21:00 . Genap 4 Tahun, AMSI Konsisten Mewujudkan Ekosistem Digital yang Sehat   |   20:00 . Lagi, Pasangan Tak Suami Istri Terciduk Satpol PP di Kamar Kost   |   18:00 . Antisipasi Pembobolan Rekening, Polres Gelar Rakor dengan Pimpinan Bank   |   17:00 . Mancing, Cara Asyik Menanti Azan Maghrib   |   16:00 . Menjadi Kartini Inspiratif Masa Kini Melalui Empat Pilar   |   15:00 . Klaim Triwulan Pertama Tahun 2021, Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Menurun   |   14:00 . Semarakkan Hari Kartini, Kopri PK Attanwir Gelar Kompetisi Fotogenik   |   13:00 . Waspada...! Lagi-lagi Ada Akun Medsos Mengatasnamakan Bupati Anna Mu'awanah   |   12:00 . Peringatan Hari Kartini, Wanita Turut Berperan Mengisi Pembangunan Bangsa   |   11:00 . Perkuat Protokol Kesehatan untuk Ramadan Lebih Aman   |   10:00 . Provinsi Prioritas PPKM Mikro Diminta Serius Dalam Pembentukan Posko   |   09:00 . Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Terus Meningkat Mencapai 1.455.065 Orang   |   08:00 . Pemerintah Mendukung Inovasi Kesehatan Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa   |   07:00 . Tingkat Ekonomi Keluarga Pengaruhi Usia Anak Terpapar Medsos, Kok Bisa?   |   05:00 . 3 Pasien Sembuh, 1 Tambahan Kasus Baru dan 1 Pasien Meninggal   |  
Tue, 20 April 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Edukasi Migas

Siswa Aktif Bertanya Tentang Migas

blokbojonegoro.com | Tuesday, 16 May 2017 13:00

Siswa Aktif Bertanya Tentang Migas

Kontributor : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com -
Banyak peserta dalam acara Edukasi Migas yang aktif bertanya kepada narasumber, utamanya terkait dengan produksi migas.

Pasalnya, dalam sesi tanya jawab ini, mendatangkan 3 narasumber, yaitu ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Mitro'atin, Kepala SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar dan Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro.

Salah seorang peserta asal SMKN 5 Bojonegoro, Dimas menanyakan jika semua biaya untuk operasi migas ditanggung oleh operator, bagaimana jika setelah keluar banyak biaya tapi tidak menghasilkan migas.

"Sudah menjadi resiko bagi Operator. Apabila berhasil, 85 persen milik keuntungan milik negara, dan apabila gagal, tidak ada ganti rugi dari pemerintah, semua ditanggung operator," jawab Ali Masyhar.

Selain itu juga, salah satu peserta dari Ngasem, menanyakan tentang kondisi lingkungan di Bojonegoro, yang dirasa masih belum sesuai dengan keinginan masyarakat, padahal banyak pengeboran minyak yang ada di Bojonegoro.

"Untuk pembangunan daerah, tanggung jawab dari pemerintah. Kami dari migas, sifatnya hanya membantu," jelas Ali Masyhar.[din/ito]

Tag : edukasi, migas, kkks, skk migas, sekolah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat