09:00 . Dakwah Islam Indonesia: Merangkul Bukan Memukul (Munas X MUI 2020)   |   08:00 . Indonesia Berpengalaman dan Siap Distribusi Vaksin Sampai ke Pelosok   |   07:00 . Nyeri Haid Hilang Setelah Menikah, Mitos atau Fakta?   |   06:00 . Ayo Warga Jatim Jangan Lengah Lur.....   |   20:00 . UPDATE Perkembangan Penanganan Covid-19 Indonesia   |   19:00 . Optimisme Pendidik di Tengah Tantangan Pandemi Covid-19   |   18:00 . Pembelajaran di Tengah Pandemi Covid, Pemkab Semangati Guru   |   17:00 . Vaksin Upaya Serius Negara Melindungi Masyarakat   |   16:00 . 36 Pelanggar Prokes di Ngasem Diberikan Sanksi Sosial   |   15:00 . Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang   |   14:00 . Masih Muda, Mahasiswi Ini Semangat Berwirausaha   |   13:00 . Kapan Anak Harus Pakai Masker?   |   12:00 . Hari Guru Nasional: Garda Guru Perangi Covid-19   |   11:00 . Peran Remaja Masjid Era Milenial   |   10:00 . 5 Hal yang Harus Dihindari saat Pakai Masker   |  
Fri, 27 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 01 June 2017 10:00

Peringatan Hari Lahir Pancasila

Pemkab Bojonegoro Kokohkan Persatuan Demi Bangsa

Pemkab Bojonegoro Kokohkan Persatuan Demi Bangsa

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com -
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berlangsung khidmat dan sederhana, Kamis (1/6/2017) di halaman pendopo setempat. Pada upacara tersebut, upacara, Bupati Bojonegoro, Suyoto bertindak selaku inspektur upacara, juga diikuti oleh jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain karyawan dan karyawati hadir pula pimpinan OPD, Camat serta dihadiri juga oleh Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro, Suyoto saat membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan, bahwa Upacara ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur pancasila sebagai sadar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendiri bangsa kita menyadari benar, bahwa bangsa kita itu beraneka ragam, berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama , kepercayaan dan golongan yang membentuk bangsa Indonesia yang kemudian kita kenal dengan kebhineka tunggal ika-an kita.

Serta pengalaman di masa penjajahan menjadikan kita senasib yang sama. Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan pancasila tanggal 1 Juni 1945 atau dikenal dengan piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. Dan rumusan final pancasila tanggal 18 Agustus 1945.

"Kini kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang diuji.  Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebhinekaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain pancasila. Hal ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax atau berita bohong," terang Kang Yoto.

Ditambahkan, dalam sambutan Presiden Joko Widodo yang disampaikan Kang Yoto, jika kita perlu belajar dari pengalam buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. "Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, kita bisa terhindari dari masalah tersebut," imbuhnya.

Sehingga bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan. "Oleh karenanya presiden mengajak seluruh komponen agar berperan aktif untuk menjaga Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan," pesannya.

Komitmen Pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya salah satunya dengan diundangkan peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang unit kerja presiden pembinaan ideologi pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya. '

Di akhir sambutannya, menegaskan agar kita meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. "Pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi dan gerakan yang anti pancasila, anti UUD 1945 , anti NKRI, anti Bhinneka Tunggal Ika," pungkasnya. [zid/ito]

Tag : upacara, hari, lahir, pancasila, pemkab


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 15:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat