20:00 . Jelang Pemilu, 749 Calon PPK Ikuti Tes CAT   |   19:00 . Curah Hujan Tinggi, TPT Jembatan Jetak Bojonegoro Longsor   |   18:00 . Waspada Penipuan Digital, Masyarakat Perlu Bijak Bermedsos   |   17:00 . Cegah Longsor dan Banjir, Pemkab Bojonegoro Bangun Tebing Penahan   |   16:00 . Polisi Terus Selidiki Laporan Dugaan Sertifikat Tanah Palsu di Kasiman   |   15:00 . Tips Hemat Hadapi Godaan Diskon Belanja Akhir Tahun   |   14:00 . Kejari Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi APBDes Deling   |   13:00 . UINSA Terima Anugerah Top 45 Publik Inovasi Terbaik   |   12:00 . Diduga Kurang Konsentrasi, Remaja Meninggal Dunia Usai Menabrak Pemotor di Dander   |   08:00 . Pemkab Bojonegoro Masih Tunggu Juknis Inpres Pengadaan Kendaraan Listrik Kedinasan   |   07:00 . Bayi Rewel Saat Tidur Malam, Apa Bisa karena Ruam Popok?   |   16:00 . BMKG Juanda: Waspada Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang   |   15:00 . BPBD Jatim Beberkan Potensi Daerah Rawan Bencana, Termasuk Bojonegoro   |   13:00 . Jalan Darurat Jembatan Kedungjati Kembali Dibuka   |   12:00 . Bupati Bojonegoro Bersama Sekretaris Utama BMKG Tandatangani MoU Mitigasi Bencana   |  
Tue, 06 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Jangan Abaikan Nyeri Dada pada Anak, Ini Bahayanya!

blokbojonegoro.com | Tuesday, 30 November 2021 07:00

Jangan Abaikan Nyeri Dada pada Anak, Ini Bahayanya!

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Anak sering kali sulit menggambarkan rasa sakit yang dikeluhkannya. Tapi, jangan abaikan ketika anak-anak mengeluhkan rasa sakit atau nyeri dada yang membuat mereka menangis.

Dr Ramakanta, Panda, ahli bedah toraks kardiovaskular, Managing Direstor & Vice Chairman, Asian Heart Institute, Mumbai menyarankan orangtua untuk segera mencuri bantuan medis ketika anak-anak mengeluhkan nyeri dada.

Sebenarnya, sebagian besar nyeri dada tidak berbahaya. Penyebabnya bisa berkaitan dengan kulit, tulang, saluran makanan, ketegangan otot, saraf terkompresi atau paru-paru.

Jika anak mengalami nyeri dada yang berlangsung selama beberapa detik atau berjam-jam, maka itu mungkin tidak berhubungan dengan jantung dan tak perlu dikhawatirkan.

Nyeri dada juga bisa terjadi selama latihan fisik dan berlangsung lebih lama atau setelah istirahat hilang itu perlu diwaspadai. Bahkan menangis keras juga bisa menjadi salah satu bentuk olahraga kecil bagi anak-anak, yang bisa menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan membutuhkan lebih banyak darah untuk dipompa.

Dalam kondisi ini, seorang anak bisa mengalami nyeri dada bila memiliki cacat lahir pada jantung. Sedangkan, nyeri dada terkait jantung pada anak-anak tidak terlalu umum.

Meski begitu, diagnosis yang terlambat bisa menyebabkan kefatalan. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memahami nyeri dada yang berhubungan dengan jantung dan segera konsultasi dengan dokter.

"Jika anak mengalami cacat lahir pada jantung, perawatannya tergantung pada tingkat keparahannya. Ada cacat jantung yang bisa diatasi secara konservatif dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup, tetapi juga ada yang membutuhkan tindakan bedah," kata Dr Panda dikutip dari Times of India.

Ada dua situasi yang bisa menggambarkan anak mengalami cacat lahir pada jantung, antara lain:

1. Arteri asal yang lebih tinggi

Alih-alih posisi normalnya, arteri berasal dari sudut yang lebih tinggi menjadi tertekuk saat melebar karena olahraga atau aktivitas berat.

2. Arteri yang mengambil jalur salah

Arteri ditempatkan secara salah di antara aorta dan arteri pulmonalis. Oleh karena itu, arteri coroner akan terkompresi dan menyebabkan nyeri dada ketika olahraga atau menangis.

Jika nyeri dada muncul selama aktivitas fisik dan berlangsung lama, seseorang harus segera konsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan menyarankan CT scan.

*Sumber: suara.com

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat