15:00 . Jelang Tutup Bulan, Harga Emas Melesat Naik   |   14:00 . Hari Jadi Provinsi Jatim, Pelaku UMKM Di Bojonegoro Raih Penghargaan Economy Hybrid   |   13:00 . Capaian Vaksinasi Belum Sampai 50%, Bojonegoro Masih pada PPKM Level 3   |   12:00 . Malam ini Grand Final Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur   |   09:00 . Tunggu Burung Emprit, Warga Dander Disambar Petir   |   21:00 . Otodidak, Pemuda Warga Deru Ini Buka Usaha Gitar Custom   |   20:00 . Kadin Goes To Campus STIE Permata dan STIE Cendekia   |   19:00 . Bupati Bojonegoro Berharap BPD Turut Aktif dalam Abpednas   |   15:00 . Tingkatkan Mitigasi Bencana, Bupati Bojonegoro Pimpin Gelar Apel Siaga Pasukan   |   14:00 . Cuaca Panas Ekstrem Diprediksi Akan Menurun Bulan November Mendatang   |   13:00 . Harga Cabai Rawit Alami Penurunan 35%   |   08:00 . Tak Lelah Edukasi Pentingnya Vaksinasi Covid-19   |   07:00 . Tanaman Obat, Ini 7 Manfaat Daun Ketumbar   |   19:00 . Lasiran, PLT Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Wafat   |   18:00 . DPD Partai Golkar Bojonegoro Gelar Vaksinasi Massal Dosis Kedua   |  
Tue, 26 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

TPA Banjarsari Inisiasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

blokbojonegoro.com | Saturday, 04 September 2021 17:00

TPA Banjarsari Inisiasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Guna mengurangi volume sampah basah setiap harinya, sejak tahun 2011. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Diinisiasi menjadi Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL).

Staf Pengelola TPA Banjarsari, Gatot Singkong, mengungkapkan meski baru memiliki dua mesin untuk PSEL. Namun semua sistem sudah berjalan dengan baik, diantaranya menggunakan mesin penghisap gas metan dan mesin mobil.

"Mesin mobil ini fungsinya untuk merubah gas metan menjadi energi listrik, setiap hari PSEL dapat digunakan. Namun masih tergantung dari gas metan, dikarenakan jika pagi hari timbunan masih mengandung air sehingga tidak bisa menghasilkan gas metan," ungkap Gatot Singkong.

Lanjut, untuk proses PSEL ini, menggunakan timbunan sampah basah seperti dedaunan dan ranting pohon. Kemudian di dalam timbunan sampah tersebut dipasang pipa untuk menghasilkan gas metan, kemudian dialirkan ke pipa penampung. "Pipa-pipa tersebut juga tersambung di mesin penghisap gas dan pengubah listrik," ucapnya.

Terkait ukuran watt yang dihasilkan dari PSEL sediri belum diketahui karena tak pernah diukur. Namun, PSEL ini dapat menyalakan enam lampu panjang atau TL maupun kipas angin di satu ruangan hingga pukul 16.00 WIB.

Bahkan, pengolahan sampah menjadi listrik ini sudah berjalan dengan baik selama ini. Akan tetapi, terdapat kekurangan karena di saat musim hujan tidak bisa menghasilkan gas metan sehingga tak dapat digunakan. "Karena gas metan tidak stabil dan lampu tidak bisa menyala, salah satu kelemahannya," jelasnya.

Terkait PSEL yang diinisiasi oleh TPA Banjarsari ini, tentu harapannya dapat dikembangkan lebih luas lagi untuk mengurangi volume sampah yang masuk di TPA Banjarsari. Sebab, per harinya sampah yang masuk ke TPA mencapai 60 ton sampah.

"Ada tiga pengolahan sampah di antaranya seperti kompos, sampah dirubah menjadi BBM hingga PSEL ini. Tentu dari pengolahan ini bisa mengurangi volume penumpukan sampah di TPA Banjarsari," harapnya. [liz/ito]

Tag : TPA, Banjarsari, bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat