Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Di era digital, pasar tak lagi harus didatangi, justru bisa “diundang” datang ke kandang. Inilah yang dilakukan Sulistiyo Nurul Cahyanto, pemuda pelopor Bojonegoro yang berhasil mengubah cara jual beli kambing kurban melalui Kelompok Tani Ternak (KTT) Srono Makmur.
Berbekal strategi pemasaran digital, Sulistiyo memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan berbagai platform lainnya untuk menjangkau pembeli. Hasilnya, peternak dari berbagai wilayah-mulai Kota Bojonegoro, Sumberrejo, hingga Bubulan-ikut terhubung dalam satu ekosistem pasar yang ia bangun.
"Sekarang bukan peternak yang ke pasar, tapi pasar yang datang ke peternak. Semua lewat media sosial," ungkap pemuda asal Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan itu saat dijumpai blokBojonegoro.com disela aktivitasnya, Rabu (6/5/2026).
Sejak dirintis pada 2015, KTT Srono Makmur tak sekadar menjadi kelompok ternak, melainkan berkembang menjadi pusat distribusi kambing kurban. Dalam dua bulan terakhir menjelang Iduladha tahun ini, penjualan mengalami peningkatan signifikan.

Pemuda penyandang predikat Pemuda Pelopor Naional 2024 bidang pangan itu menyebut, rata-rata harga kambing berada di kisaran Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta per ekor. Bahkan, puluhan kambing berhasil terjual tanpa harus melalui pasar konvensional.
Model ini memberi keuntungan ganda. Peternak mendapatkan kepastian harga dan pasar, sementara pembeli lebih mudah memperoleh hewan kurban berkualitas langsung dari sumbernya.
Tak hanya fokus pada penjualan, KTT Srono Makmur juga membangun kolaborasi dengan BUMDes untuk perawatan kambing jantan yang dipersiapkan sebagai hewan kurban. Pendekatan ini memperkuat kualitas ternak sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternak.
Lebih dari itu, Sulistiyo juga membuka akses bagi peternak lokal di luar kelompoknya untuk ikut menjual kambing melalui jaringan yang ia bangun. Ia berharap momen Iduladha menjadi “panen raya” bagi peternak desa.
"Visinya sederhana, bagaimana peternak lokal bisa menang di rumah sendiri," terang bapak muda berkumis tersebut.
Efisiensi yang tercipta dari sistem digital ini membuat transaksi lebih transparan dan cepat. Pembeli pun merasa lebih aman karena kualitas ternak terpantau langsung dari kandang.
Dengan semangat “Muda Berkarya, Berjaya di Desa”, Sulistiyo membuktikan bahwa inovasi anak muda mampu menggerakkan ekonomi lokal. Kini, nama KTT Srono Makmur kian dikenal sebagai salah satu penyedia kambing kurban terpercaya di Bojonegoro.
Di tengah geliat ekonomi desa, langkah sederhana memanfaatkan media sosial ternyata mampu membuka jalan besar. Tak hanya bagi satu orang, tetapi bagi banyak peternak yang kini ikut merasakan dampaknya. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published