16:00 . Harga Cetakan Antam Turun, UBS Justru Naik   |   15:00 . 1 Jiwa Melayang, Pemdes Kandangan Imbau Tetap Waspada DBD   |   14:00 . Sepanjang 2021, Dinas Damkar Tangani 445 Sarang Tawon   |   13:00 . Era Baru Perdagangan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Dimulai   |   12:00 . Bupati Anna Siapkan 4000 Beasiswa untuk Mahasiswa Tugas Akhir   |   11:00 . Kecelakaan Bus Margo Djoyo, 1 Orang Meninggal 5 Luka-luka   |   10:00 . Video Proses Evakusi Badan Bus Terguling di Jalur Bojonegoro Surabaya   |   09:00 . Video Kecelakaan Bus Terguling di Jalan Bojonegoro Surabaya   |   08:00 . Bus Terguling di Jalan Bojonegoro - Surabaya   |   07:30 . Hindari Truk, Bus Terguling di Mojodeso   |   07:00 . Jangan Langsung Dimarahi Jika Nilai Sekolah Anak Menurun, Bisa Jadi Gejala Stres Belajar   |   19:00 . Pelajar Bojonegoro Ikuti Virtual Zoom Meeting Himabo Goes To Campus   |   18:00 . Sinergi TNI-Polri Bersama Wartawan Bojonegoro   |   16:00 . Dinkes Bojonegoro Catat 112 Kasus DBD, 2 Orang Meninggal   |   14:00 . Melawan Belanda dengan Ilmu Kasat Mata   |  
Tue, 18 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Setelah Vaksin Tetap Penting Menjaga Prokes, ini Alasannya

blokbojonegoro.com | Monday, 15 November 2021 16:00

Setelah Vaksin Tetap Penting Menjaga Prokes, ini Alasannya Imbauan Protokol Kesehatan dari WHO. (Infografis: Instagram WHO)

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Vaksin dapat melindungi dari penyakit serius dan kematian akibat Covid-19. Meski demikian, setelah divaksi tetap harus menjaga protokol kesehatan (Prokes) pencegahan penyebaran Covid-19.

Organiasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) melalui akun Instagram resmi bercentang biru mengimbau untuk tetap menjaga prokes. "Vaccines can protect you from serious illness and death from #COVID19. But #DYK that after being vaccinated, you should STILL #WearAMask⁣⁣, Keep a safe distance⁣⁣, Open windows⁣⁣, Cough/sneeze into your elbow⁣⁣. Keep hands clean⁣⁣," tulis WHO.

Masih dalam unggahan WHO, alasan prokes tetap dilakukan meski sudah divaksin adalah untuk menghindari menginfeksi orang lain (avoid infecting someone else), tidak semua orang bisa divaksinasi (not everyone can get vaccinated), tidak ada vaksin yang 100% efektif (no vaccine is 100% effective), dan untuk menjaga orang yang Anda cintai (to take care of your loved ones).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menargetkan setiap negara untuk memvaksinasi setidaknya 10% dari populasinya pada akhir bulan september 2021. Sekurangnya 40% pada akhir tahun 2021 ini dan 70% populasi dunia pada pertengahan 2022.

Tag : World Health Organization, who, Organiasi kesehatan dunia, vaksin, covid-19



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat