19:00 . Lembaga Pelatihan Kerja dan Sertifikasi Unugiri Gelar Webinar Santri Wirausahawan   |   18:00 . Kadin Bojonegoro Goes to Campus STEBI Al-Rosyid   |   15:00 . Jelang Tutup Bulan, Harga Emas Melesat Naik   |   14:00 . Hari Jadi Provinsi Jatim, Pelaku UMKM Di Bojonegoro Raih Penghargaan Economy Hybrid   |   13:00 . Capaian Vaksinasi Belum Sampai 50%, Bojonegoro Masih pada PPKM Level 3   |   12:00 . Malam ini Grand Final Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur   |   09:00 . Tunggu Burung Emprit, Warga Dander Disambar Petir   |   21:00 . Otodidak, Pemuda Warga Deru Ini Buka Usaha Gitar Custom   |   20:00 . Kadin Goes To Campus STIE Permata dan STIE Cendekia   |   19:00 . Bupati Bojonegoro Berharap BPD Turut Aktif dalam Abpednas   |   15:00 . Tingkatkan Mitigasi Bencana, Bupati Bojonegoro Pimpin Gelar Apel Siaga Pasukan   |   14:00 . Cuaca Panas Ekstrem Diprediksi Akan Menurun Bulan November Mendatang   |   13:00 . Harga Cabai Rawit Alami Penurunan 35%   |   08:00 . Tak Lelah Edukasi Pentingnya Vaksinasi Covid-19   |   07:00 . Tanaman Obat, Ini 7 Manfaat Daun Ketumbar   |  
Wed, 27 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Indonesia Terkoneksi, Semakin Digital Semakin Maju

Dari Pinggiran kini Bisa Menggenggam Dunia

blokbojonegoro.com | Saturday, 14 August 2021 09:00

Dari Pinggiran kini Bisa Menggenggam Dunia

Oleh: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Masih teringat betul bagaimana perkembangan informasi dan teknologi dalam 10 tahun terakhir. Sekitar tahun 2011 lalu saat menjadi mahasiswa di Bojonegoro, jaringan internet terasa begitu mahal. Setiap kali ada tugas kuliah, biasanya bergadang di warung internet (warnet) hingga dini hari, untuk mendapatkan sumber-sumber informasi maupun data referensi.

Saat itu, masih tampak pula pemandangan sekitar Alun-alun Kota Bojonegoro banyak pelajar maupun mahasiswa duduk di trotoar sambil membuka laptop untuk memanfaatkan free hotspot wifi yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Pemandangan itu lazim dijumpai pada sore hari, maupun pada pagi hari di hari Minggu. Meskipun kuota terbatas, namun cukup bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan referensi materi perkuliahan.

Pada tahun 2013 awal masuk dunia jurnalistik, jangankan sinyal untuk mengakses internet, di zaman BlackBerry Messanger (BBM) masih populer waktu itu, untuk SMS dan telepon saja masih susah di beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro.Terutama di wilayah-wilayah pinggiran, bahkan ada trik agar sinyal bisa masuk ke ponsel saat menunggu pesan masuk, yakni dengan menempelkan ponsel di kaca jendela. Hal itu yang dirasakan tim dari program blokBojonegoro Goes to School (bB GtS) yang mana setiap hari mengunjungi 2 sekolah tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Bojonegoro untuk menebarkan ilmu jurnalistik pada siswa di sekolah-sekolah tersebut.

Sekadar untuk diketahui, program bB GtS merupakan kegiatan sosial yang telah dilakukan oleh blokBojonegoro Media, yang mana setelah memberikan pelatihan jurnalistik akan terbentuk tim lokal organizer sekolah untuk nantinya jika ada kegiatan maupun prestasi di sekolah, siswa bisa membuat berita dan dibantu oleh guru untuk mengirimkan ke redaksi agar bisa dipublikasikan.

Meskipun kondisi waktu itu tidak seperti sekarang, namun dengan upaya yang dilakukan oleh guru agar sekolah bisa lebih dikenal serta mendukung pengembangan kapasitas siswa, banyak sekolah yang aktif mengirimkan berita yang ditulis oleh siswa. Setelah berita muncul, hasil karya siswa dicetak dan ditempel pada majalah dinding (mading) maupun papan informasi di sekolah, agar siswa lebih termotivasi untuk terus belajar.

Gambaran situasi tersebut di atas, hanya bagian dari kisah masa lalu betapa susahnya akses layanan internet untuk mendapatkan informasi. Situasi saat ini, tentu sudah sangat jauh berbeda. Yang mana "Dunia Dalam Genggaman" sangat mudah dilakukan saat ini dengan memanfaatkan gawai di mana pun berada.

Di era disrupsi 4.0, yang mana inovasi teknologi informatika dan telekomunikasi  dapat mengubah sistem dan tatanan yang mengakibatkan perubahan besar-besaran terjadi sangat bisa dirasakan saat ini. Adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua aspek kehidupan saat ini, yang menjadi pembatasan ruang gerak justru memaksa disrupsi terjadi lebih cepat dengan segala aktifitas lebih banyak dilakukan secara digital.

Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menargetkan Indonesia Terkoneksi agar lebih maju, dengan membangun infrastruktur telekomunikasi merata di seluruh Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johhny G. Plate dalam keterangan resmi,(13/12/2020) menyebutkan, Kominfo meningkatkan konektivitas telekomunikasi nasional melalui upaya pembangunan infrastruktur digital untuk memperkecil digital divide. Upaya pemerataan akses internet ini akan dilakukan dengan penggelaran akses di 12.548 desa dan kelurahan.

Menteri Johhny G. Plate juga menyatakan, Badan layanan Umum Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) membangun seluruhnya 9.113 Base Transceiver Station (BTS) di desa dan keluarahan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), agar bisa menikmati jaringan telekomunikasi yang berkualitas. Sedangkan sisanya 3.435 berada di daerah non-3T dan menjadi wilayah kerja dan komitmen dari seluruh operator seluler.

Sementara itu, dalam acara peluncuran jaringan telekomunikasi seluler generasi kelima atau 5G di Surakata yang diselenggarakan secara virtual, dan disiarkan Humas Kominfo (22/6/2021), Johhny G. Plate menyatakan, kesiapan operator seluler dalam menggelar infrastruktur jaringan telekomunikasi seluler generasi kelima di Indonesia dapat mendorong lompatan besar bagi inovasi digital di Indonesia. Melalui 5G, adopsi dan inovasi teknologi digital di berbagai sektor dapat terus ditingkatkan, baik untuk pengembangan ekonomi, health technology, education technology, electronic government, dan smart city, serta berbagai sektor lainnya.  Peluncuran 5G di Indonesia menjadi titik lompatan menuju Indonesia  semakin digital, sekaligus semakin satu, semakin cerdas, dan semakin maju. Selain itu, Menkominfo menyarakan jaringan 5G juga merupakan momentum percepatan akselerasi transformasi digital.

Dengan upaya yang dilakukan tersebut di atas, tentunya digitalisasi akan menjadikan kehidupan lebih maju dalam berbagai sektor. Bagaimana dengan kondisi di Bojonegoro saat ini dibandingkan 1 dekade lalu? Tentu sudah sangat jauh berbeda. Saat ini sangat mudah untuk mendapatkan akses internet bahkan di sudut kamar sekalipun. Membuka laptop tak lagi harus di tengah kota, di setiap balai desa pasti banyak yang memanfaatkan layanan internet. Kegiatan di sekolah, tentunya berjalan secara dalam jaringan (daring) untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Lantas bagaimana kondisi daerah-daerah pinggiran yang dulu susah mendapatkan sinyal? Saat ini memang masih provider-provider tertentu yang bisa dipakai, namun jaringan internet sudah dimanfaatkan di kantor kecamatan dan balai desa. Salah satu pengalaman beberapa waktu lalu mencarikan hadiah ulang tahun buat istri, setelah mencari di marketplace lokal ada barang bagus dan cukup branded yang dijual di daerah pinggiran sekitar 45km dari pusat kota. Saat sampai di sana, meskipun di bawah tower ternyata beda layanan provider seluler yang tersedia. Beruntung masih bisa komunikasi setelah memanfaatkan jaringan internet di kecamatan, akhirnya bisa bertemu dengan penjualnya. Meskipun di daerah pinggiran, ternyata memang masyarakatnya lebih maju dengan memanfaatkan layanan digital.

Tag : Indonesia Terkoneksi, Semakin Digital Semakin Maju



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat