12:00 . CPNS 2023 Kapan Dimulai? Ini Prediksi dan Bocoran Jabatan yang Dibutuhkan   |   11:00 . Awal Tahun, 8 Kecamatan di Bojonegoro Terdampak Puting Beliung   |   10:00 . Baznas Buka Pendaftaran Seleksi Calon Pimpinan   |   09:00 . Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 23 Maret 2023   |   08:00 . Bupati Anna Minta BPD Sukseskan Program RPL Pascasarjana   |   07:00 . Tanya Dokter Seperti Apa Ciri Anak Stunting?   |   06:00 . Namanya Dicatut untuk Penipuan, AMSI Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku   |   19:00 . Erick Thohir: Indonesia Harus Punya Blue Print 100 Tahun Sepak Bola   |   18:00 . Viral! Tukang Becak di Bojonegoro Ambil Bollard di Trotoar   |   17:00 . Dua Pelajar di Bojonegoro Dikabarkan Diculik, Benarkah?   |   16:00 . Unugiri Bojonegoro Gelar Istighotsah Menyongsong Puncak Satu Abad NU   |   13:00 . Pembukaan Praktik Kebidanan, Tampilkan Peran Mahasiswa Kampus Ungu dalam Komunitas   |   10:00 . blokBojonegoro Lolos Tahap 2 Calon Anggota MCH 2023   |   09:00 . Segera Daftar, Tahun Ini Pemkab Anggarkan Rp34,6 Miliar untuk Beasiswa Pendidikan   |   08:00 . 141 Media se Indonesia Bersaing di MCH 2023   |  
Wed, 01 February 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tiga Lokasi yang Harus Dihindari di Semeru saat Ini Versi Badan Geologi

blokbojonegoro.com | Monday, 13 December 2021 17:00

Tiga Lokasi yang Harus Dihindari di Semeru saat Ini Versi Badan Geologi

Reporter: Ali Imron/blokTuban.com

blokBojonegoro.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi. Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan.

Setidaknya ada tiga lokasi untuk diwaspadai dan tidak beraktivitas di dalam radius 1 kilometer (km) dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 5 Km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas sepanjang alur sungai Besuk Kobokan yang saat ini sudah terisi endapan material yang masih bersuhu tinggi dan berpotensi terjadinya secondary explosion.

"Selain itu, kami harap masyarakat selalu mewaspadai potensi APG, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani, pada Konferensi Pers secara virtual dikutip dari lama resmi Kementrian ESDm, Senin (13/12/2021).

Andriani juga melaporkan kondisi terkini Gunung Semeru pascaerupsi 4 Desember 2021 lalu. Hingga Minggu (12/12) pukul 12.00, teramati aktivitas hembusan asap putih tebal dari Kawah Jonggring Seloko, dengan tinggi 500-1.000 meter di atas puncak. Pada malam hari teramati api diam dan sinar api di kawah serta ujung lidah lava yang berjarak sekitar 1400 m dari kawah, yang berasosiasi dengan material lava yang bersuhu tinggi.

"Teramati juga guguran lava mencapai jarak luncur 200 meter dari ujung lidah lava. Sementara, pemantauan kegempaan menunjukkan dominasi gempa-gempa permukaan, yakni 14 kali kejadian Gempa Letusan, 3 kali kejadian Gempa Guguran dan 11 kali kejadian Gempa Hembusan. Terekam juga Getaran Tremor menerus dengan amplitudo maksimum 4-9 mm yang berkaitan dengan aktivitas hembusan," katanya.

Andiani pun menjelaskan bahwa masih ada potensi terjadinya Awan Panas Guguran (APG), seiring dengan kejadian guguran yang masih teramati, namun diperkirakan intensitas dan jarak luncur relatif kecil apabila dibandingkan dengan APG hari Sabtu (4/12) lalu. Potensi bahaya lain yang masih mengancam saat ini adalah aliran lahar akibat datangnya musim penghujan yang diperkirakan akan berlangsung hingga 3 bulan ke depan.

"Di samping itu, potensi secondary explosion di sepanjang aliran sungai yang terlanda endapan APG pada 4 Desember 2021 juga masih ada, mengingat saat ini suhu endapan masih relatif tinggi dan jika terjadi kontak dengan air permukaan menyebabkan perubahan fasa air menjadi fasa uap bertekanan cukup tinggi," pungkasnya. [ali/rom]

 

Tag : gunung semeru, kondisi terkini semeru



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 24 January 2023 08:00

    Manfaat Belajar Matematika

    Manfaat Belajar Matematika Matematika adalah ilmu pengetahuan yang banyak membahas tentang angka dan bilangan. Materinya yang sulit dipahami dan banyaknya rumus yang harus diingat, membuat tidak semua orang menyukai matematika, bahkan membencinya. Dibutuhkan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 23 December 2022 12:00

    Pengumuman Lelang Terbuka

    Pengumuman Lelang Terbuka Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, PT. Asri Dharma Sejahtera Tahun 2022, dengan ini tim pengadaan jasa kontruksi melakukan lelang terbuka dengan kualifikasi pekerjaan sebagai berikut...

    read more