09:00 . Video Kecelakaan Bus Terguling di Jalan Bojonegoro Surabaya   |   08:00 . Bus Terguling di Jalan Bojonegoro - Surabaya   |   07:30 . Hindari Truk, Bus Terguling di Mojodeso   |   07:00 . Jangan Langsung Dimarahi Jika Nilai Sekolah Anak Menurun, Bisa Jadi Gejala Stres Belajar   |   19:00 . Pelajar Bojonegoro Ikuti Virtual Zoom Meeting Himabo Goes To Campus   |   18:00 . Sinergi TNI-Polri Bersama Wartawan Bojonegoro   |   16:00 . Dinkes Bojonegoro Catat 112 Kasus DBD, 2 Orang Meninggal   |   14:00 . Melawan Belanda dengan Ilmu Kasat Mata   |   13:00 . Suara Community Institute: Inkubasi ‘Digital Journalism dan Content Creation’   |   07:00 . Ahli Gizi: Jangan Berikan Gula Tambahan pada Anak di Bawah 2 Tahun   |   19:00 . Ban Pecah, Truk Muatan Rongsokan Terguling di Sukowati   |   18:00 . Tak Perlu Diet, Hanya Butuh Makan Berkesadaran   |   16:00 . Warga Nekat Lewati Batas Pagar Jembatan TBT Sambil Joget, Ini Pesan Kepala BPBD   |   14:00 . Selamat, Vesta Farida Kembali Pimpin PAC Fatayat NU Kanor   |   12:00 . Harga Ayam Potong di Pasar Merangkak Naik   |  
Tue, 18 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kesulitan Meyakinkan Pemilik Toko, Usaha IRT ini Sukses Melalui Sosial Media

blokbojonegoro.com | Wednesday, 16 June 2021 14:00

Kesulitan Meyakinkan Pemilik Toko, Usaha IRT ini Sukses Melalui Sosial Media

Kontributor : Uul Lyatin

blokBojonegoro.com - Salah satu ibu rumah tangga yang beralamat di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas Kabupaten  Bojonegoro kini berhasil raup jutaan rupiah per bulan dari hasil usahanya keripik debog. Debog atau pelepah pisang yang sering dibuang setelah buahnya diambil, ia olah hingga menjadi cemilan yang nikmat dihidangkan.

Nurdiana, ibu rumah tangga selalu pengajar di salah satu sekolah telah menekuni usaha keripik debog 1 tahun yang lalu selama pandemi berlangsung. Berawal dari melihat di TV beberapa kreasi debog, sehingga membuatnya ingin mencoba mengkreasikan keripik debog tersebut dengan olahan tangannya sendiri.

"Dulu kan saya lihat di TV maupun Youtube ada kreasi olahan keripik dari bahan dasar debog, nah di sekeliling rumah saya ini terbilang cukup banyak debog yang tidak terpakai, lalu saya coba kreasikan," ujar Nurdiana.

Ibu satu anak tersebut berimbuh, proses pembuatan keripik debog terbilang cukup lama dan membutuhkan ketelitian. Berawal dari memilih debog, merendam debog dengan garam untuk menghilangkan getahnya, lalu di peras dan dibaluri beberapa tepung dan bumbu, hingga proses pengorengan dan proses packing.

Ia menuturkan sekali produksi bisa menghabiskan 5 hingga 8 jam dalam sehari. Nurdiana dapat menghasilakan 5 kilogram keripik dalam 1 potong debog.

"Kalau produksi saya tidak pastinya berapa hari sekali. Pastinya kalau stok mendekati habis saya buru-buru produksi lagi," ungkapnya.

Sementara itu, keripik debog buatannya telah di kirim ke beberapa luar kota hingga luar negeri. Keripik debog yang dapat bertahan selama 5 bulan tersebut mendapatkan banyak pujian dari beberapa konsumennya, salah satunya konsumen yang berada di Malaysia.

Nurdiana menuturkan, kesulitan yang ia alami hingga saat ini ialah meyakinkan pemilik toko untuk dititipi keripik debog buatannya. Sehingga ia memaksimalkan penggunaan sosial media untuk berjualan.

"Saya jual keripik ini ada uang per pcs ada yang kiloan. Mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 75.000 dalam setiap satu kilonya," tandasnya. [uul/ito]

Tag : kuliner, keripik, debog, sukowati, kapas, bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat