18:00 . Secara Resmi Bupati Anna Serahkan 28 Unit Kendaraan Dinas Camat   |   16:00 . Dewan Pengupahan Rencanakan Kenaikan UMK 2023 Sebesar 3,4 Persen   |   13:00 . Desainer Yustin Mariani Bangga Rancangannya Tampil di BNFF   |   20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |  
Wed, 30 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa

blokbojonegoro.com | Wednesday, 29 June 2022 17:00

Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan meninjau ketersediaan stok dan harga minyak goreng di Pasar Toaya, Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (29 Juni). (Humas Kemendag)

Reporter: Parto Sasmito

blokbojonegoro.com – Menteri Perdagangan   Zulkifli   Hasan   menegaskan,   fokus   untuk menurunkan  harga  minyak  goreng  curah  dan  menstabilisasi  harga  barang-barang  kebutuhan pokok  (Bapok) ia gencarkan  di  seluruh  wilayah  Indonesia,  tidak  hanya  di  Pulau  Jawa. Untuk  itu, Mendag Zulhas bertolak ke Pasar Toaya, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah untuk memastikan harga minyak goreng curah sudah sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp14.000/liter.

“Saya  berangkat  dari  Jakarta pukul 02.00  dini  hari.  Sampai  Donggala  pagi-pagi  sekali  untuk memastikan  apakah  harga  minyak  goreng  curah  di  Donggala  sudah  sesuai  HET pemerintah  atau masih tinggi,” kata Mendag Zulhas sesaat setelah meresmikan tiga pasar rakyatsecara terpusat di Pasar Toaya, Rabu (29/6).

Setelah  meninjau  langsung Pasar  Toaya  sertabertanya  langsung  kepada  pedagang dan pembeli, Mendag Zulhas mendapati harga minyak goreng curah stabil seharga Rp14.000/liter.

“Setelah  langsung  turun  ke Pasar  Toaya  ini,  senang  rasanya  harga  minyak  goreng curah stabil sesuai HET. Hanya   saja   kalau   minyak   goreng   kemasan   bermerek   itu   tentu mengikuti nilai keekonomian. Hal  yang  pasti, pemerintah  memastikan  minyak  goreng  murah  untuk  rakyat  terus terjaga ketersediaannya,” kata Mendag Zulhas.

Di Pasar Toaya, Mendag Zulhas menemukan kreativitas pedagang yang mengemas minyak goreng curah  dalam  botol-botol  plastik.  Minyak  goreng  curah  dijual  bersama  botol  plastik  tersebut dengan harga Rp14.500/liter. Selisih Rp500 dari HET menjadi biaya pengepakan botol plastik.

“Rp 500 adalah harga botolnya, sedangkan harga minyaknya tetap Rp14.000/liter. Nah, agar nanti tidak ada lagi beban pedagang harus menyiapkan kemasan sendiri, pemerintah akan menyiapkan minyak goreng kemasan sederhana yang dikemas dengan baik dan terstandar. Harga jualnya akan tetap Rp14.000/liter, mereknya Minyakita,”kata Mendag Zulhas.

Resmikan Tiga Pasar Rakyat

Dalam kunjungan  kerja  tersebut,  Mendag  Zulhas  meresmikan  tiga  pasar  rakyat  yang  berada  di Kabupaten  Donggala.  Ketiga  pasar  tersebut  adalah  Pasar  Labean,  Pasar  Ogoamas,  dan  Pasar Sioyong.  Peresmian  pasar  dilaksanakan  secara  terpusat  di  Pasar  Toaya,  tempat  Mendag Zulhas meninjau distribusi minyak goreng curah serta harga dan pasokan bapok. 

“Saya memantau harga-harga  bapok  di  Pasar  Toaya,  serta  meresmikan  tiga  pasar  rakyat  di Donggala  yang  merupakan  bantuan  dari  Kementerian  Perdagangan,  yakni  Pasar  Rakyat  Labean, Ogoamas, dan Sioyong,”kata Mendag Zulhas.

Pasar Labean merupakan pasar rakyat yang dibangun menggunakan dana tugas pembantuan (TP) Kementerian  Perdagangan  tahun  2021  sebesar Rp6  miliar.Pasar  Labean  menempati  lahan  seluas 900 meter persegi dengan luas bangunannya mencapai 500 meter persegi. Pasar Labean memiliki 40  kios  dan  tujuh  los yangmenampung  128  pedagang.  Komoditas  yang  dijual  antara  lain  barang pokok dan penting, serta kain.

Pasar Ogoamas dibangun menggunakan dana TP Kemendag tahun 2017 sebesar Rp6 miliar. Berdiri di  atas  lahan  seluas  850  meter  persegi  dengan  bangunan  seluas  500  meter  persegi.  Pasar  ini menampung  117  pedagang sertamemiliki 32  kios  dan  tujuh  los.  Komoditas  yang  dijual  adalah barang pokok dan kain.

Sementara itu, Pasar Sioyong dibangun menggunakan dana TP Kemendag tahun 2019 sebesar Rp 6 miliar.  Dibangun  di  atas  lahan  seluas  1.500  meter  persegi  dengan  luas  bangunan  500  meter persegi.  Saat  ini  menampung  128  pedagang  dan  memiliki  40  kios  serta  delapan  los.  Komoditas yang dijual adalah bapok dan kain. (*)

 

Tag : harga, minyak, liter, kemendag



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat