23:00 . Inilah Jejak Karier DR. Didik Farkhan Alisyahdi, Kajati Banten   |   22:00 . Didik Farkhan, Putera Terbaik Bojonegoro Jabat Kajati Banten   |   20:00 . IHC RSPP Jadi Bagian Mayo Clinic Care Network   |   16:00 . Limbah Sampah di TPA Diolah Jadi Bensin dan Solar   |   14:00 . Selama Tahun 2022, PETI Dominasi Kasus Hukum Sektor Pertambangan Minerba   |   13:00 . Diberangkatkan Bupati, STIKES Rajekwesi Mulai KKN Tematik Desa Tangguh   |   07:00 . 7 Cara Bersyukur Setiap Hari, Hidup Akan Lebih Bahagia   |   23:00 . Libatkan Puluhan Pekerja Kreatif dan Ratusan Ekstras asli Bojonegoro   |   22:00 . Tangis Haru Mbah Painem Asal Gondang Bisa Masuk Film Internasional   |   20:00 . Tayang Perdana di Bojonegoro, Film Autobiography Disambut Warga   |   19:00 . Jalan Utara Pasar Kota Bojonegoro Jadi Dua Arah, Dishub : Murni Program Pemkab   |   18:00 . Benarkah Pedagang Pasar Wisata Akan Ditarik Iuran Rp200 Ribu?   |   16:00 . Angka Partisipasi Daftar PPS Tinggi, KPU Provinsi Jatim Beri Apresiasi   |   15:00 . Healing Budget Minimalis, Nikmati Kopi Senja di Flyover Gayam   |   14:00 . Kiai Afifuddin Muhajir: Piagam PBB dalam Bingkai Syariat; Serial Halaqah Fikih Peradaban Lirboyo   |  
Fri, 27 January 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kisah Cinta Pandangan Pertama Kiai Wahid Hasyim

blokbojonegoro.com | Wednesday, 02 February 2022 17:00

Kisah Cinta Pandangan Pertama Kiai Wahid Hasyim

 

Oleh: Nidlomatum MR

blokbojonegoro.com - Kiai Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur merupakan putra pertama dari Kiai Abdul Wahid Hasyim dan Nyai Sholihah Wahid. Ada kisah cerita cinta unik dari pertemuan kedua orang tua Gus Dur hingga berlabuh pada mahligai pernikahan. 

Dulu, tradisi menikahkan anak perempuan di usia cukup muda menjadi hal yang lazim dilakukan, termasuk dialami Nyai Sholihah yang akrab disapa Neng Waroh. Tak ayal ketika Neng Waroh menginjak umur 14 tahun, dia sudah dijodohkan dengan laki-laki pilihan guru ayahnya, KH.Hasyim Asy'ari. Kiai Hasyim memilih Abbdurahim, putra dari Kiai Cholil Singosari untuk menjadi suaminya.

Sebagai putri yang patuh dan tak ingin mengecewakan dan mempermalukan orangtuanya, ia menerima pinangan laki-laki pilihan Sang Kiai. Akad nikah dilaksanakan bertepatan dengan bulan Rajab, sebagai bulan yang diutamakan. Namun, pernikahan itu hanya seumur jagung, lantaran kurang lebih satu bulan pasca akad nikah, tepatnya bulan Sya'ban suami Neng Waroh wafat. Neng Waroh pun berstatus seorang janda.

Suatu hari, setelah kurang lebih sekitar dua tahun pasca suaminya wafat, Neng Waroh mendapat amanat dari ibunya untuk hadir ta'ziah ke salah satu kerabat Kiai Hasyim yang meninggal. Waktu itu, Neng Waroh datang diantar seorang sopir bernama Jayus.

Sesampainya di rumah duka, dan usai ta'ziyah, Neng Waroh bergegas pulang dan menuju tempat parkir mobil. Ketika itu, dia ragu mana mobil kakeknya yang dikemudikan Jayus. Tanpa pikir panjang, Neng Waroh langsung masuk mobil yang sudah ada sopir di dalamnya.

Ketika masuk, Neng Waroh seketika itu duduk di kursi belakang mobil tanpa melihat ke tampat kemudi. Saat duduk, baru tersadar ternyata yang duduk di kemudi bukanlah Jayus, Sang Sopir tapi orang lain. Seketika itu pula, Neng Waroh kaget dan pipinya memerah karena malu seraya ngelonyor pergi menjauhi mobil yang baru saja ditumpanginya.

Ternyata, Neng Waroh salah memasuki mobil yang dikemudikan Wahid Hasyim, putra dari Kiai Hasyim Asy'ari, orang yang dulu memilihkan jodoh untuknya. Melihat, Neng Waroh, yang malu-malu, Wahid Hasyim terpesona dalam pandangan pertama. Ia pun langsung menanyakan siapa gerangan yang salah memasuki mobilnya kepada Jayus. Dari Jayus lah, Wahid Hasyim tahu soal Neng Waroh, putri Kiai Bisri Syansuri.

Usai mendapat informasi itu, selang beberapa hari, Wahid Hasyim seorang diri datang ke rumah Kiai Bisri dengan maksud melamar Neng Waroh. Usai Wahid Hasyim pulang, Neng Waroh diberitahu perihal lamaran itu. Ia hanya menjawab dengan diam yang dimaknai " ya" oleh kedua orang tuanya.

Sementara itu, Wahid yang belum berani memberitahukan isi hati kepada orang tuanya bercerita kepada kakak kandungnya Aisyah. Dengan menceritakan peristiwa lamaran kepada Mbak Yu-nya, dia berharap Aisyah bisa menyampaikan hal itu kepada Nyai Hasyim.

Alhasil, pendekatan yang dilakukan kakaknya berhasil. Lantaran pertimbangan waktu yang berdekatan dengan bulan Ramadan, pernikahan keduanya dilaksanakan pada tanggal 10 Syawal 1356 Hijriyah saat Neng Waroh berusia 16 tahun. Mahligai rumah tangga Kiai Wahid dengan Neng Waroh yang usai menikah lebih akrab dikenal dengan nama Nyai Sholihah berlangsung selama 15 tahun. Tepatnya tahun 1953, Kiai Abdul Wahid Hasyim meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil di Jawa Barat. [lis]

 

 

Tag : Kisah, cinta, Wahid Hasyim



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 24 January 2023 08:00

    Manfaat Belajar Matematika

    Manfaat Belajar Matematika Matematika adalah ilmu pengetahuan yang banyak membahas tentang angka dan bilangan. Materinya yang sulit dipahami dan banyaknya rumus yang harus diingat, membuat tidak semua orang menyukai matematika, bahkan membencinya. Dibutuhkan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 23 December 2022 12:00

    Pengumuman Lelang Terbuka

    Pengumuman Lelang Terbuka Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, PT. Asri Dharma Sejahtera Tahun 2022, dengan ini tim pengadaan jasa kontruksi melakukan lelang terbuka dengan kualifikasi pekerjaan sebagai berikut...

    read more