09:00 . Penemuan Makam di Tengah Hutan   |   08:00 . Hilang STNK NoPol S-3124-DG   |   07:00 . Orangtua Harus Tahu! Ini 7 Tips Habiskan Waktu Bersama dengan Anak   |   20:00 . Merdeka Cup 2022 dalam Kemeriahan Kemerdekaan RI ke-77   |   19:00 . Ratusan Masyarakat Bojonegoro dan Tuban Deklarasikan LaNyalla Capres 2024   |   18:00 . Fenomena Fashion Week, Budayawan Berharap Bisa Tampilkan Produk Batik Lokal   |   17:00 . Kader Berpretasi Asal Bojonegoro, Mantapkan Maju Caketum PP IPPNU   |   16:00 . Profil Coach Persibo Masdra Nurriza, Awali Karir dari Bangku SMP   |   15:00 . Harga Antam Turun Tajam, Berikut Daftar Harganya   |   14:00 . Realisasi PAD Bojonegoro Capai Rp47,8 M, PPJ Sumbang Angka Tertinggi   |   13:00 . Persibo Buka Seleksi Pemain, Eks Liga 2021 Apakah Masih Digunakan?   |   12:00 . Resmi Mendaftar, Gerindra Bojonegoro-Tuban Satukan Kekuatan Menangkan Prabowo   |   11:00 . Suarakan Tuntutannya, Federasi Serikat RTMM SPSI Akan Ikuti Long March Sejuta Buruh di Surabaya   |   10:00 . FGD VMTS, Prodi PAI Proyeksikan Buka Kelas International   |   09:00 . Terdakwa Percobaan Pemerkosaan Tetangga di Dander Divonis 2,6 Tahun Penjara   |  
Wed, 10 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pasca Idul Adha Harga Cabai Rawit Berangsur Turun

blokbojonegoro.com | Monday, 18 July 2022 13:00

Pasca Idul Adha Harga Cabai Rawit Berangsur Turun

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Harga komoditas cabai rawit merah terpantau mulai turun di Kabupaten Bojonegoro. Sebelumnya, harga cabai rawit sempat tembus Rp100 ribu per kilogramnya, namun berangsur turun menjadi Rp80.000 ribu per kilogram pada hari ini, Senin (18/7/2022).

Khotijah salah satu penjual cabai di pasar Kecamatan Sumberrejo mengatakan, harga cabai mulai turun secara bertahap. Dimulai dua hari setelah Lebaran Idul Adha 1443 H.

"Harga cabai sebelumnya tertinggi sampai 100 ribu per kg, hal itu disebabkan banyaknya konsumen yang mencari. Namun sekarang sudah turun Rp80 ribu per kg," jelasnya. 

Menurutnya, harga cabai dipengaruhi oleh stok yang ada di pasaran. Apabila stoknya langka, maka harga akan naik.

"Harganya naik turun kalau cabai. Sulit diprediksi dagangan basah itu, tergantung barangnya ada atau tidak. Kalau banyak harganya turun," ujar dia.

Terpisah, terkait turunnya harga cabai, Aisyah pedagang lain menyebut walaupun harganya naik atau turun tidak mempengaruhi omzet penjualan. Pasalnya, ia sudah memiliki langganan.

"Tidak terlalu memengaruhi pendapatan harganya naik atau turun. Soalnya di sini sudah ada langganan tiap harinya," katanya.

Namun, menurut dia, apabila harga cabainya tinggi pelanggan mengeluh. Sebab, modal yang dikeluarkan tidak sebanding dengan pendapatan.

"Kalau mahal pada ngeluh, soalnya kalau naik pembeli mau tidak mau kan harus beli, soalnya kebutuhan wajib seperti jualan," pungkasnya. [lin/lis]

 

Anda juga bisa baca berita di Google News

 

 

 

Tag : harga, cabai, turun



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat