18:00 . Wamenag RI Serahkan SK Pendirian IAI Al-Fatimah Bojonegoro   |   17:00 . 12 Ribu Warga Bojonegoro Siap Berangkat   |   16:00 . Besok Polres Gelar Operasi Keselamatan, Simak Aturannya!   |   15:00 . Barongsai Hingga Bazar Chinese Meriahkan Festival Cap Go Meh Street Thamrin Bojonegoro   |   13:00 . Muslimat-Fatayat NU Sarangan, Gelar Istighosah   |   12:00 . Satu Abad NU: Jangan Terjebak Pada Romantisme Politik   |   08:00 . Disnakkan: Salurkan 134.050 Dosin Vaksin PMK Selama Setahun   |   20:00 . Di Ponpes Attanwir, Mbah Yai Idris Ngaji Riyadlus Sholihin   |   19:00 . Silaturrahmi IKSAS Pasuruan di Ponpes Attanwir   |   18:00 . Warga Antusias Kunjungi Gemerlap Thamrin Bojonegoro 2023    |   14:00 . Pencarian Hari Keempat Terkendala Cuaca dan Debit Sungai   |   12:00 . Gemerlap Thamrin Bojonegoro, 75 Personil Dishub Dikerahkan   |   11:00 . Daftar 10 Nama Perempuan Paling Populer di Indonesia, Namamu Ada?   |   10:00 . Kembali Mediasi, Warga Sampaikan Tiga Tuntutan kepada Kades Sumuragung   |   09:00 . Pencanangan GEMAPATAS, Bupati Bojonegoro Siap Dukung Akselerasi PTSL   |  
Sun, 05 February 2023
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Protes Padi Terendam Banjir, Petani Musyawarah di Atas Air

blokbojonegoro.com | Sunday, 13 November 2022 20:00

Protes Padi Terendam Banjir, Petani Musyawarah di Atas Air

 

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Musyawarah di atas air banjir, itulah yang dilakukan oleh Kelompok Tani (Poktan) Widodo dengan Kelompok Tani Karya Makumur, Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (13/11/2022). 

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes akibat kurangnya perhatian pemerintah terhadap banjir rutin tahunan yang dialami saat musim penghujan. 

"Banjir terjadi sejak Jumat tanggal 11 November hingga hari ini Minggu tanggal 13 November 2022 tak kunjung surut," ungkap H Sufyan Ketua Poktan Widodo, kepada para awak media, Minggu (13/11/2022). 

Lanjut H. Sufyan, banjir dalam tiga tahun terakhir paling parah banjir di tahun ini. Jika banjir hingga seminggu maka tanaman padi yang baru berumur seminggu lebih akan membusuk dan mati. 

"Ada 36 hektare milik petani Poktan Widodo dan ada 25 heltar lahan milik Poktan Karya Makmur yang tergenang banjir. Belum lagi lahan milik warga Kelurahan Kepatihan, Kelurahan Kadipaten dan Desa Kalinyar yg berada di wilayah Kecamatan Kapas yang berdampak lebih dari 100 hektare," ungkapnya. 

Ditambahkannya, jika hendak dihitung kerugiannya di setiap hektar petani bisa merugi hingga Rp14,5 juta. Berarti kerugian petani bisa mencapai angka Rp884,5 juta.

Ketua kelompok tani Karya Makmur Sucipto mengatakan, banjir terjadi akibat kecilnya jembatan di bawah rel kereta api, turut Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, yang sangat sempit. 

"Akibat irigasi yang kurang lebar dan jembatan yang sempit membuat air tak lancar menuju ke sungai yang selanjutnya masuk ke Bengawan Solo yang berada di Desa Semanding, Kecamatan Kota," kata Sucipto menegaskan. 

Pihaknya meminta agar Kepala desa Sukorejo, Camat Bojonegoro, Dinas PU SDA Bojonegoro, Balai Besar Bengawan Solo (BBWS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Bupati Bojonegoro dan Gubernur Jawa timur, bisa membantu mencarikan solusi bagaimana agar wilayahnya tak lagi mengalami banjir hingga membuat petani selalu merugi. 

"Kami butuh kerja nyata pemerintah dalam mengatasi banjir yang setiap tahun merendam tanaman padi di wilayah Desa Sukorejo ini," tegasnya. 

Sementara itu, Khamim seorang anggota Poktan Widodo mengatakan bahwa banjir di Sukorejo berasal dari wilayah Desa Kunci, Kecamatan Dander. Sehingga, di sana air banjir bisa dialirkan ke barat atau ke timur sehingga mengurangi aliran dari dari wilayah Kunci dan sekitarnya itu. 

"Jika tak ada action dari pemerintah maka petani akan merubah pola tanam. Kalau musim penghujan tidak tanam padi, tapi tanamnya di saat musim kemarau dengan sistem mengambil air bawah tanah atau sistem pompanisasi dengan memanfaatkan air bengawan," kata Khamim menandaskan.

Ditambahkan, jika ada perubahan pola tanam, maka petani membutuhkan bantuan pompanisasi dari pemerintah Kabupaten Bojonegoro atau dari  Pemerintah Provinsi Jawa timur. 

"Hasil musyawarah ini akan kita kita kirim hari Senin tanggal 14 November 2022, semoga segera memperoleh tanggapan dari dinas atau instansi terkait," pungkasnya.[riz/zid/lis]

 

 

Tag : Banjir, terendam, Musyawarah, protes



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 24 January 2023 08:00

    Manfaat Belajar Matematika

    Manfaat Belajar Matematika Matematika adalah ilmu pengetahuan yang banyak membahas tentang angka dan bilangan. Materinya yang sulit dipahami dan banyaknya rumus yang harus diingat, membuat tidak semua orang menyukai matematika, bahkan membencinya. Dibutuhkan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Friday, 23 December 2022 12:00

    Pengumuman Lelang Terbuka

    Pengumuman Lelang Terbuka Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, PT. Asri Dharma Sejahtera Tahun 2022, dengan ini tim pengadaan jasa kontruksi melakukan lelang terbuka dengan kualifikasi pekerjaan sebagai berikut...

    read more