Reporter: Muhammad Abdul Qohhar
blokBojonegoro.com - Berkolaborasi dengan Pemkab Bojonegoro, SKK Migas - Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) PT Pertamina EP Cepu (PEPC), menjalankan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) secara terukur dan tepat sasaran. Salah satunya melalui Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI).
Banyak warga di sekitar operasi Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merasakan langsung manfaat secara ekonomi maupun peningkatan gizi keluarga secara berkelanjutan.

Mbah Muji memanen telur di kandang yang sangat sederhana di belakang rumahnya setiap siang. [Foto: Muhammad Abdul Qohhar]
Salah satu penerima manfaat bantuan ayam petelur, Muji (70) warga RT 10/RW 05 Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tinggal bersama istri, Tarni (60) dan dibantu anak dan menantunya, Mbah Muji mengelola ayam bantuan PEPC dengan penuh senyum bahagia.
Mbah Muji mengajak blokBojonegoro.com, Sabtu (19/9/2026), berkeliling rumah dan kandang yang terletak di ujung belakang. Sangat sederhana bentuk kandangnya, atau lebih tepatnya seadanya. Sebab, dua paket tempat ayam lengkap dengan lokasi bertelur, hanya ditempatkan di ruang sempit berdinding anyaman bambu yang dengan lobang disana-sini. Lantainya juga tanah. Bukan hanya kandang, rumah Mbah Muji juga sama, lantainya tanah dengan sebagian dinding dari kayu lapuk.

Mbah Muji dan cucunya menunggu telur dimasak sang menantu di dapur yang masih beralas tanah di rumahnya. [Foto: Muhammad Abdul Qohhar]
Sambil tangannya bergetar, Mbah Muji mengambil satu demi satu telur di kandang. Ia biasanya memanen sekitar pukul 12.00 WIB siang hari sampai pukul 14.00 WIB. Sebab, saat itu puncak telur keluar dari total 54 ayam bantuan dari PEPC.
"Rata-rata tertinggi mendapatkan 2,5 kilogam sekali panen, atau kurang lebih 45 telur. Bantuan ini kami telah terima sejak November 2025, Alhamdulillah kami sangat senang dan terbantu," jelasnya dengan mata berkaca-kaca seperti menahan tangis bahagia.

Sebagian telur dipakai Mbah Muji dan keluarga untuk menambah gizi. Tampak, Mbah Muji menyuapi cucunya dengan telur goreng. [Foto: Muhammad Abdul Qohhar]
Dari jumlah telur yang dipanen itu, setengah kilogram disisihkan untuk menambah gizi keluarga, namun juga terkadang ikut dijual ke warga sekitar. Menantu Mbah Muji yang bernama Luthfiatun bagian menjual melalui media sosial. Ada dari tetangga desa sebelah yang membeli dan jika menumpuk banyak, disetor atau dijual ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Karena, sekalian juga ditabung untuk dibelikan pakan dan mengganti ayam yang mati.

Mbah Muji menyerahkan hasil panen telur kepada menantu untuk dibantu menjualkan [Foto: Muhammad Abdul Qohhar]
"Cuaca sangat panas, sehingga berpengaruh pada ayam petelur juga. Makanya bapak menanam labu untuk mendinginkan atap kandang, sekalian bisa dipakai sayur untuk kebutuhan sehari-hari," tambah Luthfiatun, menantu Mbah Muji yang mengaku ikut membantu mengelola ayam petelur bantuan untuk mertuanya.
"Kami berterima kasih kepada PEPC karena sudah membantu ekonomi dan gizi keluarga kami," pungkasnya. [mad]