada tetangga-tetangganya yang tidak mendapatkan ikan.
 
"Saya pribadi tidak pernah menjual hasil tangkapan ikan pladu ini, dari dulu kalau dapat sedikit dikonsumsi sendiri kalau dapat banyak seperti ini ya dibagi-bagi," ujarnya kepada awak media blokBojonegoro.com.
 
Masih menurut Nur Rohman, bahwa ini banyak warga yang mencari ikan, karena ikan dengan mudah ditangkap. "Warga berani mengambil ikan di pinggiran, karena di tengah bengawan arusnya deras dan terlalu dalam," tutupnya.[her/ito]
 

Tag : pladu, sungai, bengawan, solo, bojonegoro, padang, trucuk, bendung, gerak



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat