08:00 . Ruwatan Massal di Bojonegoro Kembali Digelar, Ini Jadwalnya   |   07:00 . Menabung Saja Tidak Cukup, Ini Tips Ajarkan Anak Kelola Uang dengan Tepat   |   06:00 . Berani Bermimpi dan Gigih Menjemput Masa Depan   |   22:00 . Mendag Zulhas: Perjanjian Indonesia–UAE CEPA Ditandatangani, Upaya Tingkatkan Ekspor   |   21:00 . Roadshow, PMI Bojonegoro Lakukan Pembinaan dan Orientasi Pengurus Kecamatan   |   20:00 . Gubernur Lantik Komite Komunikasi Digital (KKD) Jatim   |   19:00 . Perangi Hoaks, Gubernur Jatim Lantik Komite Komunikasi Digital   |   18:00 . Program Agrosilvopastura, PEPC Inisiasi Kesadaran Kolektif Masyarakat Lestarikan Lingkungan   |   12:00 . Momen Hari Bhayangkara, Bupati Anna Ucapkan Selamat Kepada Pejuang Indonesia   |   11:00 . Negara Hadir, Pemerintah Bayar Kompensasi Rp64.5 T, Perkuat Arus Kas Pertamina, Proteksi Daya Beli Masyarakat   |   10:00 . Jelang Idul Adha Harga Telur Ayam Ras Naik   |   09:00 . Kawula Muda, Yuk Ikuti Dance Competition Ngelenyer Piala Bupati Bojonegoro 2022   |   08:00 . Bupati Anna Terbitkan SE Jam Kerja Terbaru Bagi Para ASN Pemkab Bojonegoro   |   07:00 . Jangan Marahi Anak yang Berbohong, Begini 3 Langkah Menghadapinya   |   20:00 . Tim Pemberdayaan Sahabat Pertamina Pamerkan Karya Lansia Produktif   |  
Sat, 02 July 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Petani Toge Desa Talok, Omzet Jutaan, Ciptakan Lapangan Kerja Bagi

blokbojonegoro.com | Tuesday, 21 September 2021 18:00

Petani Toge Desa Talok, Omzet Jutaan, Ciptakan Lapangan Kerja Bagi

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Toge atau kecambah biasanya dijual di pasar-pasar tradisional yang ada di Indonesia. Sayuran berbahan biji-bijian ini seringkali digunakan sebagai bahan baku kuliner seperti lunpia, gado-gado, rawon maupun soto hingga campuran sambal. 

Salah satu produsen toge, Sutani, petani asal Dusun Sidodadi, Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro bercerita mulai menggeluti bisnis toge atau kecambah sejak Tahun 1990 atau 30 tahun silam. 

Teknik budidaya toge menurutnya tidaklah rumit. "Dengan dibantu tujuh orang warga, mulai dari proses pembibitan, pembersihan, penyiraman dan pengemasan ketika hendak dijual," ucap Sutani. 

Selama tiga puluh tahun menggeluti usaha sebagai petani toge, Sutani sukses meraup omzet Rp200.000 per harinya atau sekitar Rp6.000.000 apabila dikalkulasi per bulan. "Sehari target 100 Kilogram, pemasaran melalui tengkulak di pasar tradisional yang ada di wilayah Bojonegoro," imbuhnya. 

Terpisah, Kepala Desa Talok, Samudi ketika menemui Sutami di lokasi usahanya berharap kelak usaha pertanian lokal milik warganya ini tetap bisa eksis meski di tengah Pandemi Covid-19. Dengan harapan mampu menumbuhkan perekonomian yang sangat signifikan bagi petani maupun masyarakat yang ikut bekerja, khususnya kaum ibu-ibu. 

"Kami PemDes Talok akan terus melakukan pendampingan, agar mereka tetap eksis dan akan kita bina. Serta berusaha membuatkan mereka wadah agar kebersamaan tetap terjaga," pungkasnya. [liz/lis]

 

Tag : Petani, toge, omzet



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat