22:00 . Istighosah dan Doa Bersama Alumni Kampus Ungu   |   21:00 . Istighosah dan Doa Bersama di Kampus Ungu   |   19:00 . Agar Selamat dari Informasi Hoaks, AMSI Beberkan Tips   |   18:00 . AMSI Jatim Berikan Pelatihan Literasi Berita, Peserta Antusias Pelajari Cara Kerja Media dan Cek Fakta   |   17:00 . Tega, Bayi Baru Lahir Ditinggal di Bawah Pohon   |   16:00 . Shio Kuda Hindari Konflik dalam Keluarga, Kambing; Perdebatan bisa Rusak Suasana   |   15:00 . 4 Tahun Kepemimpinan Bupati Anna, Ubah Bojonegoro Lebih Maju Termasuk Pembangunan Infrastruktur   |   14:00 . Warga Berebut Adopsi Bayi di Sumberarum, Dinsos Bojonegoro Jelaskan Prosedurnya   |   13:00 . Lapas Bojonegoro Gelar Razia Halinar Dadakan   |   12:00 . PEPC Sosialisasikan Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa Gas Lapangan JTB   |   16:00 . Antisipasi Potensi Konflik, Pemdes Berperan Penting Cegah Intoleransi dan Radikalisme   |   15:00 . Tak Kunjung Diperbaiki, Ratusan Sekolah di Bojonegoro Rusak   |   14:00 . Kepolisian: Jika Ingin Adopsi Bayi Bisa Hubungi Dinsos   |   11:00 . Kemenag Bojonegoro Datangkan 10 Ribu Pasang Buku Nikah   |   10:00 . Produk BBM yang Dinikmati Masyarakat Pasti Sesuai Spek, Ini 7 Proses Quality Control Pertamina   |  
Fri, 30 September 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

5 Hal yang Perlu Orangtua Lakukan untuk Memastikan Kesehatan Anak di Masa Depan

blokbojonegoro.com | Sunday, 13 February 2022 07:00

5 Hal yang Perlu Orangtua Lakukan untuk Memastikan Kesehatan Anak di Masa Depan

 

Reporter: --

blokbojonegoro.com - Membesarkan anak yang sehat terdengar cukup sederhana. Tapi, dalam praktiknya tentu hal tersebut tidaklah mudah untuk dilakukan. Pasalnya, lingkungan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kesehatan anak Lantas, sebagai orang tua apa yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatannya? Simak tipsnya dalam artikel ini.

1. Penuhi asupan nutrisinya

Pemberian asupan nutrisi yang tepat merupakan kunci menjaga kesehatan anak secara keseluruhan. Mengatur nutrisi dalam makanan sebenarnya tidak sulit. Anda bisa memulainya dengan menerapkan pola makan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat, dan lemak baik dari buah dan sayuran.

Ketika memasak di dapur, pilih metode memasak yang tidak menggunakan banyak minyak, seperti memanggang, menumis, dan mengukus. Kurangi konsumi gula dan garam yang berlebihan dan ganti menu camilan tidak sehat dengan semangkuk buah segar yang kaya akan vitamin. Perhatikan porsi makan anak, sajikan makanan di piring yang lebih kecil untuk menjaga porsinya. Yang terpenting, wajibkan anak sarapan setiap hari dan jangan lewatkan makan siang maupun makan malam.

2. Ajarkan untuk aktif bergerak

Kebanyakan anak-anak pasti suka sekali menonton TV. Pada umumnya mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyaksikan serial kartun favoritnya . Hal ini membuatnya menjadi malas bergerak, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit.

Ada baiknya ajak anak untuk membiasakan aktif berolahraga sedari dini. Dengan bertambahnya usia, akan lebih sulit untuk membangun kebiasaan anak untuk memenuhi kebutuhan aktivitas fisik.

Secara garis besar, olahraga dapat membantu berbagai jaringan tubuh untuk berkembang, dan melatih tubuh agar dapat berkoordinasi dengan baik. Dengan aktif bergerak, berbagai jaringan tulang, otot, dan persendian akan dapat menyerap nutrisi lebih baik sehingga dapat tumbuh menjadi lebih kuat.

3. Memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan diri

Edukasi akan pengetahuan seksual yang diberikan sejak dini, akan mempermudah anak untuk meningkatkan kepercayaan diri, kepribadian yang sehat, juga penerimaan terhadap diri sendirinya secara positif. Anda bisa memberikan penjelasan kepada anak dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti bahwa hanya mereka yang bisa menjaga tubuh mereka sendiri agar selalu sehat, bersih dan terjaga. Misalnya dengan mengajarkan ia cara membersihkan dan merawat area kelamin dengan baik dan benar.

Jika Anda berbicara tentang menjaga kesehatan diri dan kelamin, berarti Anda juga siap untuk membicarakan masa pubertas pada anak. Anak perempuan perlu tahu tentang perkembangan payudara dan menstruasi. Anak laki-laki pun perlu tahu tentang ereksi dan mimpi basah. Jangan menganggap kedua hal tersebut tabu. Penting sekali untuk mengajarkan pendidikan seksual pada anak remaja Anda. Jika mereka tidak mendapatkan info dari Anda, mereka akan mendapatkan beberapa info tersebut dari sumber yang tidak jelas asalnya dan justru salah kaprah.

4. Lakukan imunisasi

Vaksinasi, atau yang juga disebut dengan imunisasi merupakan langkah awal untuk mencegah anak dari bahaya penyakit. Imunisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan bentuk lemah dari virus atau bakteri penyakit tertentu yang berfungsi untuk memicu respon kekebalan tubuh anak. Sehingga, tubuh anak akan memproduksi antibodi untuk melawan penyakit tersebut. Nah, hal inilah bagaimana imunisasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Di Indonesia, ada 5 jenis imunisasi wajib yang diberikan secara gratis di Posyandu sejak bayi lahir, yaitu hepatitis B, BCG, polio, campak, dan Pentavalen (DPT-HB-HiB). Saat ini pemerintah juga telah menerapkan vaksinasi MR (Campak dan Campak Jerman) mulai tahun 2017 sebagai imunisasi program. Khusus vaksin pentavalen diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak).

Sedangkan jenis imunisasi anak lainnya yang juga sebaiknya dilakukan adalah:

Vaksin flu, yang bisa dilakukan ketika anakberusia minimal 6 bulan dan diulang setiap tahun. Jenis imunisasi ini merupakan imunisasi yang aman diberikan pada semua anak dengan kondisinya yang berbeda-beda.

Vaksin HPV, sudah bisa diberikan ketika anak berusia 9 tahun. Vaksin ini diberikan untuk melindungi tubuh anak dari human papiloma virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker serviks, pre-kanker anus, pre-kanker vulva, pre-kanker vagina, dan penyakit kutil kelamin

Vaksin varisela, diberikan setelah anak berusia 12 bulan, paling baik diberikan sebelum anak masuk sekolah dasar. Vaksin ini berfungsi untuk mencegah anak dari cacar air.

Vaksin pneumokokus (PCV), yang diberikan mulai anak berusia 2 bulan (dosis pertama), kemudian dosis kedua pada usia 4 bulan, dan dosis ketiga pada usia 6 bulan. Apabila diberikan pada anak usia 7-12 bulan, adalah sebanyak 2 kali dengan interval 2 bulan.Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh anak dari bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan pneumonia.

5. Jadi panutan yang baik

Selain beragam hal yang sudah dijelaskan di atas, kunci dasar yang tidak kalah penting untuk menjaga kesehatan anak adalah menjadi panutan yang baik. Ingat, perilaku anak mencontoh orang tua. Oleh karena itu, Anda pun dituntut untuk juga menerapkan hidup sehat secara keseluruhan. Jika Anda merokok, berhentilah merokok. Selain itu, hindari mengonsumsi minuman beralkohol. Jadikan diri Anda sebagai panutan yang baik untuk anak-anak kelak.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!

 

Sumber: hallosehat.com

 

Tag : Anak, kesehatan, ank



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 06 September 2022 12:30

    Berita Kehilangan

    Berita Kehilangan Telah hilang buku Rincik pajak bumi dan bangunan milik desa sumberrejo kecamatan sumberrejo kabupaten Bojonegoro. Bila ada yang menemukan bisa hubungi langsung ke Pemdes Sumberrejo atau redaksi.blokbojonegoro@gmail.com, juga bisa chat...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat