10:00 . Video Proses Evakusi Badan Bus Terguling di Jalur Bojonegoro Surabaya   |   09:00 . Video Kecelakaan Bus Terguling di Jalan Bojonegoro Surabaya   |   08:00 . Bus Terguling di Jalan Bojonegoro - Surabaya   |   07:30 . Hindari Truk, Bus Terguling di Mojodeso   |   07:00 . Jangan Langsung Dimarahi Jika Nilai Sekolah Anak Menurun, Bisa Jadi Gejala Stres Belajar   |   19:00 . Pelajar Bojonegoro Ikuti Virtual Zoom Meeting Himabo Goes To Campus   |   18:00 . Sinergi TNI-Polri Bersama Wartawan Bojonegoro   |   16:00 . Dinkes Bojonegoro Catat 112 Kasus DBD, 2 Orang Meninggal   |   14:00 . Melawan Belanda dengan Ilmu Kasat Mata   |   13:00 . Suara Community Institute: Inkubasi ‘Digital Journalism dan Content Creation’   |   07:00 . Ahli Gizi: Jangan Berikan Gula Tambahan pada Anak di Bawah 2 Tahun   |   19:00 . Ban Pecah, Truk Muatan Rongsokan Terguling di Sukowati   |   18:00 . Tak Perlu Diet, Hanya Butuh Makan Berkesadaran   |   16:00 . Warga Nekat Lewati Batas Pagar Jembatan TBT Sambil Joget, Ini Pesan Kepala BPBD   |   14:00 . Selamat, Vesta Farida Kembali Pimpin PAC Fatayat NU Kanor   |  
Tue, 18 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

TPA Banjarsari Inisiasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

blokbojonegoro.com | Saturday, 04 September 2021 17:00

TPA Banjarsari Inisiasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Guna mengurangi volume sampah basah setiap harinya, sejak tahun 2011. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Diinisiasi menjadi Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL).

Staf Pengelola TPA Banjarsari, Gatot Singkong, mengungkapkan meski baru memiliki dua mesin untuk PSEL. Namun semua sistem sudah berjalan dengan baik, diantaranya menggunakan mesin penghisap gas metan dan mesin mobil.

"Mesin mobil ini fungsinya untuk merubah gas metan menjadi energi listrik, setiap hari PSEL dapat digunakan. Namun masih tergantung dari gas metan, dikarenakan jika pagi hari timbunan masih mengandung air sehingga tidak bisa menghasilkan gas metan," ungkap Gatot Singkong.

Lanjut, untuk proses PSEL ini, menggunakan timbunan sampah basah seperti dedaunan dan ranting pohon. Kemudian di dalam timbunan sampah tersebut dipasang pipa untuk menghasilkan gas metan, kemudian dialirkan ke pipa penampung. "Pipa-pipa tersebut juga tersambung di mesin penghisap gas dan pengubah listrik," ucapnya.

Terkait ukuran watt yang dihasilkan dari PSEL sediri belum diketahui karena tak pernah diukur. Namun, PSEL ini dapat menyalakan enam lampu panjang atau TL maupun kipas angin di satu ruangan hingga pukul 16.00 WIB.

Bahkan, pengolahan sampah menjadi listrik ini sudah berjalan dengan baik selama ini. Akan tetapi, terdapat kekurangan karena di saat musim hujan tidak bisa menghasilkan gas metan sehingga tak dapat digunakan. "Karena gas metan tidak stabil dan lampu tidak bisa menyala, salah satu kelemahannya," jelasnya.

Terkait PSEL yang diinisiasi oleh TPA Banjarsari ini, tentu harapannya dapat dikembangkan lebih luas lagi untuk mengurangi volume sampah yang masuk di TPA Banjarsari. Sebab, per harinya sampah yang masuk ke TPA mencapai 60 ton sampah.

"Ada tiga pengolahan sampah di antaranya seperti kompos, sampah dirubah menjadi BBM hingga PSEL ini. Tentu dari pengolahan ini bisa mengurangi volume penumpukan sampah di TPA Banjarsari," harapnya. [liz/ito]

Tag : TPA, Banjarsari, bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat