12:00 . Ratusan Calon Mahasiswa Baru Antre Rapid Tes   |   11:00 . Seratusan Santri Lirboyo Asal Bojonegoro Mulai Balik Pondok   |   10:00 . Mayat Wanita Ditemukan Mengapung di Bengawan   |   09:00 . Bolang-baling dan Cakwe Camilan Lezat Khas Negeri Tirai Bambu   |   08:00 . Pasar Buah Banjarejo Mulai Dibongkar   |   07:00 . Demi Manfaat Maksimal, Ini Waktu Terbaik untuk Minum Kopi   |   22:00 . Warga Bojonegoro Terkonfirmasi Positif Bertambah 6 Orang   |   21:00 . Pesan Direktur Utama Pertamina EP pada MWT di PEP Asset 4 Poleng Field   |   20:00 . Banyak SMP Negeri Kurang Pagu, Disdik Data Siswa yang Masuk Swasta   |   18:00 . Pencetakan KIA di Bojonegoro Sudah Capai 50 Persen   |   16:00 . Tunjukkan Kreatifitasmu di Lomba Video Film Pendek   |   15:00 . BPBD Anggarkan Rp425 Juta untuk Droping Air Bersih   |   14:00 . Lomba Foto 9 Tahun bB, ini Syarat dan Ketentuannya   |   13:00 . Masih Dibuka, Yuk Ikuti Lomba 9 Tahun bB   |   12:00 . Kemenag Tunggu Intruksi Pembelajaran dari Kementerian Pusat Jelang TAB   |  
Sat, 04 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 11 June 2017 17:00

Ramadan, Keripik Gadung Jadi Usaha Dadakan

Ramadan, Keripik Gadung Jadi Usaha Dadakan

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Datangnya bulan suci Ramadan yang bertepatan pada terjadinya musim kemarau tahun ini dimanfaakan sebagian warga di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, untuk usaha keripik dadakan dari bahan baku gadung.

Hasil data yang terhimpun, diketahui, tanaman bernama latin dioscorea hispida itu memang banyak tumbuh di daerah hutan pegunungan daerah setempat dan bisa dipanen saat musim kemarau.

Seorang pengusaha keripik gadung, Markis mengatakan, dia membuat keripik gadung dadakan menjelang Lebaran kali ini. Saat Hari Raya Idul Fitri biasanya permintaan keripik gadung meningkat.


"Sehingga kami melakukan pembelian dari beberapa warga yang mengambil gadung di hutan. Soalnya gadung ini banyak tumbuh di hutan pegunungan," bebernya.

Sementara itu, Arif, pengusaha lain menambahkan, untuk pengolahan gadung terlebih dahulu dikupas kulitnya, selanjutnya dibelah tipis-tipis, baru kemudian dijemur agar bisa kering.

"Kalau biasanya 1 hari bisa kering, jika panas matahari mendukung, tapi, jika mendung bisa sampai 5 hari agar kering," kata Arif kepada blokBojonegoro.com.

Setelah itu, untuk menjadikan keripik terlebih dahulu direbus dengan air panas, selanjunya dijemur kembali. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar tiga hari.

"Baru nanti bisa dijual, biasanya banyak pembeli datang ke sini," ujarnya.

Untuk pembelian dari warga dibandrol harga Rp800 per kilogram, selanjutnya dijual kembali bentuk kering Rp17.000 per kilogram.

"Dengan estimasi 1 kuintal gadung basah nanti jika sudah kering menjadi 16 kilogram," tandasnya. [top/lis]

Tag : gadung, keripik


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat