13:00 . Suara Community Institute: Inkubasi ‘Digital Journalism dan Content Creation’   |   19:00 . Ban Pecah, Truk Muatan Rongsokan Terguling di Sukowati   |   18:00 . Tak Perlu Diet, Hanya Butuh Makan Berkesadaran   |   16:00 . Warga Nekat Lewati Batas Pagar Jembatan TBT Sambil Joget, Ini Pesan Kepala BPBD   |   14:00 . Selamat, Vesta Farida Kembali Pimpin PAC Fatayat NU Kanor   |   12:00 . Harga Ayam Potong di Pasar Merangkak Naik   |   11:00 . Sah...! PR Fatayat NU se ANCAB Kanor Resmi Dilantik   |   10:00 . Malam Minggu di Jembatan Kanor Rengel Seperti Tahun Baru   |   09:00 . Tingkatkan Mutu Kampus, Mahasiswa UNUGIRI Hadiahkan Segudang Prestasi   |   07:00 . Toxic Relationship, Bagaimana Cara Menganalisa dan Mengatasinya?   |   19:00 . Mahasiswa Universitas Airlangga Gelar Pengabdian Masyarakat di Panggon Sinau Ademos   |   16:00 . Upaya Menciptakan Situasi Aman dan Kondusif, TNI - Polri di Bojonegoro Gelar Cangkrukan   |   12:00 . BumDes Usaha Bersama Kalitidu Kembangkan Olahan Camilan Pisang Ulin   |   11:00 . Wujudkan Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih, Dinkes Canangkan Zona Integritas   |   10:00 . Ada Aksi Damai Pedagang Pasar, Es Doger Laris Manis   |  
Mon, 17 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Begini Suasana Wisata Kracaan Watu Gong di Payaman

blokbojonegoro.com | Saturday, 01 January 2022 16:00

Begini Suasana Wisata Kracaan Watu Gong di Payaman

Kontributor: Fery Murya

blokBojonegoro.com - Tempat wisata Kracaan Watu Gong di Desa Payaman, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro  terlihat sepi pengunjung saat tahun baru 2022, Sabtu (1/1/2022).

Pemilik warung atau pedagang di kawasan Wisata Kracaan Watu Gong tidak mengeluhkan hal tersebut, bahkan tutup. Hal ini sudah biasa ketika musim penghujan sudah tiba, dikarenakan objek utama wisata Kracaan, yaitu aliran air terjun kecil di tengah Bengawan Solo naik sehingga menutupi keindahan Kracaan yang menjadi spot foto utama pengunjung.

Nur Hamid, Pengelola tempat wisata Kracaan mengatakan, biasanya tempat wisata di Desa Payaman ramai pengunjung pada hari-hari libur saat musim kemarau.



Terlihat pada kondisi wisata yang didirikan sejak tahun 2018 ini terlihat mangkrak. "Selama kurang lebih hampir 9 bulan pada 2021 intensitas hujan yang tinggi, dan spot foto tertutup tinggi muka air Bengawan Solo," ungkapnya.

Musim penghujan adalah kendala tempat wisata tersebut. Padahal fasilitas stand warung dan taman kecil sudah ada untuk kenyamanan pengunjung yang datang berlibur. "Untuk fasilitas sudah cukup berkembang, mulai dari stan-stan warung dan taman kecil sudah ada, namun untuk sekarang tidak terawat karena sepi pengunjung. Biasanya rama di musim kemarau," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh pemuda desa Payaman bernama Oki. Ia menjelaskan, sudah biasa ketika rawan hujan pengunjung yang datang ke wilayah tersebut sudah sepi sejak setahun lalu, termasuk pada hari tahun baru.

"Ya beginilah keadaanya, sudah beberapa bulan Kracaan ini mulai sepi, semenjak hujan terus menerus. Mungkin yang datang hanya sekedar ngopi atau cari tempat santai yang tidak ramai-ramai, " kata Oki. [fer/ito]

Tag : kracaan, payaman, ngraho, bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat