20:00 . Pengurus Perkumpulan Jamaah Tahlil Perempuan di Bojonegoro Resmi Dilantik   |   19:00 . Gandeng Lakpesdam NU, Kominfo Dorong Masyarakat Cakap Literasi Digital   |   18:00 . Buruh Aksi di Gubernuran, Ini Hasil Audiensi RTMM SPSI dengan Para Stakeholder Pemprov Jatim   |   17:00 . Makam Diduga untuk Ritual Pesugihan Dibongkar, Isinya Mengejutkan   |   16:00 . 295 WBP Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan, 6 Napi Langsung Bebas   |   15:00 . DWP Kemenag Bojonegoro Gelar Deteksi Dini IVA Test dan Sadanis Gratis   |   13:00 . 49 SMA di Bojonegoro Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka   |   09:00 . Penemuan Makam di Tengah Hutan   |   08:00 . Hilang STNK NoPol S-3124-DG   |   07:00 . Orangtua Harus Tahu! Ini 7 Tips Habiskan Waktu Bersama dengan Anak   |   20:00 . Merdeka Cup 2022 dalam Kemeriahan Kemerdekaan RI ke-77   |   19:00 . Ratusan Masyarakat Bojonegoro dan Tuban Deklarasikan LaNyalla Capres 2024   |   18:00 . Fenomena Fashion Week, Budayawan Berharap Bisa Tampilkan Produk Batik Lokal   |   17:00 . Kader Berpretasi Asal Bojonegoro, Mantapkan Maju Caketum PP IPPNU   |   16:00 . Profil Coach Persibo Masdra Nurriza, Awali Karir dari Bangku SMP   |  
Thu, 11 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Terdampak Pandemi, Produsen Kerupuk Kurangi Produksi

blokbojonegoro.com | Friday, 09 July 2021 16:00

Terdampak Pandemi, Produsen Kerupuk Kurangi Produksi

Kontributor: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak lini usaha. Dulu, para karyawan setiap hari berangkat berkerja menuju ke kantor, namun pada masa pandemi sekarang, orang lebih banyak bekerja dari rumah.

Seperti usaha lainnya, industri kerupuk juga menjadi usaha yang ikut terdampak pandemi Covid-19.

Sumani (71), produsen kerupuk, di Desa Kemamang, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, yang sudah menjadi pekerjaan nya sejak tahun 1980-an ini, pada masa pandemi mengalami penurunan produksi.

"Yang Sebelum pandemi bisa memproduksi hingga 3 karung kerupuk, saat pandemi ini hanya bisa memproduksi 2 karung kerupuk," ujar Mbah Su sapaan karibnya.

Akibat pandemi ini, Sumani mengalami penurunan hingga 20 persen dalam memproduksi kerupuknya, lantaran pasar saat ini sepi, dan tidak ada orang punya hajatan.

"Saya jualnya di Pasar Bungkal, semenjak pandemi ini pasar menjadi sepi, dan jika ada orang punya hajatan itupun terkadang pesannya di saya, semenjak adanya pandemi ini pesanan pun tidak ada," ujar sumani. [riz/liz]

 

 

Tag : Kerupuk, pandemi, dampak



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat