20:00 . DPRD Dan Manajemen Persibo Suport Ansor Cup Balen   |   19:00 . 2020, Kemenag Bojonegoro Ajukan Tambahan Buku Nikah   |   18:00 . Tugas Pansel Berakhir, Begini Proses Lelang Jabatan Sekda   |   17:00 . Highlight, Persibo Vs Bumi Wali FC Liga 3 Jatim   |   16:30 . Mapeta FKMB: Bersinergi Solidkan Anggota untuk Bojonegoro   |   16:00 . Sebanyak 928 Rit Air Bersih Didistribusikan ke 68 Desa   |   15:00 . Awal Pekan Harga Emas Turun Rp2.000 Per Gram   |   14:00 . Kebakaran, Petugas Damkar Berhasil Selamatkan Dua Balita   |   13:00 . OPD Diimbau Kenakan Batik dan Busana Muslim di Tanggal ini   |   12:00 . Cabai Rawit Kembali Alami Kenaikan Harga   |   11:00 . 3:2 Persibo Menang Dramatis Vs Bumi Wali FC   |   10:00 . Persibo Kembali Rebut Puncak Klasemen Grup A   |   09:00 . Persibo Petik Kemenangan, Ini Komentar Kedua Pelatih   |   07:00 . 10 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental   |   23:00 . Akomodir Kader NU, PC Fatayat Bojonegoro Adakan LKD Profesional   |  
Mon, 14 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 07 November 2017 15:00

Pendidikan Desa, Kota dan Dunia

Pendidikan Desa, Kota dan Dunia

Oleh: Mochamad Dedy Kurniawan*
 
blokBojonegoro.com -
Bicara soal pendidikan, menurut KBBI pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Nah, sebagaimana kita tahu pendidikan itu mempunyai makna sebagai bekal untuk menuju hal-hal yang lebih baik bagi setiap orang. Pendidikan mencakup semua aspek penting dalam diri tiap individu khususnya aspek kepribadian. Aspek-aspek pendidikan yang berpengaruh dalam kehidupan tiap individu yakni kecerdasan, keagamaan, akhlak, bermasyarakat, keterampilan, pengembangan potensi dan juga bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Nah, di sini saya akan berusaha membahas pendidikan antara desa, kota dan dunia. Kenapa? karena terdapat hal-hal menarik bagi saya. Desa dan kota merupakan salah satu bagian dari dunia. Dari segi pendidikan terdapat beberapa hal perbedaan dan persamaan di berbagai tempat. Hal inilah yang membuat masalah pendidikan merupakan salah satu hal mendasar untuk mengetahui sudah baik atau tidaknya suatu bangsa. Dimana setiap bangsa yang baik pasti memiliki sistem pendidikan yang baik. Tentunya dengan sistem pendidikan yang diterapkan di suatu bangsa dapat dijadikan tolak ukur sudah sejauh mana tingkat pembangunan bangsa itu sendiri.

Di Indonesia, sistem pendidikan belum sepenuhnya selaras. Masih ada beberapa aspek yang membuat ketidakstabilan perkembangan pendidikan di Indonesia. Tetapi pendidikan di Indonesia tidak dapat dibilang buruk juga, karena sudah mengalami beberapa kemajuan dalam berbagai bidang. Untuk menilai sudah sebaik apa pendidikan di bangsa ini salah satunya dapat ditinjau dari segi kualitas pendidikan yang tinggi. Tapi yang menjadi kendala selanjutnya apakah kualitas pendidikan itu dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi sudah merata apabila ditinjau dari lokasinya?. Tentunya akan timbul perbedaan kualitas pendidikan di kawasan perkotaan dan daerah pedesaan. Tetapi kita masih perlu menjabarkan apa kelebihan dan kekurangan dari pendidikan di kota dan di desa.

Ditinjau dari segi fasilitas, pendidikan di kota mendapat fasilitas-fasilitas yang dirasa cukup untuk menunjang proses pembelajaran. Dengan penunjang seperti ini membuat kualitas pendidikan di kota mengalami peningkatan. Tetapi, pendidikan di kota bukan berarti tidak memiliki celah. Banyak celah yang dapat kita temukan, terutama disiplin moral. Sering terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat seperti tawuran antar sekolah. Meskipun sudah ditunjang dengan fasilitas yang cukup, belum tentu pendidikan di kota tidak terdapat kekurangan. Hal inilah yang masih dievaluasi pemerintah supaya mengubah pendidikan di kota lebih baik lagi.

