17:00 . Akibat Luapan Kali Pacal, Jembatan Penghubung di Sidobandung Ambruk   |   16:00 . KBC Bersama Pemuda Tlogohaji, dan Babinsa Sinergi Perbaiki Rumah Mbah Urip   |   07:00 . Para Orang Tua Wajib Paham, Ini 4 Tanda Anak Cerdas   |   18:00 . Bupati Anna dan Kajari Imbau Pengelolaan Dana Bos Prioritaskan Integritas   |   17:00 . BMKG: Waspada Cuaca 3 Hari Mendatang   |   15:00 . 5 Organisasi Profesi Kesehatan Tolak RUU Kesehatan   |   13:00 . Putra Asal Bojonegoro, Belasan Tahun Mengabdi di Luar Jawa   |   10:00 . Diduga Pecah Ban, Truk Box Oleng Tabrak Pagar Koramil 0813-06 Bojonegoro   |   07:00 . Psikolog Ungkap Kesalahan Orangtua yang Bisa Hambat Potensi Anak, Pelajari Yuk Bun!   |   19:00 . Inilah Nama-Nama Mutasi Pejabat Pemkab Bojonegoro   |   18:00 . Sinergi Dinas PMD dan Bapenda Dampingi Desa Deteksi Dini Objek Pajak Terkendala   |   16:00 . Ini Spek Lengkap Toyota Rush, Kendaraan Camat se-Kabupaten Bojonegoro   |   15:00 . Stigma Buruk Menjadi Kendala dalam Penanggulangan HIV/AIDS   |   14:00 . Kasus HIV di Bojonegoro Mencapai 217 kasus, 2 Persen di Atarannya Anak-anak   |   13:00 . Kasus Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur Meningkat   |  
Sat, 03 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Marak Arisan dan Investasi Online, Akademisi Ajak Masyarakat Jadi Investor Bijak

blokbojonegoro.com | Friday, 01 April 2022 13:00

Marak Arisan dan Investasi Online, Akademisi Ajak Masyarakat Jadi Investor Bijak Foto ilustrasi insert net

Reporter: Lizza Arnofia

blokbojonegoro.com - Investasi masih menjadi primadona bagi sebagian masyarakat Indonesia dalam meraup cuan, daya tawar dan iming-iming keuntungan yang besar, sangat menggairahkan seseorang untuk terjun menjadi pelaku investasi baik dalam jangka pendek, menengah atau panjang.

Kondisi akhir-akhir ini sangat disayangkan, banyak masyarakat yang terlena dengan kilauan keuntungan yang dapat dihasilkan dari investasi tanpa diimbangi dengan pengetahuan yang cukup.

Kini tengah marak berlangsung praktik investasi yang menjanjikan keuntungan besar namun pada akhirnya banyak yang berakhir di kantor polisi sebagai korban investasi ilegal atau investasi bodong. Salah satu praktik investasi bodong yang sedang booming adalah investasi yang berkedok arisan online.

Menanggapi fenomena tersebut, Dosen Akuntansi STIKEA Cendekia Bojonegoro, Hermawan Budi Prasetiyo memaparkan, bahwa semua fenomena yang terjadi lahirnya dari sebuah teknologi.

Bahkan saat ini, teknologi sudah berkembang semakin pesat sehingga mengakibatkan masyarakat mengikuti arus dari teknologi. Tanpa terkecuali investasi maupun arisan online.

"Saya kira tidak semua investasi maupun arisan online itu buruk, semua sama seperti mata pisau. Tergantung penggunaan, jika arisan online dahulu berangkatnya dari arisan kampung. Karena saat ini makin jarang dilakukan, maka beralih ke online baik melalui group WhatsApp ataupun sosial media lainnya," papar Dosen Akuntansi STIKEA Cendekia Bojonegoro.

Kemudian, mereka membuat group arisan menggunakan sosial media. Pada intinya kegiatan tersebut sudah lama dilakukan dan pasti bermasalah, arisan yang dilakukan secara offline pun demikian sama.

Baca selengkapnya [Diduga Bawa Kabur Uang Investasi dan Arisan, Instagram Gadis Tuban Banjir Hujatan]

"Arisan offline saja jika telat membayar juga bermasalah, apalagi arisan online. Dari kacamata pribadi keduanya baik, yang paling penting masyarakat kita harus cerdas," imbuhnya.

Dalam artian, harus melihat dan memilah investasi yang benar-benar layak dengan pihak penjamin. Pastikan dahulu, jangan takut untuk bertransaksi apapun. Di jaman yang serba digital, masyarakat tidak bisa sepenuhnya menutup diri.

Pinjaman online pun banyak yang berasumsi bahwa bunganya mencekik. Bagi nasabah yang tidak berkeinginan tidak membayar pun juga berisiko, apabila masuk dalam pinjaman yang tidak terdaftar di OJK.

"Masyarakat harus cerdas, selami dahulu apakah izinnya resmi/tidak. Kemudian kenali karakternya melalui testimoni, jangan gegabah ingin untung besar dalam waktu singkat," pesannya.

Sementara itu, salah seorang Dosen Ekonomi Universitas Bojonegoro, Moh. Saiful Anam, juga turut berkomentar terkait peristiwa arisan hingga investasi online yang sedang marak.

Baca selengkapnya [Korban Arisan Online Geruduk Rumah Admin di Sumberrejo]

Tentu investasi dan arisan bodong akan berdampak negatif pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Pada dasarnya masyarakat (target) ditawarkan dengan konsep return yang tinggi dengan jangka waktu yang relatif singkat.

"Mengingat kebutuhan ekonomi masyarakat yang semakin meningkat. Maka akan memberikan peluang kepada penipu yang berkedok investasi dan arisan bodong untuk masuk kepada masyarakat, dengan diimbangi adanya dasar tingkat pengetahuan dan analisis masyarakat yang masih kurang terhadap hal tersebut," ungkap Moh. Saiful Anam.

Lanjutnya, beberapa hal yang harus dilakukan untuk meminimalisir korban investasi dan arisan bodong. Antara lain, mempertegas kebijakan dan tindakan pada Satgas Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Dengan harapan agar lebih mempersempit peluang penipuan yang dimunculkan dari kecanggihan teknologi (handphone), pengawasan dan sosialisasi secara berkala yang dilakukan oleh para stakeholders," pungkasnya. [liz/mu]

 

Tag : arisan online, arisan bodong, investasi bodong, penipuan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat