19:00 . Cerita Dwi Kurnia, Ikuti Seleksi CPNS Saat Hamil   |   18:00 . Pengurus PPDI Bojonegoro Dilantik, Pemkab Siap Beri Pelayanan Terbaik   |   17:00 . Inilah Titik Lokasi Mandiri SKB CPNS Pemkab Bojonegoro   |   16:00 . Rumah Cerdas Ceria Gelar Parenting untuk Si Buah Hati   |   15:00 . 435 Peserta Ikuti SKB CPNS Pemkab Bojonegoro   |   13:00 . Cerita Mbah Banung Sumitro dan Desa Blongsong   |   11:00 . Pelas Crispy, Kuliner Hits Kekinian   |   09:00 . Jalin Silaturahmi Asosiasi Pengrajin Batik Bojonegoro Belajar Batik Bledak Sogan Bojonegaran   |   07:00 . Benarkah Media Sosial Bikin Empati dan Rasa Tulus Masyarakat Berkurang?   |   22:00 . Mulai Besok, SKB CPNS Bojonegoro Diselenggarakan   |   20:00 . Lantik Kades PAW, Bupati Ajak Selaraskan Program Kesejahteraan Masyarakat   |   19:00 . Pendiri ISNU Asli Bojonegoro, Pengurus Harus Teruskan Semangat Berjuang   |   18:00 . Bupati Tunjukkan Inovasi Bojonegoro Pada Ajang Kepala Daerah Inovatif Kemendagri   |   17:00 . Awas...!! Saat Hujan Jalan Ini Rawan Tergenang   |   16:00 . Hujan Deras, Beberapa Jalan di Kota Bojonegoro Tergenang   |  
Sun, 28 November 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Menyambung Asa dari Kotoran Kelelawar di Goa Lowo

blokbojonegoro.com | Monday, 12 July 2021 20:00

Menyambung Asa dari Kotoran Kelelawar di Goa Lowo

Kontributor: Herman Bagus

blokBojonegoro.com - Banyak jalan menuju Roma. Itulah ungkapan yang pas untuk para pencari kotoran kelelawar di Goa Lowo Dusun Ngronan, Desa Bobol Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur. 

Jika kita mau berusaha, pasti ada jalan keluar yang bisa kita peroleh. Hal ini dilakukan demi sesuap nasi serta demi menghidupi anggota keluarga. Mereka rela menerobos kegelapan goa dengan berbekal peralatan seadanya apapun risiko yang terjadi. 

Bahkan tidak hanya gelap, pengap, gatal, bau bahkan hewan buas pun turut menghantui saat mereka mengais rezeki di goa tersebut. Warga Ngronan mengumpulkan kotoran kelelawar diketahui untuk pupuk segala tanaman karena terbukti sangat subur.

Pagi itu suasana Goa Lowo Dusun Ngronan Desa Bobol masih sepi. Hanya ada kicauan burung-burung sambil beterbangan. Sementara itu di dekat mulut goa terdengar suara kelelawar bersahutan di telinga dari dalam goa. 

Tampak lalu lalang kelelawar keluar masuk goa. Ada yang bergelantung di atap goa, ada yang berkejar-kejaran sambil menjatuhkan kotoran. Sementara itu suasana dalam goa tampak gelap, pengap dan bau. 

Tidak lama kemudian mulai berdatangan para pencari kotoran kelelawar. Mereka datang tidak langsung bekerja. Namun mereka harus mempersiapkan diri. Di antaranya memakai baju khusus, menyiapkan peralatan mencari kotoran kelelewar serta memakaai obat pelindung antinyamuk atau serangga. Baru mereka memasuki lahan mengais rezeki di dalam goa.

Karena gelap gulitanya goa, mereka memasuki goa sambil memakai lampu senter yang dipasang di kening mereka dengan penuh waspada. Lampu senter itu memudahkan mereka menemukan cela-cela dalam goa, jalan dalam goa, serta tempat-tempat kotoran kelelawar. 

Dengan memakai lampu senter, akan mengetahui kotoran kelelawar yang berada di sela-sela bebatuan, di dinding goa, serta di pelataran goa. Dengan demikian mereka dengan mudah mengaisnya. Selama pencarian kotoran kelelawar, sejak pagi hingga siang mereka tidak akan keluar goa.

"Kami keluar goa kalau sudah haus sekali kemudian kami minum kopi dan air putih. Itu pun hanya beberapa menit saja. Kemudian kami kembali masuk goa," ujar Jumali salah seorang pencari kotoran kelelawar sambil memegang botol air minum.

Terkait dengan suasana dalam goa, dia benar-benar merasakan pengabnya goa karena bau kotoran. Kotoran kelelawar tersebut nantinya akan dijual ke pengepul dengan harga satu sak Rp35 ribu rupiah.

"Kotoran kelelawar ini sangat bagus untuk tanaman, bahkan kita bisa mengurangi pupuk kimia dengan kotoran kelelawar ini, perbandingannya jika biasanya di kasih pupuk kimia 2 kuintal maka jika pakai kotoran kelelawar ini hanya butuh pupuk kimia 1 kuintal saja," tuturnya.

Selain itu warga Dusun Ngronan sangat menjaga dengan baik goa tersebut, bahkan suatu hari ada warga dari luar yang mengambil kelelawar di goa tersebut akan selalu di larang karena merusak lingkungan.

"Pernah suatu waktu ada orang dari luar yang mengambil kelelawar dalam jumlah banyak, sama warga sudah diperingkati akan tetapi masih ngotot dan akhirnya di hukum warga dengan caranya sendiri," tutupnya.[her/lis]

 

Tag : Goa, kelelawar, kotoran, rezeki



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Tuesday, 23 November 2021 19:30

    Dewan Pers Verifikasi Faktual Media blokBojonegoro.com

    Dewan Pers Verifikasi Faktual Media blokBojonegoro.com Komisioner Dewan Pers, Agus Sudibyo melakukan proses verifikasi faktual untuk media blokBojonegoro.com, media lokal yang berkantor di Jalan KS Tubun Gang Srinayan No.3 Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Selasa (23/11/2021) sore....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 November 2021 14:00

    Resensi

    Dibalik Buku 00.00

    Dibalik Buku 00.00 Buku judul 00.00 merupakan karya kedua dari Anugrah Ameylia Falensia atau yang kerap dikenal dengan panggilan Amey atau cumi oleh teman-teman maupun para teman pembacanya....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more