Sedangkan kalau kita lihat saudara-saudara kita yang mengenyam pendidikan di desa, apakah mereka mendapatkan perlakuan yang sama seperti di kota?, kalau dianalisa maka dapat dikatakan bahwa adanya perbedaan perlakuan. Tetapi perbedaan antara kota dan desa tidak selamanya merujuk kepada hal negatif dan positif, dalam beberapa hal justru desa telah menunjukkan prestasi luar biasa dibanding dengan kota. Khusus pada masalah pendidikan misalnya, secara umum dari sisi fasilitas, perbedaan sekolah antara di kota dan di desa, memang sungguh jauh perbedaannya. Namun dari sisi semangat belajar, anak-anak di desa tak kalah. Bahkan belakangan secara umum di kota dengan berbagai kemudahan, anak-anak tidak menunjukkan prestasi yang sepadan. Sebaliknya di desa, dengan berbagai keterbatasan, muncul anak-anak yang berprestasi dan memiliki semangat belajar luar biasa. Kemajuan teknologi telah membuat perubahan yang luar biasa. Anak-anak perkotaan telah menyerap dengan sempurna berbagai perubahan teknologi, sehingga telah menjadi pemandangan sehari-hari bagaimana anak-anak perkotaan tak bisa terlepas dari gadget mereka. Sementara anak-anak di desa, untuk memiliki alat-alat teknologi yang tinggi sebagian besar masih menjadi impian. Tetapi dampak dari teknologi yang negatif, telah terserap dengan sempurna di kota, sementara desa tidak begitu kelihatan mencolok pengaruhnya. Contoh, pada saat menjelang maghrib, anak-anak di perkotaan masih sibuk di depan televisi, playstation atau sedang menjelajah di dunia maya, sementara anak-anak di desa menjelang maghrib masih terlihat banyak yang sudah siap untuk pergi ke mesjid, musala dan langgar, untuk salat maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan belajar mengaji.

Keadaan di sekolah pun antara di kota dan di desa juga berbeda. Fasilitas sekolah perkotaan relatif lebih maju, tidak seperti yang ada di desa. Gedung sekolah di perkotaan juga relatif bagus, sedangkan di desa lebih sederhana bahkan tidak sedikit yang masih memprihatinkan. Di sekolah perkotaan anak-anak berseragam, cantik dan tampan, bersepatu dan wangi. Sementara di sekolah pedesaan, masih menjadi pemandangan sehari-hari bagaimana anak-anak sekolah berseragam aneka warna, ada yang tidak mengenakan alas kaki dengan wajah lesu dan lelah, karena tidak jarang sampai sore hari masih harus membantu kegiatan orang tuanya. Semua hal tersebut tidak membuat anak-anak di pedesaan luntur semangatnya untuk belajar, karena pendidikan merupakan salah satu aspek tolak ukur pembangunan suatu bangsa.

Selanjutnya pendidikan di dunia, saya mengambil contoh di negara maju seperti Amerika Serikat. Kita sebagai pelajar di negara berkembang seperti Indonesia, kita wajib membawa negara ke arah yang lebih baik di masa yang akan datang. Sejauh ini, sistem yang terjadi pada pendidikan di Indonesia adalah membekalkan para pelajar dengan berbagai disiplin ilmu di sekolah. Banyak sekali mata pelajaran yang mesti kita pelajari. Hasilnya, tidak sedikit pelajar di Indonesia yang mengeluh tentang sistem pendidikan kita ini. Mulai dari keluhan tentang jumlah pelajaran yang seabrek-abrek, banyaknya tugas dan PR, sampai kurangnya waktu untuk beristirahat dan mengeksplor hobi. Sekarang kita lihat tingkat pendidikan di Amerika yang sangat maju dan merata. Demikian pula sistem pendidikan yang diterapkan. Dari total penduduk, 97%-nya sudah memiliki kemampuan baca dan tulis (melek huruf). Ada beberapa hal yang dapat diadopsi pada sistem pendidikan di sana. Amerika Serikat terkenal sebagai negara yang sangat memperhatikan pendidikannya. Dalam jumlah pelajaran contohnya. Amerika Serikat membebaskan siswanya untuk memilih sekitar 5 sampai 8 pelajaran per semester. Walaupun tetap ada beberapa pelajaran yang wajib diambil seperti matematika, namun sistem ini terbukti membantu siswa untuk lebih mengetahui minat dan bakat. Selain itu, sekolah-sekolah sangat memperhatikan siswanya. Biasanya, ada seorang counselor alias guru BK yang ditugaskan ke beberapa siswa tertentu dan siap menampung berbagai keluhan dari mereka. Tidak cuma tentang sekolah, masalah di luar akademis yang berpengaruh pada konsentrasi belajar kita pun bisa berbagi pada counselor tersebut. Bahkan, di beberapa sekolah terdapat psikolog yang siap membantu. Kalau sudah begitu, kegalauan siswa tidak perlu sampai tumpah ke media sosial. Amerika juga dikenal memiliki universitas-universitas yang mencetak para ahli dan ilmuwan handal. Maka tidak salah kalau Amerika menjadi tujuan para mahasiswa dari seluruh penjuru dunia.

Walaupun begitu, hal-hal tersebut tentunya harus melalui proses yang panjang untuk bisa kita terapkan di Indonesia. Penetapan Kurikulum 2013 yang mendorong keaktifan siswa adalah langkah yang tetap. Tetapi, bukan tidak mungkin sistem pendidikan dari luar negeri tadi bisa diadopsi di negara ini.

Saya percaya pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Tentunya semua lapisan masyarakat harus bekerjasama untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Semoga dengan banyaknya pembaharuan sistem, pendidikan kita tidak kalah bersaing di masa yang akan datang. Majulah pendidikan Indonesia!

*Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan IKIP PGRI Bojonegoro.

Tag : pendidikan indonesia, pendidikan, Mochamad Dedy Kurniawan, mahasiswa ikip

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 25 September 2019 16:00

    Info Loker: BMG Buka Lowongan Reporter bB

    Info Loker: BMG Buka Lowongan Reporter bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat belakangan ini dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah...

    read more