12:00 . CPNS 2023 Kapan Dimulai? Ini Prediksi dan Bocoran Jabatan yang Dibutuhkan   |   11:00 . Awal Tahun, 8 Kecamatan di Bojonegoro Terdampak Puting Beliung   |   10:00 . Baznas Buka Pendaftaran Seleksi Calon Pimpinan   |   09:00 . Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 23 Maret 2023   |   08:00 . Bupati Anna Minta BPD Sukseskan Program RPL Pascasarjana   |   07:00 . Tanya Dokter Seperti Apa Ciri Anak Stunting?   |   06:00 . Namanya Dicatut untuk Penipuan, AMSI Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku   |   19:00 . Erick Thohir: Indonesia Harus Punya Blue Print 100 Tahun Sepak Bola   |   18:00 . Viral! Tukang Becak di Bojonegoro Ambil Bollard di Trotoar   |   17:00 . Dua Pelajar di Bojonegoro Dikabarkan Diculik, Benarkah?   |   16:00 . Unugiri Bojonegoro Gelar Istighotsah Menyongsong Puncak Satu Abad NU   |   13:00 . Pembukaan Praktik Kebidanan, Tampilkan Peran Mahasiswa Kampus Ungu dalam Komunitas   |   10:00 . blokBojonegoro Lolos Tahap 2 Calon Anggota MCH 2023   |   09:00 . Segera Daftar, Tahun Ini Pemkab Anggarkan Rp34,6 Miliar untuk Beasiswa Pendidikan   |   08:00 . 141 Media se Indonesia Bersaing di MCH 2023   |  
Wed, 01 February 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Studi: Tekanan Akademik Bukan Penyebab Terbesar Masalah Kesehatan Mental Remaja

blokbojonegoro.com | Wednesday, 10 November 2021 07:00

Studi: Tekanan Akademik Bukan Penyebab Terbesar Masalah Kesehatan Mental Remaja

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Peningkatan masalah kesehatan mental pada remaja selama sekolah menengah sering dikaitkan dengan bertambahnya tekanan akademis.

Namun studi terbaru dari University College London menyebut, faktor bertambahnya usia lebih sering menyebabkan masalah kesehatan mental remaja dibandingkan tekanan akademis.

Studi juga menemukan bahwa 40.000 remaja mengalami tekanan mental yang buruk.

Penelitian ini coba menyelidiki tentang hubungan antara kesehatan mental dan tahun ajaran sekolah. Bahkan, studi ini menemukan bahwa masalah kesehatan mental sangatlah lazim terjadi pada anak perempuan selama menjalani pendidikan SMA.

Melansir dari Medical Express, para peneliti menganalisis data yang diambil dari Clinical Practice Research Datalink (CPRD), di mana data pasien yang dianonimkan mencakup kontak dengan penyedia layanan kesehatan primer dan juga sekunder.

CPRD digunakan untuk membandingkan ukuran masalah kesehatan mental. Mulai dari siswa kelas 9, kelas 10, hingga kelas 11.

Temuan menunjukkan, masalah kesehatan mental yang diukur lewat kontak penyedia layanan kesehatan primer (seperti dokter) dan sekunder (rumah sakit), jarang terjadi pada siswa sekolah dasar.

Di sisi lain, kontak penyedia layanan kesehatan ini juga meningkat pesat pada populasi siswa SMA, di mana ini terjadi dua kali lebih umum pada anak perempuan (sekitar 10 kasus per 1.000 anak per bulan) dibanding laki-laki (sekitar 3 atau 4 kasus per 1.000 anak).

“Kesejahteraan kaum remaja telah menjadi masalah kebijakan pendidikan. Dan ini ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap penulis studi utama Profesor John Jerrim dari UCL Social Research Institute.

Lewat tantangan studi empiris yang cukup sulit adalah, dengan memisahkan efek kelompok tahun ajaran dari efek usia. Misalnya, jika anak remaja lebih mungkin menderita penyakit mental pada usia tertentu, ini dapat menyebabkan seseorang melebih-lebihkan efeknya pada tahun ajaran tertentu.

Selain itu, studi ini coba mengambil langkah dalam menyelidiki masalah tersebut. Tentunya, ini dilakukan dengan membandingkan anak yang masuk ke dalam kelompok tahun ajaran dengan anak yang masuk ke dalam ajaran di tingkat bawahnya.

“Studi kami menunjukkan, apakah Anda yang tertua atau termuda di tahun Anda, risiko kesehatan mental meningkat yang kira-kira sama berdasarkan usia Anda,” ungkap Profesor John Jerrim.

“Jadi, meskipun pengalaman di sekolah dianggap sebagai faktor kunci yang berkontribusi terhadap kesehatan mental yang buruk bagi remaja, kami menemukan bahwa usia adalah faktor yang menyebabkan meningkatkan masalah kesehatan mental,” lanjutnya.

“Jadi, ini tidak terkait dengan siswa yang berada dalam kelompok tahun ajaran tertentu saja,” pungkasnya.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 24 January 2023 08:00

    Manfaat Belajar Matematika

    Manfaat Belajar Matematika Matematika adalah ilmu pengetahuan yang banyak membahas tentang angka dan bilangan. Materinya yang sulit dipahami dan banyaknya rumus yang harus diingat, membuat tidak semua orang menyukai matematika, bahkan membencinya. Dibutuhkan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 23 December 2022 12:00

    Pengumuman Lelang Terbuka

    Pengumuman Lelang Terbuka Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, PT. Asri Dharma Sejahtera Tahun 2022, dengan ini tim pengadaan jasa kontruksi melakukan lelang terbuka dengan kualifikasi pekerjaan sebagai berikut...

    read more