15:00 . Kerjasama Perhutani dan Kimia Farma Surabaya Gelar Vaksinasi untuk Masyarakat Umum   |   14:00 . PDM Bojonegoro Tetapkan 10 Dzulhijjah Jatuh 9 Juli 2022   |   12:00 . Satpol PP Jatim Beri Pelatihan Satgas Linmas Wilayah Bakorwil Bojonegoro   |   08:00 . PBNU Tetapkan Awal Dzulhijjah 1 Juli 2022   |   07:00 . Stres Selama Kehamilan Pengaruhi Jenis Kelamin Anak, Ini   |   17:00 . Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa   |   16:00 . Penentuan Idul Adha, LFNU Bojonegoro Menunggu Hasil Istbat   |   15:00 . Bojonegoro Siap Jika Ditunjuk Sebagai Pemilik Aset Jembatan Glendeng   |   14:00 . Tahun Ajaran Baru Segera Dimulai, Bersiap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar   |   13:00 . Perpusgatda dan Dunia Imajinasi Ajak Anak-Anak Bermain Sambil Belajar   |   09:00 . Per Juli Beli Pertalite Lewat MyPertamina, Daerah Kamu Salah Satunya?   |   08:00 . Bupati Bojonegoro Bersedia Terima Aset Jembatan Glendeng, Bupati Tuban Absen Rapat   |   07:00 . Alergi pada Anak, Ini Cara Memperkuat Barrier Tubuhnya   |   20:00 . Kontingen Bojonegoro Tambah Tiga Medali   |   19:00 . Mendag Zulhas Bertemu Dubes Amerika Serikat, Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan Indo-Pasifik   |  
Thu, 30 June 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Penyebab Berat Badan Naik Setelah Ramadhan, dan Cara Terbaik untuk Mencegahnya

blokbojonegoro.com | Saturday, 23 April 2022 07:00

Penyebab Berat Badan Naik Setelah Ramadhan, dan Cara Terbaik untuk Mencegahnya

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Banyak orang mengeluh mengalami kenaikan berat badan setelah puasa Ramadhan selesai. Tidak sedikit pula yang mengaku kesehatan tubuh kembali menurun setelah bulan puasa selesai.

Lalu, pertanyaanya mengapa itu terjadi dan bagaimana cara mencegahnya?

Spesialis Penyakit Dalam Dr. dr. Riri Andri Muzasti, M.Ked, Sp.PD dalam acara diskusi bersama suara.com, Selasa (19/4/2022) mengatakan bahwa hal ini terjadi jika pola hidup yang diterapkan saat puasa Ramadhan tidak diteruskan, hingga Ramadhan usai.

Apalagi kata Dr. Riri, saat berpuasa asupan garam, gula dan lemak (GGL) cenderung berkurang, yang hasilnya membuat tubuh lebih bugar.

Tapi sayangnya, tidak banyak orang meneruskan kebiasaan ini, mengurangi makan dan minuman manis yang hasilnya tubuh kembali ke pola hidup yang tidak sehat.

"Hal baik yang sudah dilakukan selama sebelum puasa dipertahankan, konsumsi gula yang kurang, garam kurang, itu dikurangi dan pertahankan," ungkapnya.

Dr. Riri juga mengkritisi ungkapan berbuka dengan yang manis, berlawanan dengan pola hidup sehat, terlebih jika menunya semua tinggi gula seperti kolak, es campur, puding, hingga kue basah lainnya.

"Padahal berbuka bisa dengan air putih satu gelas, abis itu bisa langsung makan kurma tiga butir, lalu jika ada mengonsumsi jus, dan lebih bagus jika jusnya fresh yang baru dibuat dengan sedikit gula," imbuhnya.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat