09:00 . Penemuan Makam di Tengah Hutan   |   07:00 . Orangtua Harus Tahu! Ini 7 Tips Habiskan Waktu Bersama dengan Anak   |   20:00 . Merdeka Cup 2022 dalam Kemeriahan Kemerdekaan RI ke-77   |   19:00 . Ratusan Masyarakat Bojonegoro dan Tuban Deklarasikan LaNyalla Capres 2024   |   18:00 . Fenomena Fashion Week, Budayawan Berharap Bisa Tampilkan Produk Batik Lokal   |   17:00 . Kader Berpretasi Asal Bojonegoro, Mantapkan Maju Caketum PP IPPNU   |   16:00 . Profil Coach Persibo Masdra Nurriza, Awali Karir dari Bangku SMP   |   15:00 . Harga Antam Turun Tajam, Berikut Daftar Harganya   |   14:00 . Realisasi PAD Bojonegoro Capai Rp47,8 M, PPJ Sumbang Angka Tertinggi   |   13:00 . Persibo Buka Seleksi Pemain, Eks Liga 2021 Apakah Masih Digunakan?   |   12:00 . Resmi Mendaftar, Gerindra Bojonegoro-Tuban Satukan Kekuatan Menangkan Prabowo   |   11:00 . Suarakan Tuntutannya, Federasi Serikat RTMM SPSI Akan Ikuti Long March Sejuta Buruh di Surabaya   |   10:00 . FGD VMTS, Prodi PAI Proyeksikan Buka Kelas International   |   09:00 . Terdakwa Percobaan Pemerkosaan Tetangga di Dander Divonis 2,6 Tahun Penjara   |   07:00 . Sangat Berharga bagi Penderita Depresi, Begini Cara Membantu Penyintas Gangguan Mental   |  
Wed, 10 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Mengenal Sejarah Kampung Thengul di Wilayah Margomulyo

blokbojonegoro.com | Saturday, 23 July 2022 17:00

Mengenal Sejarah Kampung Thengul di Wilayah Margomulyo

Reporter : Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Wayang Thengul merupakan jenis kesenian wayang yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro. Wayang Thengul hampir mirip dengan wayang golek, namun perbedaan yang jelas terlihat berasal dari cerita yang diangkat dan juga karakter tokoh yang ditampilkan. 

Jika pada Wayang Golek lebih banyak mengangkat cerita dari Wayang Purwa seperti Mahabarata dan Ramayana. Justru Wayang Thengul banyak mengangkat cerita rakyat seperti halnya cerita Wayang Gedhog, yaitu cerita kerajaan Majapahit, cerita panji serta cerita para Wali. Selain itu juga ada yang menceritakan cerita dari Serat Damarwulan.

Wayang yang menggunakan perangkat boneka kayu bulat dan tebal. Bagian bawah dan kaki dibalut dengan pakaian dan kain (sarung) di mana tangan sang dalang masuk ke dalamnya. Tampak, sang dalang menggerak-gerakkan boneka tersebut dengan ibu jari dan jari telunjuk, sedangkan tiga jari lain memegang tangkai wayang. 

Boneka sebelah atas biasanya telanjang, kecuali pada beberapa pelawak dan pahlawan, memakai baju sikepan. Berbeda dengan wayang kulit pada umumnya, layar (kelir) yang digunakan terdapat lubang kotak di tengahnya. Sehingga penonton juga dapat menyaksikan dari arah belakang layar. Wayang ini berbentuk boneka 3 dimensi dan biasanya dimainkan dengan diiringi gamelan pelog/slendro. 

Jalan cerita yang sering dimainkan dari kesenian ini lebih banyak mengambil cerita menak, seputar kisah Umar Maya, Amir Hamzah, Damar Wulan, Cerita Panji, sejarah Majapahit dan kisah Betoro Kolo yang biasa dipentaskan untuk ruwatan.

Salah satu penggagas Kampoeng Thengul, Wintari mengatakan, dengan adanya perkembangan zaman yang semakin modern. Kesenian ataupun budaya yang asli berasal dari Bojonegoro, harus tetap dilestarikan dan jangan sampai musnah di telan bumi. 

"Kampoeng Thengul ini memang kita dirikan dengan bertujuan agar generasi penerus kita bisa lebih dikenal. Dan di Kampoeng Thengul ini kita juga mempunyai sanggar tari Thengul, Alhamdulillah banyak peminat dari kalangan anak-anak untuk belajar menari tarian Thengul khas dari Bojonegoro ini," ungkap Wintari. 

Camat Margomulyo, Dyah Enggarini memaparkan, sejarah Kampoeng Thengul merupakan sebuah dusun dimana awalnya ingin memberikan nilai tambah dari seni yang sudah ada embrionya. Yakni adanya seorang dalang sekaligus perajin wayang Thengul, yaitu Mbah Sumarno yang berasal dari Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. 

Maka tercetuslah sebuah ide, Kampoeng Thengul dengan harapan Thengul tidak hanya sebagai pementasan wayang. Tetapi juga akan mengangkat Thengul ini menjadi sebuah seni atau budaya yang memberikan nilai ekonomi kepada warga."Serta dapat memberikan edukasi kepada generasi masa kini untuk melestarikan dan mencintai budaya khas Bojonegoro," pungkasnya. [liz/ito]

BACA BERITA blokBojonegoro.com SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS

 

Tag : Kampung, thengul, Bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat