15:00 . Jelang Tutup Bulan, Harga Emas Melesat Naik   |   14:00 . Hari Jadi Provinsi Jatim, Pelaku UMKM Di Bojonegoro Raih Penghargaan Economy Hybrid   |   13:00 . Capaian Vaksinasi Belum Sampai 50%, Bojonegoro Masih pada PPKM Level 3   |   12:00 . Malam ini Grand Final Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur   |   09:00 . Tunggu Burung Emprit, Warga Dander Disambar Petir   |   21:00 . Otodidak, Pemuda Warga Deru Ini Buka Usaha Gitar Custom   |   20:00 . Kadin Goes To Campus STIE Permata dan STIE Cendekia   |   19:00 . Bupati Bojonegoro Berharap BPD Turut Aktif dalam Abpednas   |   15:00 . Tingkatkan Mitigasi Bencana, Bupati Bojonegoro Pimpin Gelar Apel Siaga Pasukan   |   14:00 . Cuaca Panas Ekstrem Diprediksi Akan Menurun Bulan November Mendatang   |   13:00 . Harga Cabai Rawit Alami Penurunan 35%   |   08:00 . Tak Lelah Edukasi Pentingnya Vaksinasi Covid-19   |   07:00 . Tanaman Obat, Ini 7 Manfaat Daun Ketumbar   |   19:00 . Lasiran, PLT Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Wafat   |   18:00 . DPD Partai Golkar Bojonegoro Gelar Vaksinasi Massal Dosis Kedua   |  
Tue, 26 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Demi Menjaga Kesehatan Mental Anak, Yuk Hentikan Pola Parenting Berikut

blokbojonegoro.com | Tuesday, 31 August 2021 07:00

Demi Menjaga Kesehatan Mental Anak, Yuk Hentikan Pola Parenting Berikut

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Mengasuh anak bisa menjadi hal yang menantang. Bagimanapun, pola asuh terutama di masa kanak-kanak akan berpengaruh pada kepribadian anak di masa depan.

Melansir dari Times of India pola asuh juga berpengaruh pada kesehatan mental. Dalam hal ini, berikut beberapa pola asuh yang bisa memengaruhi kesehatan mental anak, antara lain:

1. Mengabaikan emosi anak

Anak-anak memiliki niat murni. Jadi apapun yang mereka rasakan memiliki esensi sejatinya sendiri. Mengabaikan perasaan dan ekspresi mereka hanya akan menghancurkan rasa individualitas mereka.

Pola asuh ini akan membuat anak-anak lebih ragu-ragu dan berkontribusi dalam memicu kecemasan. Oleh karena itu, sebagai orangtua Anda jangan pernah menganggap remeh emosi anak.

2. Meremehkan keputusan dan pilihan anak

Sebagai orangtua, Anda memiliki hak untuk turun tangan ketika anak Anda tidak dapat membuat keputusan. Namun, daripada meremehkan apa yang ada dalam pikiran mereka, pikirkan cara untuk mengarahkan mereka ke pilihan hidup yang dirasa paling baik untuk mereka.

Jika Anda meremehkan keputusan mereka, kemungkinan mereka akan menyimpan semuanya di masa depan dan tidak akan mengungkapkan keinginan pribadi mereka.

3. Menuntut kesempurnaan

Anak-anak harus diajari untuk bercita-cita tinggi, tetapi Anda tentu tak boleh memaksa. Banyak orangtua, menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka, menuntut dan mengharapkan kesempurnaan dari anak-anak.

4. Memaksa mereka untuk mematuhi nilai dan norma dari konstruksi sosial

Sering kali anak-anak memiliki cara mereka sendiri untuk berekspresi dan ada beberapa yang menurut masyarakat berbeda. Anda harus menerapkan diri bahwa berbeda bukan berarti salah, meski menurut norma dan aturan yang dibangun secara sosial kadang sulit diterima.

Misalnya, jika seorang anak laki-laki ingin belajar balet dan mengenakan pakaian berwarna merah muda maka biarkanlah.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan, anak, pendidikan anak, parenting



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat