08:00 . Ruwatan Massal di Bojonegoro Kembali Digelar, Ini Jadwalnya   |   07:00 . Menabung Saja Tidak Cukup, Ini Tips Ajarkan Anak Kelola Uang dengan Tepat   |   06:00 . Berani Bermimpi dan Gigih Menjemput Masa Depan   |   22:00 . Mendag Zulhas: Perjanjian Indonesia–UAE CEPA Ditandatangani, Upaya Tingkatkan Ekspor   |   21:00 . Roadshow, PMI Bojonegoro Lakukan Pembinaan dan Orientasi Pengurus Kecamatan   |   20:00 . Gubernur Lantik Komite Komunikasi Digital (KKD) Jatim   |   19:00 . Perangi Hoaks, Gubernur Jatim Lantik Komite Komunikasi Digital   |   18:00 . Program Agrosilvopastura, PEPC Inisiasi Kesadaran Kolektif Masyarakat Lestarikan Lingkungan   |   12:00 . Momen Hari Bhayangkara, Bupati Anna Ucapkan Selamat Kepada Pejuang Indonesia   |   11:00 . Negara Hadir, Pemerintah Bayar Kompensasi Rp64.5 T, Perkuat Arus Kas Pertamina, Proteksi Daya Beli Masyarakat   |   10:00 . Jelang Idul Adha Harga Telur Ayam Ras Naik   |   09:00 . Kawula Muda, Yuk Ikuti Dance Competition Ngelenyer Piala Bupati Bojonegoro 2022   |   08:00 . Bupati Anna Terbitkan SE Jam Kerja Terbaru Bagi Para ASN Pemkab Bojonegoro   |   07:00 . Jangan Marahi Anak yang Berbohong, Begini 3 Langkah Menghadapinya   |   20:00 . Tim Pemberdayaan Sahabat Pertamina Pamerkan Karya Lansia Produktif   |  
Sat, 02 July 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Orang yang Kurang Menikmati Waktu Senggang, Beresiko Stres dan Depresi Tinggi, Kok Bisa?

blokbojonegoro.com | Friday, 03 September 2021 07:00

Orang yang Kurang Menikmati Waktu Senggang, Beresiko Stres dan Depresi Tinggi, Kok Bisa?

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Stres dan depresi bisa beresiko tinggi terjadi kepada orang yang kurang menghabiskan waktu senggangnya lebih sedikit dari yang seharusnya. Fakta tersebut diperoleh dari sebuah penelitian di Ohio State University.

Selin Malkoc, rekan penulis studi yang mengungkapkan fakta tersebut.Dia mengatakan, orang seperti itu dapat memiliki masalah kesehatan mental yang lebih buruk.

"Ada banyak penelitian yang menunjukkan, waktu senggang memiliki manfaat kesehatan mental dan membuat kita lebih produktif, serta mengurangi dampak stres," ungkapnya yang disadur dari Suara.com, Minggu (29/8/2021).

"Tetapi kami menemukan, jika orang mulai percaya waktu senggang itu sia-sia, mereka mungkin akan menjadi lebih tertekan dan lebih stres," lanjutnya.

Melalui hasil survei yang pernah dilakukan kepada 199 mahasiswa, mereka kemudian dinilai berdasarkan seberapa banyak menikmati aktifitas rekreasi selama senggang dan mengukur tingkat kebahagiaan, kecemasan, depresi, serta stres di diri mereka.

Hasilnya memperlihatkan, semakin akseptor merasa waktu luang itu sia-sia, maka semakin sedikit pula bagi mereka menikmati kegiatan di waktu senggang, dan semakin rendah tingkat kebahagiannya.

Dampak yang ditimbulkan bagi mereka juga berisiko meningkatkan kecemasan, depresi, hingga stres.

Pandangan negatif tentang waktu senggang tak hanya terjadi di negara Amerika Serikat. Tetapi juga di India.

"Kita hidup dalam masyarakat global, dan juga mendengar pesan yang sama betapa pentingnya menjadi sibuk dan produktif," ungkap Rebecca Reczek.

"Hasil kami juga menunjukkan, ketika mereka menganggap waktu senggang adalah pemborosan, mereka justru lebih tertekan dan kurang bahagia," tandasnya.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat