10:00 . LIVE: CERDAS DAN BIJAK DALAM BERMEDIA SOSIAL   |   07:00 . Jangan Panik, Ini Sebab Bayi Cegukan dan Cara Menghentikannya   |   20:00 . Pelaksana Desa Dander dan Ngunut Gelar FGD Program Penataan Sumber Air Bagi Masyarakat   |   19:00 . HJB ke-344, Nakes Puskesmas Temayang Terima Penghargaan   |   15:00 . Capaian Kinerja Pemkab Bojonegoro Terus Meningkat   |   14:00 . Beda Indikator, Penilaian Level Covid-19 di Bojonegoro Berbeda   |   12:00 . Hari Jadi Bojonegoro, Kejaksaan Negeri Terima Penghargaan dari Pemkab   |   10:00 . Bupati Beri Penghargaan Instansi, OPD Hingga Instansi Terbaik di Hari Jadi Bojonegoro 343   |   09:00 . Meski Zona Kuning, Petugas Terus Ingatkan Prokes Kepada Masyarakat   |   07:00 . Studi Buktikan Lingkungan Hijau dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Anak   |   06:00 . 5 Wilayah di Jatim Level 1, ini Aturan Baru dalam PPKM   |   21:00 . Resmikan Wisata Religi, Gus Ali Berziarah ke Makam Yek Ali di Sumberejo   |   20:00 . Peringkat Hasil SKD Pemkab Bojonegoro Masih Tunggu Instruksi BKN Pusat   |   19:00 . KADIN Bojonegoro Goes to Campus, Podcast di 2 Tempat   |   18:00 . Yuk...! Ikuti Webinar Cerdas dan Bijak dalam Bermedia Sosial   |  
Thu, 21 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Bocah 10 Tahun Asal Ngasem Ini Mahir Jadi Dalang

blokbojonegoro.com | Sunday, 19 September 2021 18:00

Bocah 10 Tahun Asal Ngasem Ini Mahir Jadi Dalang

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Gamelan, wayang, kisah Mahabharata dan Ramayana mungkin terdengar asing bagi sebagian anak Indonesia. Namun tidak berlaku bagi Kanaka Rozzaq Wiratama (10) atau akrab disapa Kaka, dalang cilik asal Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Dilahirkan dari keluarga berdarah seniman terutama sang Ayah yang berprofesi sebagai Dalang, dia mampu membawa kepiawaian tangannya dalam memainkan tokoh pewayangan dan kini sudah tak perlu diragukan lagi.

Awal mula ketertarikannya untuk menjadi dalang bermula saat semasa kecil, dirinya melihat sang Ayah yang juga berprofesi sebagai Salang. "Dari TK memang sudah belajar memainkan lakon pewayangan. Apalagi Bapak juga Dalang dan memiliki sanggar jadi tertarik," ungkap Kaka.

Meski mempelajari pewayangan cukup sulit, Kaka pun tak pernah menyerah. Ia menganggap belajar Dalang dan tokoh pewayangan menjadi tantangan tersendiri.

"Lumayan sulit karena harus seimbang antara terampil sabet dan gamelan. Intonasi nada atau titi laras juga menjadi kunci utama mendalang," ucap siswa SDN Setren 1 Ngasem.

Kaka mengungkapkan untuk tokoh Pewayangan Solo yang sering ia bawakan yakni lakon Parikesit Jumeneng, Wahyu Makutoromo hingga Wiroto Parwo.

"Pewayangan Solo pada intinya alurnya bercerita tentang Ramayana dan Mahabarata. Sifatnya juga berbeda-beda maka membawakannya berbeda, dengan intonasi tegas maupun lemah lembut," imbuh bocah 10 tahun.

Berkat kecintaannya pada seni tradisional dan kepiawaian memerankan lakon pewayangan Solo. Kaka juga kerap diundang di berbagai festival menjadi dalang cilik pada acara sedekah bumi hingga rembuk budaya Malowopati. "Kedepan sedang mempersiapkan event untuk festival Dalang cilik," sambung Kaka.

Menariknya, selain mahir mendalang Kaka juga mulai belajar gendang dan memainkan demung agar tau gerak wayang atau nada gamelan untuk siluk. "Sedikit-sedikit mulai belajar main demung karena menjadi dalang akan lebih menarik jika bisa nembang," pungkasnya. [liz/lis]

 

 

Tag : Sastra, wayang, budaya'



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat