09:00 . Teknologi Informasi dan Komunikasi Berkembang, Jurnalis Harus Adaptasi dengan Tantangan   |   21:00 . Pengunjung BNFF Tumpah Ruah   |   18:00 . STIKES Rajekwesi Bojonegoro Borong Dua Juara   |   16:00 . Strategi Pertamina Menjaga Pasokan Energi Nasional   |   15:00 . SHU Pertamina Gelar Media Gathering Regional Indonesia Timur   |   14:00 . Pemdes Berharap Ada Bantuan Makanan dan Bahan Pokok untuk Warganya   |   13:00 . Kado Hari Guru Nasional, FTBM Bojonegoro Launching 11 Buku Karya Guru PAUD Bojonegoro   |   12:00 . Berlangsung Khidmat, STAI Attanwir Gelar Wisuda 145 Mahasiswa   |   11:00 . Pengguna Jalan Dihimbau Pilih Jalur Alternatif   |   10:00 . Jalan Nasional Bojonegoro-Babat Terendam Banjir, Macet Mengular   |   09:00 . Kolaborasi Stakeholder, Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan dari Kemenkes   |   21:00 . Malam Ini Debit Air Waduk Pacal dan Bengawan Solo Meningkat   |   20:00 . Inisiasi Pengembangan Vinglish Melalui Riset   |   19:00 . Live : Bojonegoro Fashion Street and Veggie   |   18:00 . Pahlawan Perjuangan di Bojonegoro, Abadi Dalam Nama Jalan dan Fasum   |  
Sun, 27 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pasca Musibah Perahu Tenggelam

Warga Trauma, Penyebrangan Gemblo Tutup

blokbojonegoro.com | Monday, 29 November 2021 10:00

Warga Trauma, Penyebrangan Gemblo Tutup Warga duduk termenung di tepi Bengawan Solo turut Desa Semambung (Foto: blokBojonegoro.com/Muharrom)

Reporter: Nur Muharrom

blokBojonegoro.com - Hampir satu bulan musibah perahu tenggelam di penyebrangan gemblo, antara Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Sampai sekarang, penyebrangan perahu tradisional yang biasanya ramai telah tutup. Menurut warga Desa Semambung, trauma membuat warga takut menyebrang.

Informasi blokBojonegoro.com, Senin (29/11/2021), masyarakat yang menyebrang memilih melalui jalur Dusun Grape, Desa/Kecamatan Kanor. Walaupun memutar, tapi itu jadi pilihan.

Terlihat, di sebelah utara pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Kanor dan Kecamatan Rengel (KaRe), tidak terlihat hilir mudik perahu.

"Memang benar, setelah kejadian pilu yang menewaskan banyak orang itu penyebrangan tutup," jelas salah seorang warga Desa Semambung, An'im.

Menurutnya, jika ingin ke Rengel atau sebaliknya warga Regel yang ke Kanor, akan menyebrang melalui tambangan perahu Grape.

"Walaupun memutar, tapi itu jadi pilihan," tambahnya. [lin/mu]


Kondisi arus Bengawan Solo yang deras (Foto: blokBojonegoro.com/Muharrom)

Tag : bengawan solo, pembangunan jembatan kare, tambangan perahu penyebrangan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat