16:00 . Usai Telur dan Cabai, Kini Harga Daging Ayam Kompak Turun   |   15:00 . Pemuda Asal Temayang Sukses Lestarikan Batik Tulis   |   14:00 . ISTeK ICsada Bojonegoro Gelar Diseminasi Program Aku Sehat 2022   |   13:00 . Satlantas Polres Bojonegoro Gelar Sosialisasi Operasi Zebra bersama FKOB   |   07:00 . Bakteri Jahat atau Jamur, Mana yang Lebih Sering Menyebabkan Masalah Kulit Wajah Anda?   |   19:00 . Diduga Terpeleset di Sungai, Bocah asal Sumberrejo Meninggal Dunia   |   18:00 . RSUD Sumberrejo Top Finalis Kovablik Jatim 2022   |   15:00 . Pertamina EP Sukowati Field Bangun Sinergi Forkopimda Bojonegoro Melalui Kegiatan Menembak   |   13:00 . Polisi dan Suporter Bojonegoro Gelar Salat Ghoib dan Doa Bersama   |   22:00 . Ratusan Supporter di Bojonegoro Gelar Doa Bersama Atas Tragedi Kanjuruhan   |   21:00 . Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan, Ratusan Supporter di Bojonegoro Doa Bersama   |   18:00 . Santri Al Manshur Bulu Dilatih Menulis Artikel   |   17:00 . 2.195 PJU Bakal Dipasang Tahun Ini   |   16:00 . PEPC Sosialisasikan Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa JTB   |   15:00 . Bupati Anna Lantik 37 Pejabat di Lingkungan Pemkab Bojonegoro   |  
Wed, 05 October 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Ada Apa dengan Daya Baca Indonesia?

blokbojonegoro.com | Monday, 04 April 2022 19:00

Ada Apa dengan Daya Baca Indonesia?

Oleh: M. Ainun Najib *

Pendidikan yang berkualitas adalah salahsatu paremeter tingkat kemajuan suatu negara. Akan tetapi, kualitas pendidikan di Indonesia masih terbilang rendah. Satu di antara hal yang menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah rendahnya minat baca siswa. Mulai dari tingkatan dasar (SD) hingga tingkat menengah atas (SMA) masih bisa dikatakan rendah dalam minat baca.

Minat baca merupakan suatu kemauan siswa terhadap membaca buku, baik yang berbentuk buku pelajaran, novel, cerita pendek, biografi maupun dalam bentuk lainnya. Minat baca merupakan salah satu parameter tingkat kepandaian seseorang. Karena semakin tekun dalam membaca seseorang, semakin kaya juga khazanah keilmuan dan wawasan orang tersebut.

Setiap sekolah memiliki perpustakaan, akan tetapi perpustakaan jarang dikunjungi oleh siswa. Perpustakaan daerahpun sekarang menjadi sepi. Tak seperti siswa di negara maju yang memiliki minat baca tinggi, akan tetapi di Indonesia justru sebaliknya.

Jika kita berkaca dengan negara Findlandia, yang notabene dikatakan sebagai negara dengan minat baca terbaik di dunia, maka tak ada salahnya jika kita meniru kebiasaan baik mereka. Salah satunya yaitu dengan membudayakan membaca dengan menerapkan membaca satu buku dalam sepekan, jika hal ini  bisa terwujud dan membudaya di negara kita, maka Indonesiapun tak akan kalah dengan negara maju tersebut.

Di era digital sekarang ini, para siswa  lebih sering memegang smartphone daripada buku. Bahkan setiap hari hanya sekali saja memegang dan membaca buku, ataupun bahkan tidak memegang dan membacanya sama sekali. Karena dalam pandangan siswa sekarang, siswa seperti tampak keren jika memegang smartphone dan tampak tidak keren jika memegang buku. Ini menjadi salah satu problematika di dalam dunia pendidikan yang sangat sulit diatasi.

Berbagai problematika pendidikan muncul akibat dari kurangnya minat baca siswa. Wawasan yang sempit atau pengetahuan siswa yang kurang adalah salah satu akibat dari rendahnya minat baca. Untuk aspek nasional kualitas pendidikan di Indonesia menjadi rendah, hal yang menyebabkan negara Indonesia belum menjadi negara maju atau masih stagnan menjadi negara berkembang. Untuk itu penulis memberikan beberapa solusi untuk meningkatkan minat baca siswa diantaranya sebagai berikut:

Pertama di lingkungan keluarga, Lingkungan keluarga adalah pondasi utama untuk membentuk baik buruknya pribadi anak. Untuk itu orang tua harus meperhatikan kegiatan anaknya dalam menggunakan handphone jangan sampai berlebihan, dan memerintahkan anaknya untuk membaca buku minimal 15 menit sehari.

Ke dua menyediakan buku yang tepat untuk Siswa. Siswa merasa enggan pergi ke perpustakaan sekolah bukan berarti siswa tersebut memang tidak memiliki minat membaca. Bisa saja ada faktor tertentu yang membuat siswa enggan dan malas walaupun sebenarnya dia suka membaca buku. Salah satunya adalah minimnya koleksi buku yang menarik di perpustakaan. Untuk itu penting sekali perpustakaan menyediakan beragam buku yang menarik untuk dibaca.

Ke tiga membangun suasana yang menyenangkan terutama di perpustakaan agar siswa betah di sana. Kesan yang selama ini ada yaitu perpustakaan adalah tempat yang membosankan. Sebaiknya sekolah membuat dan membangun suasana yang menyenangkan bagi siswa agar mereka senang dan nyaman berada di perpustakaan.

Suasana yang menyenangkan tersebut bisa dibuat dengan menata rak buku sedemikian rupa agar ruangan perpustakaan terlihat lebih leluasa, memberikan tempat duduk yang nyaman, lampu penerangan yang cukup dan sebagainya. Kalau perlu tambahkan juga beberapa poster yang menarik yang isinya kutipan-kutipan dari tokoh terkenal ataupun kalimat-kalimat motivasi

Ke empat dilingkungan sekolah dengan mengadakan kegiatan literasi sebelum kegiatan belajar mengajar. Hal ini juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca siswa di sekolah. Dengan  literasi ini siswa mau tidak mau harus membaca. Jika dilakukan setiap hari, para siswa akan terbiasa untuk membaca.

Minat baca sangatlah penting bagi diri sendiri bahkan untuk kualitas pendidikan suatu negara. Namun, minat baca siswa di Indonesia sangatlah rendah. Jadi peran serta guru, pemerintah, dan orang tua dalam menambah minat baca siswa sangatlah penting agar membawa manfaat bagi diri sendiri, orang lain dan tentunya bermanfaat bagi Negara.

*Penulis adalah Mahasiswa PAI dan aktitivis UKM Cendekia UNUGIRI

Tag : membaca, literasi, indonesia, siswa, mahasiswa



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 03 October 2022 18:00

    Santri Al Manshur Bulu Dilatih Menulis Artikel

    Santri Al Manshur Bulu Dilatih Menulis Artikel Guna menyiapkan santri terampil menulis, Pondok Pesantren (PonPes) Al-Manshur yang beralamat di Jalan Masjid Nomor 1, Dukuh Bangle Rt. 01 Rw 11, Desa Bulu, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro mengadakan pelatihan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat