09:00 . Kawula Muda, Yuk Ikuti Dance Competition Ngelenyer Piala Bupati Bojonegoro 2022   |   08:00 . Bupati Anna Terbitkan SE Jam Kerja Terbaru Bagi Para ASN Pemkab Bojonegoro   |   07:00 . Jangan Marahi Anak yang Berbohong, Begini 3 Langkah Menghadapinya   |   20:00 . Tim Pemberdayaan Sahabat Pertamina Pamerkan Karya Lansia Produktif   |   19:00 . Hari Ini Cabor Atletik Sumbang Medali Emas, Perak dan Perunggu   |   18:00 . 41 Guru Terima SK PPPK Kemenag Bojonegoro   |   15:00 . Kerjasama Perhutani dan Kimia Farma Surabaya Gelar Vaksinasi untuk Masyarakat Umum   |   14:00 . PDM Bojonegoro Tetapkan 10 Dzulhijjah Jatuh 9 Juli 2022   |   12:00 . Satpol PP Jatim Beri Pelatihan Satgas Linmas Wilayah Bakorwil Bojonegoro   |   08:00 . PBNU Tetapkan Awal Dzulhijjah 1 Juli 2022   |   07:00 . Stres Selama Kehamilan Pengaruhi Jenis Kelamin Anak, Ini   |   17:00 . Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa   |   16:00 . Penentuan Idul Adha, LFNU Bojonegoro Menunggu Hasil Istbat   |   15:00 . Bojonegoro Siap Jika Ditunjuk Sebagai Pemilik Aset Jembatan Glendeng   |   14:00 . Tahun Ajaran Baru Segera Dimulai, Bersiap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar   |  
Fri, 01 July 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Harga Bahan Baku Tahu Melambung, Pemkab Upayakan Subsidi Kedelai

blokbojonegoro.com | Friday, 06 August 2021 22:00

Harga Bahan Baku Tahu Melambung, Pemkab Upayakan Subsidi Kedelai

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Sejumlah produsen tahu dan tempe di Kabupaten Bojonegoro, mengeluhkan harga bahan baku kedelai yang makin kian melambung. Bahkan berdasarkan harga yang terpantau dipasaran mencapai Rp12.000 per kilogram, untuk jenis kedelai impor.

Seperti yang diungkapkan, Ketua Paguyuban Perajin Tahu, Pranyoto, subsidi bagi para perajin tahu sudah didapatkan semenjak bulan Juli lalu. Pengajuan subsidi sendiri melalui Kelurahan dengan melengkapi pemberkasan yang dibutuhkan, misalnya paguyuban harus berbadan hukum. "Karena badan hukum yang dimiliki paguyuban telah habis akhirnya untuk Agustus ini melakukan pengajuan subsidi lagi," ucapnya.

Lebih lanjut, paguyuban perajin tahu sendiri telah mendapatkan subsidi tranportasi pengambilan kedelai yakni dari Kota Surabaya menuju Kabupaten Bojonegoro. Setelah itu, kedelai disalurkan melalui distributor tahu.

Meski begitu pengambilan tahu ini masih belum memenuhi target yang dibutuhkan para perajin. "Sebab, dari subsidi tranportasi itu hanya dapat mengambil 80 ton kedelai saja. Padahal, yang dibutuhkan perajin tahun sebanyak 100 ton,"imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh, Bu Mur, produsen tahu asal Ledok Kulon, meski harga kedelai import bahan baku tahu dan tempe kian melambung, tak menyurutkan aktivitas para produsen untuk tetap memproduksinya. "Kami masih produksi tetapi mengurangi ukuran tahu, saya rasa perlu adanya kajian lebih lanjut terkait subsidi ini," sambung dia.

Merespon hal tersebut, Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah mengatakan, akan menjawab keluhan tersebut dan memberikan subsidi bagi perajin tahu/tempe di Bojonegoro. Dari hasil koordinasi yang dilakukan pada Kamis (5/7/2021), Pemkab Bojonegoro sendiri rencananya akan menggelontorkan subsidi kedelai untuk sejumlah 147 perajin tahu dan tempe.

Langkah ini merupakan bukti perhatian pemerintah pada industri tahu dan tempe di Kabupaten Bojonegoro. Sebab, berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, harga kedelai impor naik menjadi Rp12.000 per kilogram.

"Waktu pelaksanaan masih rencana. Kami sudah berkoordinasi dengan beberapa OPD. Di antaranya Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan BPR dan Pemkab akan menjawab keluhan sekaligus memberikan subsidi bahan baku," tegas Bupati.

Lebih lanjut, dalam dua bulan ini antara Juni dan Juli. Pemkab sendiri telah melakukan pendataan dan saling bersinergi dengan para perajin tahu di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro. Keluhan tersebut lalu ditindaklanjuti oleh Pemkab dengan menggelar rapat bersama.

"Hasilnya Pemkab Bojonegoro akan menggelontorkan sebanyak Rp267 juta untuk subsidi kedelai. Apabila di rata-rata, satu pengrajin akan mendapatkan kurang lebih Rp1,8 juta untuk subsidi kedelai," pungkasnya. [liz/lis]

 

 

 

Tag : Tahu, subsidi, ekonomi, bahan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat