20:00 . Peringkat Hasil SKD Pemkab Bojonegoro Masih Tunggu Instruksi BKN Pusat   |   19:00 . KADIN Bojonegoro Goes to Campus, Podcast di 2 Tempat   |   18:00 . Yuk...! Ikuti Webinar Cerdas dan Bijak dalam Bermedia Sosial   |   17:00 . Desa Pilanggede Raih Penghargaan Tropi Proklim Utama dari KLHK   |   16:00 . Naik Tipis! Harga Emas Antam 24 Karat Dijual Rp915.000   |   15:00 . Diduga Lalai Saat Masak Air, Rumah di Baureno Terbakar   |   14:00 . Bupati Bojonegoro Ziarah di Makam Leluhur   |   13:30 . Tarian Waranggono dan Tabur Bunga di Kayangan Api   |   13:00 . Proses Ritual Pengambilan Api Abadi Berjalan Khidmat dan Tetap Prokes   |   12:00 . Inilah Serangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro Ke-344   |   11:00 . Atap Gedung MWC NU Kepohbaru Rusak Akibat Hujan Deras dan Angin   |   08:00 . Baru Pertama Ikuti Kejuaraan, Bojonegoro Hampir Juara   |   07:00 . Bermain di Masa Pandemi Jadi Kebutuhan Dasar Anak yang Harus Terpenuhi   |   06:00 . Selamat Hari Jadi Bojonegoro Ke-344   |   20:00 . Stok Kebutuhan Darah UDD PMI Bojonegoro Menipis di Bawah Normal   |  
Wed, 20 October 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

#CeritaDesakKu

Desa Pejambon Pernah Dibuat Tempat Persembunyian Prajurit Majapahit

blokbojonegoro.com | Friday, 24 September 2021 18:00

Desa Pejambon Pernah Dibuat Tempat Persembunyian Prajurit Majapahit

Kontributor: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Setiap desa dan daerah pasti memiliki asal usul atau sejarah terbentuknya daerah tersebut, meskipun entah benar atau tidak kejadian tersebut, tapi cerita itu bisa jadi turun temurun dari leluhur desa, seperti halnya Desa Pejambon yang berada di Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Kepala Desa Pejambon, Abd. Rokhman menceritakan, pada zaman dahulu kala setelah Kerajaan Majapahit dikalahkan oleh Kerajaan Demak pada tahun 1518, seluruh prajurit dari Majapahit yang tidak mau mengabdi sebagai prajurit kerajaan Majapahit era baru semua melarikan diri berlindung mencari keselamatan menyebar ke seluruh pelosok hutan di Jawa Timur.

"Salah satu tempat yang menjadi perlindungan adalah kampung yang terletak di wilayah Bojonegoro sebelah Timur yang sekarang menjadi desa dengan nama Desa Pejambon," ujarnya.

Singkat cerita ada seorang prajurit yang membawa anak dan istrinya mencari tempat aman dari kejaran prajurit Demak, mereka hidup rukun damai bertahun-tahun di wilayah kampung tersebut sampai prajurit itu meninggal dunia, agar tidak diketahui oleh warga yang lain kalau dia itu bekas prajurit majapahit, maka makamnya dirahasiakan tidak diberi nama pada petilasanya hanya ditulis huruf P dan diatas makam ditanami pohon Jabon.

Selang beberapa tahun kemudian ketika kerajaan majapahit sudah aman dan tenang seluruh wilayah penjuru Jawa Timur didatangi untuk dicari prajurit baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal untuk diajak kembali bergabung menjadi prajurit yang masih hidup dan yang sudah meninggal untuk diberi penghormatan oleh raja.

Sampailah prajurit dari majapahit itu di desa dimana ada seorang prajurit yang dimakamkan di desa itu, namun tidak ada catatan namanya hanya ada tulisan huruf P pada makamnya, dan pohon jabon di atasnya, "Untuk menghotmati prajurit tersebut maka desa yang ditempati makam tersebut diberi nama Desa Pejambon, sebagai wujud penghormatan terhadap prajurit tersebut," pungkas Kades Pejambon.

Desa Pejambon ini memiliki penduduk kurang lebih sekitar 2.136 jiwa, dan jarak tempuh Desa Pejambon ke Jantung Kota Bojonegoro berjarak kurang lebih 20 kilometer, Desa Wisata tersebut memiliki jargon sendiri yaitu, BESTARI (Bersih, Sehat, Tertata dan Rapi). [riz/mu]

Tag : sejarah desa pejambon bojonegoro, sejarah desa yang ada di bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat