14:00 . 120.687┬áTon Alokasi Pupuk Subsidi untuk Bojonegoro, Sebagian Belum Tersalurkan   |   13:00 . Ketika Bakso Pangkalan Makin Modern Bayarnya Bisa Pakai QRIS   |   09:00 . Dikenal Ulet, Pedagang Kelontong New Pasar.id Banjarejo Dapat Reward dari BRI   |   08:00 . Pelaku Usaha Terbantu Berkat KUR BRI, Kini Punya 5 Cabang Laundry di Bojonegoro   |   22:00 . 30 Pemuda Bojonegoro ikuti Workshop On The Street di Solo   |   20:00 . Perfomance Foklore Bojonegoro Thengul International Foklore Festival 2024   |   15:00 . Remas, Takmir, dan Pengelola Pendidikan Masjid Agung Darussalam Studi Tiru ke Jogokariyan   |   13:00 . Keren Masyarakat Bisa Bayar Mudah Pakai QRIS di Pekan Bojonegoro Thengul Internasional Folklore Festival 2024   |   22:00 . Dukung Wahono, Relawan GASPOOL Kanor Deklarasi   |   21:00 . DPP PPP Turunkan Rekomendasi ke Pasangan Wahono-Nurul   |   19:00 . Opening Bojonegoro Thengul International Foklore Festival 2024   |   18:00 . Akui Peluang Tipis, Edi Sampurno Pilih Tetap Jadi Kades Campurejo   |   17:00 . Resmi, AHY Berikan Rekomendasi Partai Demokat ke Wahono-Nurul   |   16:00 . Gerindra Klaim Sejumlah Parpol Turut Usung Wahono-Nurul   |   14:00 . PPM Al Fatimah Bojonegoro Sambut Baik JICA Volunteer dari Jepang melalui Program RMS   |  
Mon, 22 July 2024
Jl. Desa Sambiroto, Kec. Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Mendag Lutfi: Bisnis Waralaba Sukses Beradaptasi di Masa Pandemi Covid-19, Menjadi Tuan Rumah dan Kuasai Pasar Negeri

blokbojonegoro.com | Tuesday, 07 December 2021 22:00

Mendag Lutfi: Bisnis Waralaba Sukses Beradaptasi di Masa Pandemi Covid-19, Menjadi Tuan Rumah dan Kuasai Pasar Negeri Mendag Lutfi dalam pembukaan Indonesia Franchise Forum-Bizfest. (Foto: Biro Mendag untuk blokBojonegoro.com)

Reporter : Parto Sasmito

blokbojonegoro.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menegaskan kunci keberhasilan bisnis waralaba adalah kemampuan beradaptasi di tengah pandemi Covid-19. Kemampuan ini berhasil membuat pengusaha waralaba bertahan dan mampu berkontribusi positif bagi perekonomian nasional.  

Hal tersebut disampaikan Mendag Lutfi dalam pembukaan Indonesia Franchise Forum-Bizfest 2021 yang digelar di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta Selasa, (7/12/2021). Acara ini juga disiarkan secara daring.  

“Pemerintah terus mendorong pengembangan bisnis waralaba di dalam negeri karena potensi pasar Indonesia yang besar dan menjanjikan. Tercatat pada 2020, bisnis waralaba di Indonesia masih tetap dapat berkontribusi dalam penyerapan lebih dari 628 ribu tenaga kerja dan mencatat omzet sebesar Rp54,4 miliar,” ungkap Mendag Lutfi.

Menurut Mendag, Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi waralaba asing karena waralaba lokal sudah menjadi tuan rumah dan menguasai pasar dalam negeri, bahkan mulai merambah pasar regional. “Kemendag cukup optimistis, dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan asosiasi, waralaba Indonesia dapat menguasai dan bersaing di pasar global,” tegas Mendag.

Bizfest 2021 merupakan salah satu bagian dari Gerakan Nasional Ayo Berbisnis yang diselenggarakan secara hibrida oleh Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Asosiasi Lisensi Indonesia (Asensi) serta didukung sepenuhnya oleh Kementerian Perdagangan. 

Sementara itu, Ketua AFI Anang Sukandar menyampaikan, Bizfest 2021 diharapkan dapat mendorong peningkatan konsumsi domestik untuk menarik investasi guna terus memutar roda perekonomian nasional. 

“Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan positif lagi di titik 5,5—6 persen. AFI mendukung dan mengapresiasi serta berharap kegiatan ini dapat membantu peluang binis menjadi waralaba unggulan yang dapat menjadi produk berlisensi,” jelas Anang.

Ketua Wali Tri Raharjo mengemukakan, berangkat dari banyaknya gerai usaha yang tutup di awal pandemi Covid-19, berbagai asosiasi turut mendorong kegiatan ini dan mencanangkan gerakan nasional Ayo Berbisnis untuk mencapai dua hal. Pertama, transaksi di gerai waralaba kembali pulih. Kedua, tumbuh wirausaha-wirausaha baru melalui waralaba, lisensi, dan peluang usaha. 

“Berdasarkan data yang dihimpun pada kuartal IV 2021, 25 persen pelaku usaha sudah pulih 100 persen. Angin segar itu cukup menggembirakan bagi kita semua. Artinya, bisnis telah berangsur pulih secara umum,” ujar Tri.

Tri juga mengungkapkan lima strategi bisnis untuk menghadapi 2022. Pertama, mampu beradaptasi secara cepat dan tepat terhadap era normal baru agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen. Kedua, inovasi merupakan hal yang penting. Ketiga, merujuk marketing in crisis, membuat strategi yang tepat saat krisis. Misalnya, menggenjot penjualan saat pelonggaran untuk bersiap saat pembatasan. Keempat, membangun jaringan, kerja tim, dan kolaborasi. Kelima, mengelola keuangan dan skenario pemasaran mengantisipasi pembatasan.

Sementara itu, Ketua Asensi Susanty Widjaya menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun pada kuartal III 2021, terjadi pemulihan ekonomi di titik 3 persen serta industri lisensi dan franchise naik 25—30 persen. 

“Asensi berkomitmen meningkatkan skala usaha bagi wirausaha agar dapat terus mempertahankan bisnis dan meningkatkan bisnisnya di pasar domestik dan mancanagera. Karena itu, Asensi mengapresiasi penuh kolaborasi pemerintah dan asosiasi yang terwujud dalam Bizfest 2021,” kata Susanty.

BizFest 2021 terdiri atas tiga subkegiatan. Pertama, Festival Peluang Bisnis yang merupakan pameran kemitraan, waralaba, dan lisensi pada 11–12 Desember 2021 di Marchand Hype Station Bintaro. Kedua, Festival Belanja berupa pemberian potongan harga, baik harga produk maupun harga kemitraan, oleh para pelaku usaha waralaba dan lisensi anggota AFI, WALI, dan Asensi selama periode 7–12 Desember 2021.

Ketiga, BizFest Award atau penyerahan penghargaan kepada tiga pelaku usaha waralaba/waralaba potensial terpilih. Terdapat lima kategori penghargaan, yaitu The Best Customer Service, The Best Marketing Campaign, The Best Team Work, The Best Business Campaign, dan The Best Sales. Penyerahan BizFest Award diagendakan pada 13 Desember 2021 di Hotel Pullman Central Park Jakarta. Penyerahan penghargaan tersebut sekaligus menutup rangkaian BizFest 2021.

Diawali Indonesia Franchise Forum

Pembukaan festival bisnis lisensi dan waralaba BizFest 2021 ditandai dengan gelaran Indonesia Franchise Forum (IFF) yang bertujuan untuk mencetak pelaku usaha bidang lisensi dan waralaba yang dapat membuka lebih banyak peluang kerja. IFF merupakan forum dialog para pelaku usaha waralaba di Indonesia yang bertujuan membahas strategi transformasi bisnis waralaba di masa pandemi dengan memanfaatkan teknologi. 

IFF diharapkan memberi masukan bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan peningkatan peran waralaba dalam perekonomian Indonesia.

Hadir sebagai pembicara dalam IFF yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, perwakilan KADIN Indonesia Yongky Susilo, dan CEO Nyayap Terbang Bersama Kenneth Chandra. Bertindak sebagai moderator komedian Cak Lontong.

Dalam kesempatan ini, Oke Nurwan menegaskan, PPKM belum akan berhenti selama pandemi Covid-19 belum dideklarasikan berakhir. Pembukaan kegiatan perekonomian dan aktivitas sosial lainnya disesuaikan kinerja penanganan pandemi Covid-19. [ito/lis]

 

 

Tag : Kemendag, perdagangan, menteri



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 18 July 2024 14:00

    2 UKM UNUGIRI Bojonegoro Kunjungi Redaksi bB

    2 UKM UNUGIRI Bojonegoro Kunjungi Redaksi bB Suasana Kamis (18/7/2024) di Jalan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, banyak mahasiswa yang mengenakan seragam warna abu-abu dan hijau, berkumpul di D'Konco Cafe (Blok Media Group) yang juga satu...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat