17:00 . Awal Tahun 2022, Ada 164 Kasus DBD dan DD Masuk Dinkes Bojonegoro   |   16:00 . Harga Cetakan Antam Turun, UBS Justru Naik   |   15:00 . 1 Jiwa Melayang, Pemdes Kandangan Imbau Tetap Waspada DBD   |   14:00 . Sepanjang 2021, Dinas Damkar Tangani 445 Sarang Tawon   |   13:00 . Era Baru Perdagangan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Dimulai   |   12:00 . Bupati Anna Siapkan 4000 Beasiswa untuk Mahasiswa Tugas Akhir   |   11:00 . Kecelakaan Bus Margo Djoyo, 1 Orang Meninggal 5 Luka-luka   |   10:00 . Video Proses Evakusi Badan Bus Terguling di Jalur Bojonegoro Surabaya   |   09:00 . Video Kecelakaan Bus Terguling di Jalan Bojonegoro Surabaya   |   08:00 . Bus Terguling di Jalan Bojonegoro - Surabaya   |   07:30 . Hindari Truk, Bus Terguling di Mojodeso   |   07:00 . Jangan Langsung Dimarahi Jika Nilai Sekolah Anak Menurun, Bisa Jadi Gejala Stres Belajar   |   19:00 . Pelajar Bojonegoro Ikuti Virtual Zoom Meeting Himabo Goes To Campus   |   18:00 . Sinergi TNI-Polri Bersama Wartawan Bojonegoro   |   16:00 . Dinkes Bojonegoro Catat 112 Kasus DBD, 2 Orang Meninggal   |  
Tue, 18 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tergantung Keluhan yang Dialami Pasien, Pengobatan Nyeri Dibedakan Menjadi 3 Level

blokbojonegoro.com | Saturday, 25 September 2021 07:00

Tergantung Keluhan yang Dialami Pasien, Pengobatan Nyeri Dibedakan Menjadi 3 Level

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Tidak semua keluhan nyeri di badan diobati dengan cara yang sama. Terlebih dalam kondisi wabah Covid-19, penanganan medis harus ada yang disesuaikan.

Dokter spesialis bedah saraf dr. Dwikoryanto, Sp. BS. FINPS., mengatakan bahwa dilihat dari gejalanya, nyeri dibedakan menjadi tiga level. Dokter akan memberikan pengobatan kepada pasien nyeri sesuai diagnosis levelnya.

"Kalau level 1, misalnya, pada pasien yang nyeri ringan sampai sedang, penyebab dan diagnosisnya jelas, kemudian kalau dia memiliki komorbid relatif terkontrol. Maka dia juga bisa menggunakan perangkat telemedicine," jelas dokter Dwikoryanto dalam webinar daring Brain Awareness Week, Rabu (22/9/2021).

Pengobatan terhadap pasien nyeri level 1 hanya perlu melakukan rawat jalan melalui telemedicine. Dokter biasanya akan memberikan obat anti nyeri untuk meredam gejala yang dirasakan.

Sedangkan pasien dengan keluhan nyeri level 2 memiliki gejala yang serupa dengan level 1. Hanya saja, pasien dalam kondisi terkonfirmasi infeksi virus Corona atau masih menjadi suspek Covid-19 akibat adanya riwayat kontak juga memiliki gejala seperti flu.

"Maka kita harus menduga pasien ini juga memiliki problem Covid, jadi tentu memerlukan pendekatan penanganan yang berbeda," imbuh dokter Dwikoryanto.

Dalam kondisi tersebut, pasien harus menjalani isolasi mandiri di rumah ataupun di rumah sakit sesuai gejala Covid-19 yang dihadapinya.

Nyeri pada level 3, digambarkan kondisi pasien yang alami gejala sangat berat. Dokter Dwikoryanto mengatakan, biasanya pasien harus segera mendapatkan tindakan medis darurat. Sehingga perlu dilakukan rawat di nap.

Dalam kondisi tersebut, dokter akan memeriksa kondisi organ tubuh pasien untuk memastikan apakah ada cedera serius yang jadi penyebab nyeri.

*Sumber: suara.com

 

 

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat