16:00 . Dekopinda Bojonegoro Ikuti Unjuk Rasa Tolak OJK Awasi Koperasi   |   15:00 . Pemkab Bojonegoro Raih 17 Besar Kovablik Lewat Inovasi SMASH RSUD Sumberrejo   |   13:00 . Komunitas Ibu Profesional Akan Gelar Tour the Talent   |   20:00 . Jelang Pemilu, 749 Calon PPK Ikuti Tes CAT   |   19:00 . Curah Hujan Tinggi, TPT Jembatan Jetak Bojonegoro Longsor   |   18:00 . Waspada Penipuan Digital, Masyarakat Perlu Bijak Bermedsos   |   17:00 . Cegah Longsor dan Banjir, Pemkab Bojonegoro Bangun Tebing Penahan   |   16:00 . Polisi Terus Selidiki Laporan Dugaan Sertifikat Tanah Palsu di Kasiman   |   15:00 . Tips Hemat Hadapi Godaan Diskon Belanja Akhir Tahun   |   14:00 . Kejari Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi APBDes Deling   |   13:00 . UINSA Terima Anugerah Top 45 Publik Inovasi Terbaik   |   12:00 . Diduga Kurang Konsentrasi, Remaja Meninggal Dunia Usai Menabrak Pemotor di Dander   |   08:00 . Pemkab Bojonegoro Masih Tunggu Juknis Inpres Pengadaan Kendaraan Listrik Kedinasan   |   07:00 . Bayi Rewel Saat Tidur Malam, Apa Bisa karena Ruam Popok?   |   19:30 . Oknum BPN Bojonegoro Dilaporkan Atas Dugaan Sertifikat Tanah Palsu   |  
Wed, 07 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Darsiyah, Tekuni Produksi Kue Gapit Sejak 20 Tahun Lalu

blokbojonegoro.com | Wednesday, 23 June 2021 22:00

Darsiyah, Tekuni Produksi Kue Gapit Sejak 20 Tahun Lalu

Kontributor: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Kue gapit adalah sebuah kue kering yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Umumnya dibuat dari tepung tapioka, namanya berasal dari proses pembuatannya yang dijepit dengan cetakan penjepit. Makanan ringan tersebut memiliki berbagai bentuk dan rasa.

Di Kabupaten Bojonegoro juga banyak pembuat kue gapit ini, salah satunya yaitu di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, pembuatannya semua masih manual dan masih tradisional.

Salah satu produsen Kue Gapit di Kabalan adalah Darsiyah (50), dia menjalani usaha kue gapit ini kurang lebih sudah sekitar 20 tahun. Dulunya ia bekerja di salah satu pabrik rokok, ketika dia masih bekerja dia iseng mencoba membuat kue gapit. Setelah dia tak lagi bekerja di pabrik, dia melanjutkan usaha Kue Gapitnya.

"Dulu buatnya jarang, terkadang buat terkadang tidak, semakin lama kok semakin banyak yang pesan lalu sampai saat ini setiap hari selalu membuat, terkadang juga sampai kuwalahan membuat karena banyaknya pesanan," ujarnya

Saat ini dia mempunyai 5 karyawan, yang membantunya ketika banjir pesenan.

"Ketika hari biasa saya hanya membuat 2-3 toples saja, untuk menjelang Lebaran saya membuat hingga 10 toples," imbuhnya

Moh Sholikin, Kasi Kesejahteraan Desa Kabalan menambahkan, dukungan dari pemerintah yaitu mencoba memperkenalkan Kue Gapit ini ke Pemerintah Kabupaten atau Dinas Dinas ketika berkunjung ke Desa Kabalan.

"Jika ada Pemerintah Kabupaten atau ada orang orang besar yang berkunjung ke Desa Kabalan, pasti kue gapit ini akan kami suguhkan dan memperkenalkan ke mereka, Bupati Bojonegoro, 'Anna Muawanah' juga pernah merasakan Kue gapit ini," ujar pak Sholikin sapaan karibnya. [riz/lis]

 

Tag : Gapit, kue



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat